
Dira maupun Kevin sama sama diam saja selama di perjalannan pulang, tidak ada yang membuka suara satupun.
Sampai apartemen pun masih sama sama diam, Dira membawa belanjaan yang di belikan mertuanya penuh 2 tangan, Kevin sama sekali tidak membantunya malah berjalan lebih dulu masuk kedalam apartemen.
.
.
Pagi harinya.
Setelah selesai masak dan siap siap untuk pergi kerja Dira membangunkan Kevin terlebih dahulu.
Entah ada angin darimana ternyata Kevin baru selesai mandi.
"Astagfirullohalazim mas", jerit Dira, melihat Kevin yang hanya memakai handuknya di pinggang sampai lutut.
"Jangan lebai gak usah teriak teriak".
Kevin menurunkan koper nya, "Lo isi baju gue lengkap untuk 3 hari", menaruh koper itu di hadapan Dira dengan sedikit menendang bukan dengan tangan.
Astagfirullohalazim, padahal mama sama papa pada sopan kenapa mas Kevin seperti ini, batin Dira.
"Lo ngapain ngelamun cepetan".
"Ehh iya mas".
Dira memasukan beberapa baju, ehhh tapi dirinya bongkar lagi, ini mau kemana kerja atau liburan Dira tidak tau sama sekali.
__ADS_1
"Mas bawa baju kerja gak?".
"Iyalah gue mau kerja pergi juga".
Membawakan beberapa stel baju kerja, baju santai dan dua stel baju pergi, bahkan segalanya Dira siapkan.
Penasaran mau tau suaminya ini mau pergi kemana kerja kemana, tapi mulutnya susah terbuka yang ada malah hanya ketakutan jika dirinya bertanya.
Selesai membereskan baju baju Kevin Dira langsung pergi kerja, bahkan dirinya juga kesiangan kali ini.
.
Setelah sampai di toko Dira langsung duduk termenung.
"Nadira kamu kenapa sih kebiasaan ngelamun tar kesambet lo".
"Ahhh Ayumi ngagetin aja kamu ya".
"Aku gak ada masalah Ay".
"Kalau ada masalah cerita kaya aku biar perasaan sama hati kita itu sedikit legaan Dira".
"Hemmm heheee aku baik baik aja Ay, terimakasih udah merhatiin aku", Dira memeluk Ayumi.
Ayumi dan Dira sudah kenal sejak mereka sama sama kerja di sana, jadi sedikit tau bagaimana sikap dan keceriaan Nadira seperti apa.
Melihat sekarang yang sering melamun Ayumi merasa ada yang ditutupi oleh temannya ini, tapi mau bagaimanapun Ayumi tidak mau memaksa Dira untuk cerita padanya, itu privasi bagi Dira mungkin.
__ADS_1
"Masya Allah kita lagi ada pesannan banyak banget nih Dira Yumi", ucap mbak Lastri.
"Pesannan online ya mbak?", tanya Dira dengan antusias.
Girang lumayan dapat bonus dari bos dan bisa menghilangkan kegelisahan, pikiran yang tidak tidak, memikirkan Kevin pergi dengan sekertarisnya atau tidak, mereka pergi kerja berhari hari dan bermalam juga.
Mereka pergi hanya berdua atau bertiga, Kevin semakin dekat dengan Shanum ya Allah bagaimana nasib dirinya nanti.
Walau bagaimanapun Dira masih berdo'a dan berharap pernikahannya akan baik baik saja, suaminya akan menerima dirinya Dira yakin dengan itu.
Masya Allah hari ini dapet orderan puluhan bunga, yang datang ke toko juga banyak.
Seharian sibuk melayani pelanggan membuatnya benar benar lupa dengan bagaimana nasib rumah tangganya setelah ini.
Kevin tidak memberi tahu, tidak mengabarinya sama sekali, entah kerja kemana entah pergi kemana.
Pulang kerja Dira berjalan ke arah pintu dimana huniannya yang sudah hampir sebulan ini dirinya tempati, melangkah dengan gontai.
Masuk kedalam sana sepi, padahal biasanya juga sepi yang dirinya rasakan.
Segera membersihkan diri, dirinya punya waktu untuk menelpon ibu dan bapak nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...........