KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 39


__ADS_3

Tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba mama Sarah datang berkunjung ke apartemen yang Dira dan kevin tempati, untung saja tidak mengecek kamar, Kevin yang lebih merasa terancam di sana, karena dia mengaku sudah 1 kamar dengan Dira.


"Ma mau jalan bareng Dira kan?, ayo aku anterin setelah itu aku mau main golf bareng Raka, nanti pulang aku jemput lagi", tawar nya, merasa sangat tidak aman kalau mama Sarah lama disana .


"Mama bawa sopir Kevin jadi tenang, kamu mau main golf sana aja pergi ngapain ngurusin kita ya Dira".


Dira hanya tersenyum, sekilas melirik Kevin yang terlihat gusar.


"Sekalian jalan ma", menyodorkan kartu yang di ambil dari dompetnya ke Dira.


"Apa ini mas?, uang yang kemarin juga belum abis masih banyak".


Astagfirulloh masa belum abis, Dira itu gimana cara belanjanya, Kevin menggelengkan kepala.


Padahal semua kebutuhan dapur dan rumah Dira yang belanja, masa uang 5 juta di pakai seminggu gak habis, batinnya.


Ehhhh tunggu sejak kapan Kevin terbiasa istigfar, Masya Allah sudah mulai ketularan istrinya nih.


"Ya abisin susah banget ngabisin duit segitu juga".


Padahal dari kemarin Dira takut di bilang boros, sebab uang yang dirinya pakai sudah hampir setengah nya.


"Hahahaa kamu emang di kasih berapa?", tanya mama Sarah sambil tertawa.


"5 juta ma", jawab Dira dengan polos.

__ADS_1


"Ampun tuhan Kevin kamu udah gak bisa napkahin istri apa?".


Kan gue yang salah lagi, segitu aja gak habis seminggu, batin Kevin.


"Ma di kasih segitu aja gak habis seminggu, bukan aku yang pelit tanya sama orang nya langsung".


Kamu emang beda banget sama mama Dira, anakku beruntung banget punya istri seperti kamu, tidak banyak nuntut, tidak manja tidak berpoya poya menghabiskan uang suami.


Berbeda dengannya dulu, karena merasa suami serba ada dan cukup, sehari hari selalu jalan dan berpoya poya menghabiskan uang bahkan kadang suami sudah sampai rumah dirinya masih di luar.


"Kan emang uang segitu juga banyak ma".


Harus segimana lagi sih bahkan gaji aku sebulan aja masih kurang dari segitu batin Dira, beda banget ya orang kaya cara ngabisin uang nya gimana.


"Lain kali jangan cuma hanya keperluan rumah doang yang di beli Dira, kamu juga butu barang yang lain kan".


.


.


Kevin mengantarkan mama Sarah dan Dira ke mall, setelah itu dirinya pergi ke apartemen Raka.


Bukan pergi ke tempat golf Kevin malah pergi kesana, masih membereskan kekacauan perusahaan dan pencarian bukti tentang bersalah atau tidak nya ayah Dira.


"Lo udah datang Kev?, buset gue baru aja mau mandi santai dikit napasih ini hari libur bos".

__ADS_1


"Banyak banget omong sih lo".


"Tamu gak ada akhlak", Raka menutup pintu kembali setelah Kevin masuk.


"Tuan rumah yang pemalas sudah hampir jam 11 masih belum mandi".


"Ini kan hari libur, lagian lo tumben jam segini udah sampe".


"Gue habis anterin mama sama Dira dulu".


"Wihhh semakin menuju terang aja nih tanda tandanya".


"Berisik lo cepetan mandi sana bau ****** tau".


"Lo kalau gak kurang ajar ya kurang gue hajar emang".


Kevin memilih merebahkan badannya di sopa yang ada di sana, debat dengan Raka tidak pernah ada ujungnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..........💋


__ADS_2