KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 57


__ADS_3

Dari semenjak datang ke rumah sakit Kevin terus mencuri curi kesempatan untuk semakin dekat dengan Dira, berbeda dengan Dira yang terus menghindar dan menjauh.


Ruang rawat pak Irwan sekarang sudah berada di kelas vip membuat lumayan nyaman dan luas, ada sopa besar ada kasur kecil untuk tidur, ada tv dan ada sekatan kecil di ruangan untuk menaruh makannan.


Nadira merasa sangat tidak nyaman karena terus menerus di tatap oleh Kevin, padahal sudah jam 10 malam sudah waktunya untuk tidur.


"Ngapain liatin terus?".


"Husttt pelankan suaranya sayang, ibu sama bapak sudah tidur", Kevin melangkah menuju Dira yang ada di kasur.


"Gak usah sayang sayang".


"Terus apa dong, panggil Bunda atau Mami kita belum bikin anak nya".


"Ngaur".


"Sayang maaf, udahan marah nya ya", Kevin berlutut di hadapan Dira muka laki laki itu terlihat melas mengharapkan belas kasihan.


"Siapa yang marah, ngapain kesini sanaa jauhan".


"Keluar yuk mas mau ngobrol sama kamu".


"Nggak, sudah malam waktunya tidur bukan ngobrol".


"Kamu gak mau dengerin penjelasan mas?".


"Gak usah di jelaskan saya udah tau semuanya, geser sana saya mau tidur"..


"Dosa mas banyak banget ya sampai kamu di pegang juga gak mau, mas gak mau pisah Dira ayo kita mulai dari awal lagi, maafin mas ya"..


"Mulai sana sama Shanum, bukannya tadi Shanum tlpon kamu minta kesana".

__ADS_1


"Lebih penting istri sama mertua disini, dia bukan siapa siapa sayang, Shanum cuma teman gak lebih".


Saking muak nya Dira langsung bangun dari duduknya untuk mengambil minum, tenggorokannya terasa kering tercekat.


Cih bukan siapa siapa, tadi apa mukanya terlihat panik saat di tlpon Shanum, bahkan langsung transfer biaya untuk keperluan Shanum dan ibunya disana.


Sebenarnya aku di anggap istri atau tidak sih, memang itu bukan uangku tapi disini aku istrinya dan di situ ada hak aku, kenapa Kevin tidak ijin padanya kalau benar menganggap Nadira istrinya.


Udah gak ada yang perlu di pertahankan bukan, terus terusan seperti ini malah akan membuatku sakit hati yang kesekian kalinya.


Kevin yang di tinggalkan hanya bisa pasrah, menatap punggung istrinya bahkan dari ujung kaki sampai ujung kepala.


.


.


.


Pagi tadi saat bangun tidur Dira sudah tidak ada di ruangan sana, Kevin bertanya pada mertuanya, ternyata Dira pulang dulu ke rumah orang tuanya untuk mengambil barang.


"Apa yang harus gue lakukan Ka?", sudah dua kali minta maaf tapi Dira tidak meresponnya sama sekali, di tanya marah atau tidak selalu bilangnya siapa yang marah setelah itu membuang muka.


Punggung pegal karena tidur di sopa Kevin membuatnya sedikit susah untuk menggerakan leher.


"Kali ini gue angkat tangan, Dira itu cewek langka Kev, dia tidak suka kemewaha, tidak suka dengan barang barang brand jadi sangat susah untuk merayunya, tidak seperti merayu wanita lain yang akan luluh hanya dengan uang atau barang".


"Seperti itulah dia", Kevin menunduk lesu padahal jadwalnya sebentar lagi meeting.


"Lo harus buktiin, tunjukin kalau lo suka dan cinta sama dia, gue rasa hanya ketulusan lo yang akan meluluhkan hatinya".


"Hati gue udah buat dia semua".

__ADS_1


"Berhenti lo memberikan effort ke orang lain apalagi ke Shanum, bisa jadi dia cemburu, selama ini kita memang terlalu dekat dengan Shanum, terutama lo yang seharusnya memahami bagaimana perasaan istri lo".


"Apalagi yang harus gue hindari Ka?", apa iya Dira cemburu ketika gue dekat dengan Shanum, apa dia sudah mencintai gue juga.


"Lo batasi interaksi dengan setiap wanita mau siapapun itu meskipun teman bisnis dan tunjukan pada semua orang kalau lo sudah menikah".


"Akan gue lakuin Ka", angguk Kevin dengan mantap.


"Semoga berhasil bro, gue bahagia jika liat lo bahagia".


"Thanks lo yang gak pernah bosan dengan sikap gue selama ini".


"Hahahaa gak ada apa apanya di bandingkan jasa lo yang begitu banyak untuk gue dan semua keluarga".


"Lo mau gantiin gue ke luar kota hanya 1 hari?, kalau gue yang pergi takutnya Dira mengira gue pergi nemuin Shanum".


"Ini proyek penting dan besar Kev, kita baru saja mengalami kerugian yang lumayan besar, gue merasa belum mampu".


Huwhhh Kevin menghembuskan napasnya dengan kasar, kenapa semuanya serba bentrok, kenapa semuanya tidak berpihak padanya, selalu dan selalu saja tidak sejalan dengan rencananya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......💋


Jangan lupa like😘


__ADS_2