
Keduanya berbaring di atas kasur, Kevin masih terus memeluk Dira dari belakang.
"Sayang balik badan kenapa aku di kasih punggung terus", sesekali tangan jail nya menggelitik pinggag Dira.
"Gak mau, makanya jangan liatin terus", ucap Dira malu, tatapan Kevin selalu membuatnya salah tingkah.
"Terus kalau gak lihat kamu lihat siapa?, kenapa malu sih", menggemaskan sekali kalau di tatap pasti pipinya merah dan langsung sembunyi.
"Ya liatin boleh tapi gak lama juga malu", cicit Dira.
"Habisnya lucu ternyata kamu bisa cemburu juga hahaha, kan mas sudah bilang beberapa kali sayang, nanti kalau orangnya sudah datang mas ajak kamu bicara sama dia ya".
Ketawa lagi, puas amat ngetawain istrinya, "Ya terus aja ketawa, siapa yang cemburu orang kesal, kesal sama cemburu itu beda mas".
"Yaudah iya, balik badan peluk yang bener kaya kemarin pagi".
Degg,,,,,, jangan jangan, huwaa kenapa Kevin sekarang demen banget jadi bayi besar sih, membayangkannya saja sudah malu banget, batin Dira menjerit.
Keduanya terdiam Dira terhanyut dalam lamunannya, Kevin meraba bawah bantal ada yang mengganjal ternyata ponsel Dira disana.
Ceroboh satu kata yang pas buat istrinya yang tidak pernah memperdulikan ada di mana letaknya benda pipih itu.
Yes gak pake vin, Kevin terdiam melihat layar ponsel Dira.
__ADS_1
Hah gue gak punya foto ini, apa bikin pesta lagi aja ya supaya punya banyak foto.
Ada 42 foto dan beberapa vidio di sana, foto pernikahan foto Dira bersama bapak dan ibunya, tidak ada foto yang lagi sendiri mau selfie atau pun candid.
Melihat kontak ponsel hanya 11 kontak nama, Dira benar benar tertutup, membuat Kevin merasa sangat ter spesial, namun setelah membaca siapa nama dirinya disana membuat tercengang.
"Sayang curang banget kamu ya, masa nama aku Kevin Malik", tidak terima.
"Ya emang nama kamu Kevin Malik kan", iya lupa ganti, batinnya sambil mengelus dada sebab Kevin mengoyangkan tubuhnya.
"Ya gak gini sayang kamu curang banget, ubah namanya aku suami kamu bukan musuh ya".
"Apa aja yang bagus, di panggil sayang juga belum pernah".
Membalikan badan karena Kevin sudah melepaskan pelukannya, "Hey kenapa mukanya jadi cemberut gitu?, gak pantas tau hahaa".
Muka garang cool dan biasanya kalau bicara seperti sedang membentak, kini berubah menjadi muka masam cemberut merajuk, geli sendiri melihat tingkah suaminya yang tidak ingat umur.
"Mas", mengetuk ngetuk pipi Kevin, meskipun pipi tirus namun sangat kenyal membuat Dira gemas sendiri.
Bukannya menjawab panggilan Dira Kevin malah memejamkan mata, di ketuk ketuk pipi dan salah satu kaki Dira munumpangi pahanya membuat Kevin nyaman.
__ADS_1
"Mas kamu tidur?, mas", belum ada 2 menit dengkuran halus sudah terdengar dari laki laki itu.
"Capek banget ya mas, maaf aku gak bisa bantuin apa apa, malah tadi aku sempat berpikir mau suruh kamu pindahin Shanum ke kantor lain, memang kadang cemburu itu tidak masuk akal dan selalu merasa takut yang berlebihan".
Belum jam 10 padahal, Dira melirik jam, biasanya Kevin masih mencari cari alasan menganggu Dira agar tidak tidur cepat.
Setelah mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur Dira mengeratkan pelukannya pada Kevin, mungkin kalau Kevin tidak tidur tidak akan mendapatkan pelukan se erat ini hehee malu yang selalu Dira rasa jika terlalu berlebihan.
.
.
.
.
.
.
..
Bersambung.............💋
__ADS_1