
Dira, mbak Lastri dan Ayumi minggu ini sudah janji jalan bareng sekedar cuci mata ke mall.
Kemarin dapat bonus lumayan besar dari bos jadinya mereka sepakat untuk keluar bersama.
Ketiganya asik ngobrol dan tertawa, apa saja yang menurut mereka lucu langsung di buat candaan.
Apalagi mbak Lastri yang emang dari kampung sangat sangat jauh dari kota, ini pertamakalinya masuk mall, bahkan naik eskalator saja hampir tidak bisa alhasil di gandeng sama Dira dan Ayumi.
"Nonton yuk mbak, Dira mau gak?", tanya Ayumi dengan heboh.
"Hayu atuh sekali kali aku nyobain masuk bioskop jangan cuma tau namanya doang", dengan semangat mbak Lastri langsung meng ayokan ajakan Ayumi.
Dira juga mau, karena hanya pernah 1 kali dirinya juga masuk bioskop, sekali kali untuk menghilangkan stres menghadapi berbagai cobaan hidup, selain mengadu kepada sang pemilik alam semesta di ata sajadah nya.
Ketiganya sudah memesan tiket untuk masuk, Dira membeli beberapa cemilan dan minuman bioskop.
Matanya menangkap 3 orang di antara ketiga itu ada 1 orang yang sangat sangat dia kenal, siapa lagi kalau bukan seorang Kevin Malik suaminya.
Pas kebetulan mereka duduk paling belakang lampu belum terlalu gelap.
Deg..... Ya Allah ternyata tadi pagi keluar dengan terburu buru untuk bisa jalan dengan Shanum dan Raka, bahkan sarapan yang Dira buatkan untuk Kevin juga tidak di makan.
Aku minta ijin keluar juga langsung dia iyakan tanpa mendengar aku selesai bicara.
Dira tidak bisa fokus dengan layar besar dan bagaimana alur filem di sana, Dira lebih ke fokus menatap suaminya yang diam saja meski di rangkul wanita lain.
.
Dia cantik, dia pintar ahhh dia sangat sempurna sangat jauh denganku, mereka cocok dan aku benar hanya orang luar yang tiba tiba masuk kedalam kehidupan mereka.
Tapi dia suamiku, bolehkah aku cemburu dan tidak ikhlas melihat suamiku dengan orang lain ya Allah ini sangat sakit.
.
.
Dira mengirimkan pesan pada Kevin.
Nadira.
__ADS_1
"Kalian memang cocok ya mas hehee".
"Aku jadi iri pengen banget berada di samping kamu seperti Shanum".
"Tapi apalah daya, aku hanya remahan sedangkan kalian permata tidak mungkin bisa aku imbangi".
Cemburu itu tidak enak ternyata, batin Dira sambil menatap sekeliling bioskop, semua yang ada di sana fokus ke layar tidak seperti dirinya.
.
Boleh kah aku teriak kalau aku cemburu, ya Allah kuatkan aku.
.
.
.
...Mas,Kevin🖤...
"Lo juga lagi nonton?, sama siapa?".
.
.
Huwhh bukan jawaban seperti ini yang Dira mau dari Kevin.
...Nadira....
"Gak enak takut jadi pengganggu".
"Hehee tapi aku minta satu ke kamu boleh mas?".
"Jangan mau di rangkul atau merangkul wanita lain, jujur aku cemburu melihat kalian berdua di sini".
Cemburu boleh kan itu suamiku.
__ADS_1
.
.
...Mas,Kevin🖤...
"Kenapa lo jadi kekanak kanakkan gini sih".
"Gue sama Shanum cuma sahabat doang gak lebih, gak usah lebai".
"Gue juga sudah suruh lo kesini gak mau".
.
.
.
Semua orang akhirnya bubar darisana karena filem yang mereka tonton sudah selesai.
"Dira kenapa atuh dari tadi diem aja?", mbak Lastri mengelus punggung Dira.
"Nggak apa apa mbak hehee, ayo kita cari kafe buat makan siang yuk, sesekali supaya kaya anak gaul hehehe", bohong hati dan pikirannya padahal sedang berkelana, memikirkan setelah ini Kevin Shanum dan Raka kemana lagi perginya, meskipun di sana ada Raka tapi Shanum lebih dekat ke Kevin.
"Muter dulu aja sebentar lagi ini baru jam 12 atau kalau nggak kita cari mushola dulu supaya makannnya nanti lebih tenang", saran Ayumi.
"Nah Yumi benar, yuk kita cari mushola dulu".
Lagi lagi selama mereka mutar mencari mushola, Dira melihat Kevin dan Shanum sedang berada di tempat sepatu, hanya ada Kevin dan Shanum, Raka entah kemana.
"Shalat yuk Dira biar lebih tenang", semangatnya pada diri sendiri.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......💋