KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 59


__ADS_3

Waktu sudah sore waktunya pak Irwan makan, namun menolak untuk makan, karena pak Irwan merasa sudah bosan dengan makan, makannan yang di sediakan oleh rumah sakit, padahal biasanya tidak pernah seperti ini.


Akhirnya Dira membeli bubur yang ada di depan, di saat sedang menunggu tiba tiba di kagetkan dengan suara yang membuat nya benar benar kaget.


"Hai kita bertemu lagi di sini", sapa seorang peria yang hampir paruh baya.


Deg,,,,,,, Astagfirullohalazim pak Ricko, batin Dira.


"Siapa yang sakit?, kenapa kamu ada di sini?".


Ya Allah, ya Allah badan nya sudah bergetar bahkan air matanya sudah mau tumpah.


"Tidak ada yang sakit, hanya kebetulan saja lewat sini", jangan takut jangan takut ayo Dira, menyemangati diri sendiri.


"Oh kalau gitu ayo pulangnya saya antar", Ricko tersenyum badannya semakin di pepetkan dengan tubuh Dira.


Dira yang sedikit paham dengan gerakan Ricko langsung melimpirkan badannya ke samping tukang prnjual bubur, untung penjualnya seorang wanita.


"Lo ganggu istri gue, gue balasnya akan lebih gila dari yang lo kira Ric", Kevin menepuk pundak Ricko lumayan keras.


Disana sangat rame bahkan ada beberapa mata yang menatap mereka.


"Hahahaa santai pak Kevin saya hanya menyapa istri anda", ucapnya, tersenyum mengejek ke arah Kevin.


Langsung berlalu dari sana, bukan waktu yang tepat, batin Ricko sebab di sana terlalu rame, reputasinya akan buruk jika membuat keributan di depan umum.


Cih Kevin berdecih, Ricko benar benar sudah gila dengan segala cara nya untuk meruntuhkan Kevin.

__ADS_1


"Sudah?", tanya Kevin, Dira mengangguk tanda iya.


Untung saja Kevin datang di waktu yang tepat.


"Lain kali jangan keluar sendiri ya", mengusap punggung Dira sambil berjalan.


Dira menyautnya hanya dengan anggukan.


Sampai ke ruang rawat pak Irwan Dira langsung menyuapi makan bapak nya, tanpa memperdulikan Kevin ada di sana.


"Nak biar ibu saja", bisik bu Irma.


"Dira aja bu gak apa apa".


"Lihat suami kamu sepertinya sangat lelah, tadi pas datang kesini melihat kamu gak ada dia langsung lari keluar lagi".


Memberikan mangkuk bubur pada bu Irma, Dira berjalan ke arah sopa.


"Kalau capek pulang aja sana di sini gak bisa istirahat dengan nyaman".


Bukannya jawaban yang keluar dari Kevin, Dira malah mendengar dengkuran halus dari laki laki itu.


Melihat jam sudah hampir jam 6, Dira membiarkan Kevin tidur 5 menit lagi sebab sudah mau maghrib.


Menatap jarum jam menghitung menit, sebenarnya sungkan untuk membangunkan, namun ada kewajiban yang tidak boleh di tinggalkan.


"Bangun sudah maghrib shalat dulu", menggoyangkan bahu Kevin.

__ADS_1


"Hahhh", kaget Kevin, langsung mengelus dadanya, namun setelah sadar bahwa yang membangunkannya Dira iya langsung tersenyum.


Dira langsung berlalu ke arah kamar mandi, tidak mau melihat Kevin tersenyum padanya, kenapa?, kenapa baru sekarang laki laki itu menunjukan senyumnya, kemarin kemarin kemana saja, itu yang Dira tanyakan pada dirinya sendiri.


Sabar Kev sabar akhh baru di pegang pundak saja Kevin sampai mengusap usap bekas tangan Dira sambil tersenyum.


"Kalau capek pulang saja nak istirahat di rumah biar nyaman, bukan ibu ngusir kamu, ibu hanya kasihan melihat kamu yang terlihat sangat lelah".


"Iya bu", Kevin mengangguk, kalau di bilang capek, sangat sangat capek setelah meeting dan berusaha keras untuk menarik investor agar percaya dan mau bekerja sama dengannya, Kevin langsung meninjau beberapa pabrik produksi dan bahkan di bandara juga lari lari mengejar waktu pesawat agar tidak tertinggal.


Salah satu perjuangan Kevin antara pekerjaan dan keluarga harus sama sama di perjuangkan.


Perlu sabar dan perjuangan yang keras untuk bisa mengambil kembali hati yang sudah retak dan hampir rusak.


.


.


.


.


.


Bersambung................💋


Jangan lupa like dan comment yaaa🙏

__ADS_1


Terimakasih banyak buat pembaca setia❤❤❤❤


__ADS_2