
Pulang dari kantor yang biasanya jam 6 atau jam 7 malam, kali ini jam 5 sore Kevin sudah siap siap untuk pulang.
"Wihhh mau kemana bos?, tumben amat jam segini udan nutup laptop biasanya masih teriakin gue", Raka baru sama mau memberikan berkas yang sudah dirinya kerjakan.
"Gue mau ke rumah sakit".
"Belum dapet maaf dari bu bos bwahahahaa pantes aja mukanya suram".
"Lo kalau mau ngeledek gak usah masuk ke ruangan gue".
"Ya maaf hahahaa, nih dari Shanum dia tadi pas lo ada tamu nitipin ini sama gue".
"Kenapa harus nitip?", Kevin menyengit heran, biasanya juga Shanum sering keluar masuk ruangannya.
"Dia buru buru di tlpon kakak nya, ibunya lagi ngamuk terus gak bisa di tenangin katanya".
"Lo mau susul dia kesana?".
"Gue banyak banget kerjaan Kev, tapi Shanum kasian juga biasanya kita kesana bareng".
"Gue gak bisa kali ini yang ada Nadira tambah benci".
"Ya lo urus masalah dan kelarin dulu biar gak terlalu lama, takutnya malah nanti minta pisah bisa gila kan lo kalau dia minta cerai".
"Jangan ngaur Raka kalau gak mau gue penggal kepala lo".
"Ya kan gue ingatin".
"Mati saja lo sana".
"Nanti lo butuh gue gimana".
"Gak guna".
"Bwahaha santai bro santai ampun dah gue, muka lo udah kaya baju abis di pakai di tumpuk dikeranjang cucian tau gak, kucel banget gue rasa kalau lo temui Dira dengan keadaan seperti ini yang ada ilfil dia".
"Ya gue mau mandi dulu lah, gak ada gue kesana dengan badan bau keringat", Kevin menapat tajam Raka.
Gila muka gue gak kucel kan, muka setampan ini di bilang kucel awas aja lo Raka gue kuliti langsung hidup hidup.
Sambil menyumpah serapah Raka, Kevin berjalan ke arah ruangan peribadinya, yang tadinya mau langsung rumah sakit karena sudah sangat merindukan Dira, gara gara ucapan Raka terpaksa harus menunda 30 menit.
Lagian tidak mungkin Kevin menemui Dira dalam keadaan kucel.
__ADS_1
Raka yang melihat Kevin masuk kedalam ruangan peribadinya tertawa puas, makan tuh bucin kan kalau udah bucin jadi agak be******go, untung lo bos gue.
.
.
Muka gue setampan ini, di bilang kaya baju habis di pakai lalu di tumpuk di cucian kotor, tolong bilangin ke cunguk Raka Ramdani suruh dia sikat dulu matanya supaya beresih, gue rasa kesalahan ada pada matanya.
"Guys gue udah siap nih mau nemuin istri tercinta gue, kira kira bawa apa ya?, emas permata, berlian dia gak suka, bunga sudah aku kirimin bunga kesukaan nya tadi siang, makannan baru saja aku kirimin juga, tas brand yang di rumah juga gak pernah di pakai karena berat mau bawanya, katanya itu uang semua jadi dia gak mau pakai".
"Bisa gila gue mikirin mau bawa apa kesana, ya Allah sudah jam 5 sore gue lupa belum shalat".
...My,Lovely,wife❤...
"Sayangku istriku tercinta mas baru selesai shalat dan berdo'a seperti yang selalu kamu ingatkan".
"Kangen banget di ingatin shalat sama kamu sayang".
"Mas mau kesitu kamu mau apa cinta?".
"Tinggal bilang mau apa sayang".
Nah kan kalau pesan WhatsApp cepet banget di lihatnya, aaaa kangen banget gue sumpah, fiks kali ini harus dapat peluk.
.
.
Ibu Nadira menganti kontak suaminya sekarang sudah beda namanya, duluan Mas,Kevin🖤, sekarang Kevin,Malik.
...Kevin,Malik...
"Harusnya sadar dengan kewajiban gak perlu di ingatkan suara adzan ada dimana mana".
"Mau ngapain kesini gak usah".
"Saya mau cerai!".
.
__ADS_1
Bujubuneng bu Dira gak ada lembut lembutnya sekarang ya hahahaa.
.
.
.
.
.
.
Pov Dira: Menurut kalian semua aku ini gimana?, aku udah sabar banget ngeliat suamiku sendiri di peluk wanita lain, aku aja gak pernah di peluk.
Aku udah sabar banget melihat suami senyum dan tertawa lepas dengan wanita lain, sedangkan denganku bicara hanya seperlunya saja tidak ada senyuman manis, tidak pernah melihat dirinya tertawa denganku.
Aku diam meskipun suamiku pergi makan malam bersama wanita lain, sedangkan masakan yang aku masak dia suruh kasih ke satpam depan apartemen.
Aku diam meskipun suamiku sering membelikan barang mewah ke wanita lain.
Aku diam dikala badan aku sedang tidak sehat bahkan di tanyapun tidak, dan ternyata suamiku pergi malah pergi liburan bertiga.
Yang paling membuatku sakit hati ternyata dia menikahiku karena ada tujuan.
Tujuan yang sangat menguntungkannya, hatiku sakit banget setelah mendengar bapak aku di cap sebagai pembunuh, aku hanya di jadikan boneka.
Hati siapa yang tidak sakit di bilang wanita kampungan, murahan kucel jelek, ya meskipun itu semua memang benar adanya, aku mengakui dan merasakannya, tapi jika kata kata itu keluar dari mulut orang lain aku tidak terima.
.
.
.
.
.
.
Bersambung............💋🖤
__ADS_1