
"Jadi rencana lo gimana Kev", tanya Raka, ketiganya masih ada di ruang meeting.
"Num lo gak usah deketin dia, mending kita ubah strategi, Ricko terlalu licik gue takut nanti lo yang menjadi korban nya".
"Gue ikut apa kata lo aja Kevin".
Berarti Kevin masih perhatiin gue meskipun selalu cuek, ini semua gara gara Nadira semenjak menikah dengannya Kevin semakin cuek sama gue, apalagi di luar pekerjaan.
"Lo cari tau tentang semua kebusukan Ricko Ka, tapi ingat jangan tercium media, gue hanya kasihan dengan keluarganya".
Raka mengangguk siap, "Ya gue juga sudah menyuruh Han untuk mengumpulkan bukti kasus 2 tahun silam".
"Bukannya itu sudah terhapus di semua media Ka?", tanya Shanum.
"Gue yakin Han bisa membukanya kembali, hanya untuk di jadikan bukti ke polisi saja, tidak untuk di tampilkan di media lagi".
"He'em", Kevin mengangguk, di luar dugaan semua masalah langsung menggeruduknya sekaligus.
Belum selesai masalah 1 kini masalah besar menimpanya.
"Sudah kembali ke kerjaan masing masing sana", Kevin menyuruk Raka dan Shanum kembali ke ruangan masing masing.
.
.
Sedangkan di luar heboh karena mama Sarah membawa Nadira lagi ke kantor Kevin yang kedua kalinya, kali ini mengenalkan Dira ke semua karyawan yang ada di sana.
"Kenalkan ini menantu saya istrinya Kevin".
Semua karyawan hanya bisa mengangguk tanpa berani bertanya.
Bukannya Kevin terlihat sedang dekat dengan Shanum lalu kenapa tiba tiba sudah punya istri, pupus harapan mereka yang diam diam mengagumi bos cuek nya.
"Ya sudah saya cuma mau mengenalkan itu doang, jadi kalau dia datang kesini sendirian tolong bersikap baik ya".
Lagi lagi semuanya hanya bisa mengangguk.
"Saya permisi", ucap mama Sarah.
__ADS_1
Dira juga mengangguk hormat dan tersenyum pada semua karyawan yang bekerja di kator Kevin.
Setelah mama Sarah dan Dira masuk ke dalam lift, semuanya pada bisik bisik.
"Gila istrinya bos spek bidadari surga gak sih adem banget mukanya kaya ubin mesjid, keliatan ramah banget lagi banyak senyum nya tadi".
"Gak nyangka banget si bos kalau seleranya yang begini, minder gue belum apa apa juga hahaha".
"Gue kira demen yang seksoy ternyata demen yang tertutup, bedehhh langsung mundur gak bisa gue saingin yang model beginimah".
"Kalau bukan istri bos gue salip deh, sumpah manis, cantik nya alami banget".
"Rama gue bilangin bos ya lo mau salip bininya".
"Gue habisin lo Ra kalau ucapan gue tadi sampai ke telinganya pak Kevin".
"Benar juga ternyata kata pak Bagus kalau pak Kevin sudah nikah, gue kira beliau bercanda".
"Elo juga kan tau sendiri pak Bagus lumayan dekat dengan bos".
"Ayo kerja jangan pada rumpi yuk", pak Hambali yang baru saja turun langsung mengetahui apa yang di bicarakan oleh segerombolan karyawan di sana.
.
.
Kevin yang baru saja keluar dari ruangan meeting lalu masuk kedalam lift berpapasan dengan Dira dan mama Sarah.
"Ada apa ma?, kenapa gak bilang dulu kalau mau datang".
Apalgi ini, gue lagi pusing sumpah akhhh mama ada ada saja.
"Emangnya kalau orang tua atau istri mau datang ke kantor suaminya harus buat perjanjian atau ijin dulu ya?".
"Gak gitu maksud aku ma".
Mana bisa menang gue kalau lawan mama, Kevin membuang muka kesal.
Sebenarnya tidak masalah mau datang kapan juga, tapi ini bukan waktu yang tepat karena semuanya lagi acak acakan.
__ADS_1
"Mama sengaja bawa Dira kesini biar kamu tambah semangat kerjanya, kalau ada masalah itu berbagi sama pasangan Kevin".
"Gak gitu ma, aku cuma gak mau semuanya kepikiran tentang aku, aku bisa selesaikan masalah ini dengan cepat".
"Selalu seperti itu alasan kamu".
"Ayo masuk dulu", menutup pintu setelah mama Sarah dan Dira masuk kedalam ruangannya.
"Dira mau shalat dulu?, itu ruangan Kevin di sana ada kamar mandinya juga".
"Boleh mas?", tanya Dira, Kevin langsung mengangguk.
Setelah Dira masuk kedalam ruangan peribadi yang ada di sana.
"Kamu tau mama tadi menemukan Dira di toko bunga sedang ngobrol dengan Ricko, Ricko sepertinya sudah tau kalau Dira istri kamu".
"Bajingan memang Ricko ini, jangan bilang papa aku mohon sama mama, aku bisa selesaikan ini dengan baik".
"Jaga menantu mama jangan sampai dia terluka, mama sudah terlanjur menyayanginya Kevin, dia wanita yang sangat baik, dia selalu sabar menghadapi sikap kamu yang seperti ini, bukan mama tidak tau apa yang kamu lakukan padanya".
"Ma, maaf", menunduk.
"Bukan ke mama kamu perlu minta maaf nya, Dira yang kamu sakiti bukan mama, meskipun mama sangat sangat kecewa dengan kamu".
"Aku akan perbaiki semuanya ma".
"Buktikan jangan cuma janji".
Di sisi lain Kevin juga merasa kalau dirinya keterlaluan, tapi gimana dengan Galang yang tidak sebanding dengan sakit yang Dira rasakan sekarang.
.
.
.
.
Bersambung..........💋
__ADS_1