
Ampun Kevin sampai menepuk jidatnya, ternyata ponsel Dira mati karena kehabisan daya lupa membawa charger.
Kalau seperti ini masalahnya dirinya tidak sampai kena omel mama Sarah.
"Pulang aja nak bapak sudah sehat kamu juga kejauhan kerja dari sini", sebenarnya sudah dari kemarin pak Irwan sehat tapi Dira memang sedikit malas untuk pulang ke apartemen lagi.
Dira juga kemarin dan hari ini sudah masuk kerja, lebih parahnya berangkat dari rumah jam 4 subuh karena naik kendaraan umum.
Kevin hanya diam saja, padahal batin kecilnya mengiyakan ucapan mertuanya.
"Hemmm yaudah pak tapi nanti kalau ada apa apa cepet hubungin Dira ya".
"Hahaha kamu ini nak terlalu khawatir dengan bapak, padahal yang seharusnya kamu pentingkan dan khawatirkan sekarang adalah suamimu, ingat nak kamu sudah ada suami sekarang, kemanapun pergi harus ijin suami, kamu tau kan bagaimana hukumnya istri jika keluar rumah tanpa ijin dari suami, kamu tau kan kalau suami tidak ridho dengan apa yang kamu lakukan atau kerjakan".
"Iya pak maaf".
"Bukan ibu dan bapak ngusir kamu ya nak", bu Irma mengusap air matanya.
"Nak Kevin Ibu titip anak Ibu ya nak, tolong jangan menyakiti hatinya, jika kamu sudah tidak menyukainya atau sudah tidak bisa menjalankan pernikahan kalian lagi antarkan Dira pada Ibu dan bapak, kamu mengambilnya dari kami secara baik baik jika itu terjadi pada pernikahan kalian antarkan lagi anak ibu dengan baik baik ya".
Batin seorang ibu pasti merasakan rumah tangga anak nya memang tidak sebaik yang mereka lihat sekarang.
Deg..... Dada Kevin terasa di timpuk batu besar, ini bagai cambukan untuknya, tapi ada kesalahan yang harus kalian tebus bukan.
"Ibu selalu memohon dan berdo'a agar rumah tangga kalian baik baik saja, rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah".
Mau tak mau Dira ikut dengan Kevin lagi ke jakarta.
Setelah pamit kepada kedua orangtuanya Dira dengan berat hati meninggalkan ibu dan bapak nya.
__ADS_1
.
Cih Kevin merasa muak perjalannan jauh dalam mobil suasananya hening, padahal ada orang di dalam mobil itu.
"Kenapa lo diam aja nyesel ikut gue lagi".
Tanpa menjawab Dira hanya menggeleng.
"Pantes gak sih suami nanya tapi jawabnya hanya gelengan kepala, lo emang jauh banget sama Shanum yang selalu asik di ajak ngobrol".
Oke lagi lagi Shanum topiknya, padahal baru saja ibunya mesan da nitip jangan sakiti hati anak nya.
Andai pengakuan semua ini tidak akan membuat penyakit bapaknya takut terganggu, mungkin sudah dari kemarin Dira cerita pada ibu dan bapak nya.
"Iya maaf mas aku buka Shanum yang memang peribadi kami pastinya berbeda".
"Lo kenapa sih kalau gue tanya ya tinggal jawab apa susahnya".
"Lo kenapa ngegas ngomongnya, semakin berani ngomong tinggi di hadapan suami hemm".
Cih hati Dira merasa sangat sangat kesal dengan sikap Kevin yang selalu berubah ubah.
"Nggak mas maaf", tidak mau semakin ribut Dira milih untuk mengalah.
"Hmmm, lo ada yang mau di beli?, gue liat kulkas di rumah kosong".
"Gak usah besok aja, aku habis pulang kerja nanti langsung belanja".
"Gue antar sekarang, sekarang sama besok sama saja kan lalu kenapa tidak sekarang".
__ADS_1
"Gimana kamu aja mas", pasrah Dira.
Oke baik Dira yang harus banyak mengalah daripada selalu ribut karena hal hal sepele.
Jam 9 malam kedua pasturi itu belanja, jika seperti ini Kevin terlihat manis bahkan mau membawakan keranjang belanjaan yang Dira pilih dan yang menurutnya harga paling rendah.
Menawarkan beberapa produk makannan juga, bak suami yang siaga dan romantis padahal baru saja mereka cekcok di mobil tadi, sikap Kevin memang selalu berubah ubah seperti sekarang.
Kevin juga tidak tanggung tanggu mengambil barang yang menurutnya menarik.
.
Masya Allah Tabarakallah, suami aku manis banget kalau lagi gini xixixi.
.
.
Maaf ya aku hanya spil tangannya doang heheee, ini juga buru buru fotoinnya takut ketauan takut marah, kan tau sendiri hanya Shanum yang bisa terang terangan mengambil foto tanpa ijin.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....