KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 14


__ADS_3

Selesai dari perawatan mantu dan mertua itu keluar dari salon, muka Kevin sudah sangat masam hanya saja dirinya tidak bisa ngomel jika di depan mama nya.


"Huhhh mama sudah laper makan dulu yuk", ucap mama Sarah.


"Terserah mama", kesal Kevin.


"Tar mama tlpon papa dulu supaya susulin kita".


Gak usah tlpon juga gak apa apa gak guna anak nya minta bantuan malah di tertawakan, batin Kevin semakin kesal.


Dari tadi siang dirinya minta bantuan tapi sama sekali gak di gubris.


"Makannan apa yang enak ya, atau Dira mau makan apa?".


"Dira ikut aja ma".


"Sukanya makan apa?, jangan gitu mama gak tau kamu suka apa dan apa yang gak kamu suka".


"Dira suka semuanya ma kecuali bebek", menggeridik geli.


"Oke", mama Sarah manggut manggut.


Akhirnya pertamakali mereka makan malam dengan formasi lengkap.


Awalnya Dira sangat takut bertemu dengan mertua laki lakinya, setelah melihat mertuanya datang langsung tersenyum miring padanya membuat perasaan Dira semakin kacau.


Ya pas mereka menikah, papa Raden tidak ada di rumah, beliau sedang kerja di luar, karena semuanya mendadak jadi dirinya tidak bisa langsung terbang meninggalkan kerjaan nya begitu saja.


"Selamat malam semuanya, ini ma mantunya?", tanya papa Raden pada istrinya.


"Makanya gak tau kan sama menantu sendiri", kesal mama Sarah.


Sedangkan laki laki paruh baya itu hanya tersenyum.

__ADS_1


"Hai kenalan dong masa mertua sama menantunya gak saling kenal", mengulurkan tangan pada Dira.


Dengan sedikit bergetar Dira menyambut tangan mertuanya.


Sumpah demi apa Kevin ingin tertawa saat ini juga melihat tangan Dira yang bergetar.


"Ehhh iya, aduh gimana manggilnya ya, salam kenal nama saya Nadira".


Plak, mama Sarah memukul punggung suaminya, "Yang benar sudah tau menantunya ketakutan".


"Hahaha, santai Dira panggil saja papa, papa gak galak ko".


"Paling dingin dan nyebelin sama kaya Kevin", dengus mama Sarah.


Aduh Dira bingung harus gimana dirinya, rasanya mau bergerak pun salah, Dira tau keluarga ini dari setasiun tv, tapi memang papa Raden sangat tertutup dan jarang tersorot media.


Yang lebih sering tersorot Kevin dan mama Sarah, meskipun keduanya enggan untuk di temui.


"Iya pa".


Akhhh lidahnya takut salah ucap takut terpeleset saking bingungnya.


"Ayo kita makan, Kevin masih aman?", ledeknya. "Ni anak dari tadi tlponin papa terus ma".


"Ngapain?, emang mama yang nyuruh kamu ikut, kamu sendiri yang datang kan saking tidak bisa jauh nya dari istri".


Cih sumpah gue ikut juga karena laper mau makan di rumah gak ada makannan gak ada sarapan, batin Kevin, matanya hanya melirik malas pada mama nya.


Mereka semua makan dengan di iringi sedikit obrolan, mau tak mau Dira menyahutinya padahal dari dulu dirinya jika sedang makan tidak mengeluatkan suara.


"Masih kerja Dira?, apa Kevin tidak memberimu napkah dengan baik?", tanya papa Raden.


"Ehh nggak pa, mmm maksudnya di kasih cuma Dira merasa sepi aja kalau di rumah terus", aduhh gimana ya aku salah ucap gak sih, batinnya.

__ADS_1


"Kan bisa jalan sama mama ngabisin uang, atau kalau mau gak sepi cepat ada baby, kasih mama sama papa cucu".


Wuhuk uhuwk, Dira terbatuk batuk baru saja minum dirinya, aaa kenapa papa mertua yang satu ini gamblang banget sih minta cepet cepet padahal baru juga mereka ketemu.


Kevin segera memberikan minum, menepuk nepuk pundak Dira.


"Apasih pa", delik Kevin.


"Loh kamu memangnya tidak mau punya anak?, ck hidup sepi Kev kalau gak punya anak".


"Nanti dulu pa".


"Biarin mereka pacaran dulu pa, walawpun mama juga udah gak sabar sih".


"Do'ain aja ya pa ma", Dira bingung mau bilang apa.


Mana bisa punya anak ngobrol juga gak pernah, paling nanya minta di ambilin ini itu, selebihnya nanya juga di chat, batin Dira.


Aaaa ibuuuu ingin cepat pulang gak mau lama lama dalam kondisi seperti ini.


Mending Dira di omelin Kevin daripada ada di posisi seperti ini, takut salah ngomong juga.


.


.


.


.


.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2