KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 60


__ADS_3

Selesai meeting di kantor dengan karyawannya Kevin langsung masuk kedalam ruangan nya.


"Gue bangga sama lo Kev", Raka tesenyum setelah masuk ke ruangan Kevin.


Cih, Kevin berdecih, "Besok besok gue gak akan pernah mau dengerin saran dari lo".


"Hah maksudnya apa, lo kenapa?".


Kevin melemparkan ponselnya pada Raka, Raka yang melihat langsung apa tampilan yang ada di layar ponsel Kevin tertawa keras.


"Lo serius ngirimin itu ke Dira?".


"Bang****t lo yang kasih saran, pantas saja Dira tidak mau membalas pesanku".


"Bwahahaha ya gue kira lo bakal paham dengan perasaan lo sendiri, lo yang rasain kan bukan gue".


"Nyesel banget gue nanya sama lo".


Bang****sat memang tu si Han, gue jadi kena kan, batin Raka.


"Lain kali kalau ngasih saran yang benar Raka, sudah tau sahabat lo itu gak pernah mengenal yang namanya cinta", ucap Handoko yang baru saja keluar dari ruangan peribadi Kevin dengan wajah segar nya.


"Ehhh buset darikapan lo balik sini?, ko gak bilang ke gue, wah parah sih lo berdua udah main belakang".


"Gak lucu lo Raka", saut Kevin.


"Gue sebenarnya lagi sibuk disana, cuma ya gimana kasian aja denger temen lagi ada masalah, serius banget lagi masalahnya, udah perusahaan lagi di antara hidup dan mati tambah di tinggalin istri".


"Kalau lo berdua cuman bisanya meledek gue mending keluar sana", kesal Kevin.


"Serius nih?, gue balik lagi deh", Han membantingkan badannya di sopa.

__ADS_1


"Mati aja lo Han", Kevin melemparkan map yang ada di tangannya.


"Bah gak berubah sipatnya ya Ka, emang cuma elo yang betah ada di sisi dia terus".


"Lo berdua gue bayar ya ingat itu".


"Naikin gaji dong bos", Handoko mendekat pada Kevin.


"Gak akan pernah gue naikin lagi, kaya pada miskin aja".


"Galang belum datang Kev?", Han beralih ke mode serius.


"Gak ada kabar lagi dia", muka Kevin berubah sendu.


"Kita harus selesaikan semuanya dengan cepat, setelah itu tinggal urus Ricko".


"Ingat sampai rumah sakit ubah muka garang lo jangan sampai bikin istri gue takut".


Raka tersenyum, Gue aja naksir hahaa, lebih ke terlihat manis kalem, cantik imut pokoknya keriteria gue semuanya ada pada Dira, batin Raka.


"Lo jangan bayangin istri gue", Kevin menggebrak meja melihat Raka tersenyum.


Raka terkekeh, "Pokoknya lo liat aja nanti, kan istri orang emang lebih menantang Han".


Kevin semakin di buat gondok dengan ucapan Raka, meskipun Kevin tau Raka hanya bercanda tapi tetap saja membuatnya marah, kan hampir saja dirinya di pepet.


Tidak lama terdengar ketukan pintu dari luar.


Ternyata Galang yang baru saja datang kesana, di antara ketiga laki laki dewasa di sana kondisi tubuh Galang yang lebih memperihatinkan.


Cih Handoko membuang muka melihat kondisi tubuh temannya, meskipun mereka dulu tidak begitu akrab, pantas saja Kevin membela sahabatnya sampai sejauh ini.

__ADS_1


"Lo sehat kan?", Han yang langsung menyambut Galang.


"Hahah gue ya gini seperti yang lo lihat", jawab Galang.


"Duduk dulu", Raka menuntun Galang untuk duduk di sopa.


"Raka gue bukan orang struk yang gak bisa jalan", tertawa kecil, hatinya menghangat mendapat perlakuan baik dari teman temannya, padahal kenal dengan Raka hanya pas kejadian kemarin doang.


"Lo mau makan dulu?", tanya Kevin.


"Gue udah makan tadi di rumah".


"Ingat lo harus banyak makan", Han menepuk pundak Galang.


"Ayo kapan kesananya Kev?", tidak sabar mau menemui pak Irwan, karena kondisinya kemarin kemarin menurun Galang sempat di rawat di rumah sakit berhari hari, baru kali ini dirinya bisa keluar bebas.


"Ayo sekarang", Kevin menutup laptopnya.


Keempat peria yang hanya selisih umur beberapa tahun itu jalan beriringan, Galang berada di tengah tengah ketiganya, benar benar di perkalukan baik.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung............💋


__ADS_2