
Kevin mencari sepatu yang menurutnya bagus, Raka sampai menggelengkan kepala melihat Kevin dari tadi melintir terus.
"Lo nyari sepatu buat siapa Dira?".
"Ya buat siapa lagi bego, mama gak mungkin mau pakai sepatu kaya gini".
"Kiw kiwww bos gue the best gak lupa sama istrinya".
"Gak usah ngaco lo, ini gue carii buat dia karena gue yang bayar sepatu Shanum".
"Gengsi mulu yang di gedeein", Raka memilih duduk lagi di sopa.
.
Ck pusing banget gue milihin yang cocok, gerutu Kevin.
...Mas,Kevin🖤...
"Lo dimana?".
"Sama siapa ke mall?, lo dari tadi belum balas pesan gue Dira".
"Menurut lo ini bagusan yang mana?".
.
.
"Pulang bareng gue, bilang kalau mau pulang nanti".
.
.
Hahhh lucu sekali suami aku ini hahahaa, saking lucunya mau beliin cewek sepatu tapi nanya ke aku maksudnya apa, supaya aku cemburu gitu.
Dira tersenyum kecut.
...Nadira....
"Aku baru habis shalat mas, jangan tinggalkan shalat sesibuk apapun pekerjaan kita di dunia, apalagi sedang tidak sibuk jangan sengaja di lupakan".
"Bareng mbak Lastri dan Ayumi teman aku di toko".
"Hahaa bagus yang bawah mas, buat siapa sih sampai minta pendapat segala, senang banget ya pasti cewek yang kamu belikan sepatu itu".
__ADS_1
"Aku pulang bareng mereka aja pakai grab, kami kesininya juga bareng gak enak kalau pulang gak bareng".
Gak mungkin aku semobil bareng kalian kan, aku belum siap sakit hati lagi mas.
.
.
Sedangkan Shanum dari tadi sibuk mencoba beberapa sepatu yang dirinya pilih.
"Lo mau beli sepatu apa mau bikin gudang sepatu Num?", tanya Raka, setiap mereka pergi bareng Shanum sudah di pastikan membeli koleksi sepatu.
"Berisik mulu lo Ka, kaya gak tau gue aja".
"Ya makanya gue tanya mau bikin gudang sepatu, lo setiap kita pergi yang di beli sepatu kalau gak tas, gue rasa rumah lo sekarang menjadi gudang sepatu".
.
"Kev itu bagus banget buat siapa, gue ya?, buat gue aja ya sumpah itu bagus banget ko gue tadi gak liat ya, aaa warnanya juga lucu banget".
"Ck lo cari warna lain aja jangan ini".
"Itu kan sepatu wanita, masa lo mau pake", kesal Shanum.
"Ya buat istrinya bego apa gimana lo ini Num, heran gue padahal lo gak sebodoh ini dulu".
Ck apa hebatnya sih wanita itu, tumben banget Kevin sampai rela muter nyari sepatu milihin buat dia.
.
.
Waktu sudah mau sore, Kevin pulang mengantarkan Shanum, sedangkan Dira dari tadi di tlponin tidak aktif terus ponselnya membuat laki laki itu merasa kesal.
Bahhh dengan sengaja Raka membuka kaca mobil menyalip mobil Kevin.
Dira Ayumi dan mbak Lastri di antarkan Raka pulangnya.
Kevin sangat marah meskipun Dira terlihat duduk di tengah, yang berada di samping kemudi menemani Raka jadinya Ayumi.
"Rasain lo gue sudah berkali kali bilang apa", senyum ejek Raka pada Kevin.
Dari tadi Raka bukan tidak tau kalau Dira dan teman temannya nonton juga di sana, maka dari itu dirinya menjauh sendiri, mencari bangku kosong, bukan niat jahat pada sahabat.
Raka ingin Kevin menyadari kesalahannya, tanpa harus merusak persahabatan mereka yang sudah terjalin bertaun taun.
Kalau saja Kevin menegaskan pada Shanum dan menyadari kalau dirinya mulai menyukai Nadira mungkin akan cepat selesai derama ini.
__ADS_1
.
...Raka,Anjnk...
"Mulai bagus mainnya lanjutkan".
"Mati saja lo sana".
"Gak ada akhlak hidup lo".
Kevin mengirimkan beberapa pesan pada Raka.
.
...Bos,Kevin...
"Hahaaa santai bos, dia kan sebentar lagi calon janda rasa perawan jadi gue mulai deketin dari sekarang".
"Kalau gue mati gak bakal ada yang bisa temennin lo lagi".
"Kiwww anterin calon janda dong".
.
.
.
Kevin yang lebih dulu sampai rumah di bandingkan Dira, bahkan laki laki itu sedang merebahkan badannya di sopa ruang tengah.
Mendengar pintu terbuka tanda Dira sudah pulang Kevin pura pura tidur.
Tebakan Kevin salah, dirinya kira kalau Dira akan membangunkan seperti biasa, nyatanya ini tidak bahkan langsung masuk kedalam kamarnya.
.
.
.
.
.
Bersambung
"
__ADS_1