
Sudah 2 hari ini Dira di antar jemput mertuanya, sebenarnya gak enak tapi ya mau gimana daripada dirinya berenti kerja, mau dapat hasil dimana Dira merasa ada nyawa yang harus dirinya tolong.
Kedua teman Dira sekarang mengetahui suami dan seperti apa kisah nya, hanya sedikit yang dirinya tutupi yang menurutnya hanya perlu Dira dan tuhan yang tau.
Ayumi dan mbak Lastri sudah tidak kaget kalau Dira di antar pake mobil bagus.
"Terimakasih pa", Dira menyalami mertuanya setelah turun dari mobil.
"Iya sama sama, papa gak ada uang cash nih", ucapnya terkekeh.
Papa Raden mersa sedang mengantarkan anak untuk sekolah.
"Hehe aku bukan mau sekolah pa".
"Yaudah hati hati ya kalau ada apa apa tlpon mama atau papa".
"Iya pa, terimakasih banyak maaf Dira ngerepotin papa".
"Gak apa apa jalan nya satu jalaur sama kantor papa ko, masuk dulu sana papa harus punya bukti ke mama kalau bisa anterin anak gadis nya dengan selamat".
Dira tertawa, ingat tadi sebelum jalan, kata mama Sarah harus ada bukti foto dari papa Raden kalau Dira sudah masuk kedalam toko.
Perlakuan kedua orang tua Kevin sangat jauh berbeda dengan perlakuan Kevin nya, itu yang membuat Dira diantara bertahan atau menyerah.
.
Pagi pagi Kevin mengirimkan pesan pada Dira.
...Mas,Kevin🖤...
"Hari ini kerja lagi?".
"Di antar siapa mama apa papa?".
"Jangan pergi sendiri keluar dari toko".
"Makan siang nanti gue yang pesannin".
__ADS_1
"Gue kaya gini karena lo masih jadi istri gue, jadi lo masih tanggung jawab gue sekarang".
Cih apasih gue bisa bisanya mengirimkan pesan lebih dulu, gerutu Kevin.
Akhhhh.... teriaknya melemparkan ponselnya ke atas kasur.
Mau di hapus tapi Dira sudah melihatnya, bodohhhh sangat bodoh batinnya.
.
.
...Nadira....
"Bareng sama papa mas".
"Gak usah aku bisa pesan sendiri atau titip ke Ayumi nanti".
"Iya aku tau gak di ingatin juga".
Ngarep apalagi Dira, gak usah terlalu banyak ngarep kan benar kata dia karena aku masih jadi istrinya, masih tanggung jawab nya.
Jangan terlalu memikirkan kisah ini Dira ayo fokus cari uang, ingat ada yang lebih penting kamu perjuangkan.
.
.
Ayumi yang melihat Dira melamun sambil menyusun bunga merasa heran, bulan bulan ini Nadira sering banget melamun, padahal biasanya ceria, ada pengunjung bawel pun terus di ladeni dengan baik dan senyuman.
"Nadira Nafisah yuhuuuuuuu kamu kenapa melamun terus, ada masalah lagi?", tegor Ayumi.
"Astagfirullohalazim Yumiiiiii kamu itu suka banget bikin orang jantungan, kaget tau".
"Tanya mbak Lastri tuh, aku dari tadi manggil kamu tapi gak nyaut nyaut, kamu kenapa?".
"Masa sih, emang iya mbak?", aku kenapasih suka gak sadar kaya gitu.
__ADS_1
"Udah lebih dari 5x Yumi manggil kamu Dira, kenapa ada masalah, bapak kamu sehat kan?".
"Alhamdulillah sehat, do'ain ya mbak supaya sehat terus".
"Aamiin", mbak Lastri dan Ayumi meng aamiin kan ucapan Dira.
"Terus kenapa melamun?, kamu itu gak seceria dulu", mbak Lastri lebih duluan mengenal Dira yang begitu ceria pas pertama kali masuk kerja.
"Aku sadar sudah dewasa mbak masa pecicilan terus hehee".
"Iya juga sih, tapi agak aneh iya kan Yumi, mending Dira yang dulu ceria gak banyak melamun".
"Iya nih kan asik ya mbak di ajak beli cilok nya".
"Hahaha itumah kamu yang suka banget sama cilok kita mah nggak yakan Dira".
Dira hanya tersenyum menanggapi ucapan mbak Lastri.
Apa benar aku banyak melamun, ayo Dira kamu kenapa selama ini memang hidup kamu gak baik baik aja kan, ya Allah aku juga kenapa memperumit masalah sendiri.
Kenapa tiba tiba masuk kedalam mobil orang yang sedang mabuk, andai waktu itu aku nurut sama Ayumi kalau nginap saja di kosannya pasti tidak seperti ini jadinya.
Mau bagaimana nasi sudah menjadi bubur semuanya terjadi atas kehendak Allah.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......💋
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment nya ya🙏😁