
Menyambar kunci mobil lagi setelah dirinya lempar tadi karena kesal Dira tidak ada di rumah.
Bang*****sat, umpatan demi umpatan terus Kevin lontarkan saking kesal nya.
Kevin benar benar lupa, mengingat musuhnya sejak sma semakin menjadi membuat ulah, mau tidak mau dirinya harus bertindak dengan cepat.
Kevin langsung memarkirkan mobil dengan sembarang.
"Ma Dira mana?".
"Mau ngapain?, tadi aja di telpon gak di angkat ngebiarin isteri nunggu sendirian tanpa di kasih kabar".
Mama Sarah tau dari cctv, melihat mobil Kevin yang masuk gerbang rumah dirinya langsung keluar dari kamar.
"Sorry ma, aku tadi meeting jadi lupa".
"Meeting mulu, kerjaan mulu isteri juga butuh perhatian Kevin, kata mama juga kalau kamu gak bisa jadi suami yang baik, kembalikan dia kepada kedua orang tuanya".
"Maaaa jangan bercanda apasih, Dira mana?".
"Aku di sini, udah jangan ribut, aku mau nyoba nginep di rumah mama dulu malam ini mas".
"Dira ayolah sorry gue lupa, ayo pulang".
"Biarin dia di sini aman ko", saut mama Sarah lagi semakin kesal.
"Pa tolong dong, ma Dira itu isteriku jadi sudah wajar kalau Dira harus menuruti ucapanku".
"Iya dia isteri bukan untuk kamu jadikan boneka".
"Mama maaf sumpah aku lupa tadi ma, kalau mama gak percaya gimana keadaan perusahaanku silahkan tanya ke Raka, kami sama sama baru pulang".
"Mama udah biarkan Kevin dan Dira ngobrol sebentar, biarkan Dira yang milih, bukan papa ngusir Dira maaf ya".
"Iya pa gak apa apa".
"Awas ya kamu kalau mama tau kamu seperti ini terus mama yang akan bawa dia pergi".
__ADS_1
"Ma dia isteriku", kesal Kevin, entah kenapa tadi sore Raka dan sekarang mama nya yang mau memisahkan dirinya.
"Mas bicara sama mama gak begitu", Dira mengelus punggung Kevin.
Kesal marah sampai ubun ubun belum juga lupa dengan ucapan Raka yang mau menunggu dan merebut isterinya, sekarang mama nya sendiri dengan terang terangan juga akan memisahkan mereka.
"Sorry gue tadi lupa", melirik kesampingnya.
"Kenapa tlpon aku gak di angkat?".
"Gue juga tadi tlpon lo gak angkat, gue lagi pusing di kantor lagi ada masalah, perusahaan gue lagi ada masalah kenapa lo malah tambah bikin masalah".
"Salah aku ya mas?", hati Dira mencleos, salahnya aku dimana, aku bikin salah apa.
"Gak gitu maksud gue, coba aja lo tadi angkat tlpon dan balas pesan gak bakal begini jadinya".
"Maaf, ayo pulang", Dira langsung memalingkan wajahnya, setetes air mata jatoh dari pelupuk matanya tanpa permisi.
Kevin langsung narik tangan Dira keluar, tidak tau perasaan nya sangat kesal, padahal memang dirinya akan menceraikan Nadira jika sudah waktunya.
Selama dalam perjalannan pulang tanpa sepatah katapun yang Dira keluarkan, duduk juga di kursi tengah setelah perdebatan tadi sebelum naik mobil.
Lelah itu yang Nadira rasakan sekarang, dirinya ingin tidur ingin melupakan semua permasalahan ini.
.
.
.
Ke esokan harinya Dira seperti biasa bangun pagi membereskan rumah menyiapkan sarapan, menyiapkan baju untuk Kevin pakai kerja.
Suasana hatinya sudah lumayan bisa di ajak kerja sama.
Tapi tiba tiba mendapat pesan dari ibunya bahwa bapak nya sedang sakit, membuat wanita ini melemah lagi.
"Ya Allah pak sabar ya sebentar lagi uang Dira terkumpul tunggu 5 bulan lagi ya", batinnya menjerit.
__ADS_1
Dira baru saja mau pamit pada Kevin, kebetulan Kevin juga keluar dari kamar nya.
"Mau kemana?, ini belum waktunya berangkat kerja kan".
"Aku mau ijin pulang sebentar mas, boleh aku nginap disana?, kesehatan bapak lagi menurun".
"Tunggu gue antar kesana, untuk yang tadi malam gue benar benar minta maaf lupa banget".
"Iya gak apa apa mas".
"Sebentar gue ambil jas dulu".
"Tapi kamu belum sarapan mas".
"Gak usah biar gue suruh Raka beli nanti setelah antarin lo pulang".
"Aku udah bikin mau di bawa aja gak".
"Boleh".
Sebagai permintaan maaf pada Dira gara gara tadi malam, Kevin berniat mengantarkan isterinya pulang kerumah orang tuanya.
Menggunakan mobil menuju rumah Dira membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa like, commet juga silahkan ya😍