
Galang sudah sampai Jakarta dari kemarin, iya langsung mencari tau dimana Kevin berada, setelah mengetahuinya Galang langsung mendatangai Kevin ke apartemen.
"Tunggu dan sabar sebentar gue sedang mengurus semuanya Lang", awalnya suara Kevin melemah.
Tidak becus sekali, mengurus masalah seperti ini saja sampai berminggu minggu, Kevin mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apa yang terus lo tunggu hah, kecewa gue sama lo Kev, ucapan lo gak sesuai kenyataan selama ini".
"Lang semuanya butuh proses, masalah yang sudah bertaun tauh tidak bisa begitu mudah untuk di kuak kembali".
"Bukti sudah ada Kevin", teriak Galang memenuhi ruangan di sana, "Atau lo memang sudah cinta sama dia, cih lo bajingan pecundang penghianat Kevin".
"Gue butuh waktu, kita jangan gegabah menghakimi orang hanya dengan bukti yang terpotong potong, pak Irwan juga sudah menjalani hukuman 1 tahun penjara dulu".
Hahhh pak Irwan, maksud Kevin apa?....... Dira tidak bisa mencerna apa yang Kevin ucapkan tadi.
"Hahahaaa enak sekali hidup dia, hanya mendapatkan 1 tahun penjara, sedangkan orang tua dan kedua adik gue lenyap seketika".
Deg.....Lang,, apa dia,,, Dira menggelengkan kepala, apa dia kak Galang!......
Meskipun Dira masih kecil tapi ingat dengan jelas sosok anak laki laki yang sudah menganggapnya sebagai adik.
Apa mereka punya rencana,,, maksudnya pak Irwan.
Deg lagi lagi yang mereka sebut Irwan, kematian keluarga....... Jantung Dira berdenyut nyeri pedih sakit, apa yang mereka maksud bapak.
Dira berlutut di depan pintu apartemen sana, suara Galang dan Kevin sangat sangat terdengar jelas olehnya.
Berusaha berdiri, mengingat bagaimana nasib nyawa bapak nya sekarang.
Mengusap air mata yang sejak tadi tidak berhenti turun, mengapa seperti ini, itulah yang ada dalam benak Dira.
__ADS_1
"Permisi", ucap Dira sambil berlari masuk kedalam kamar yang biasa dirinya tempati.
Tidak ada cara lain, jika tidak mengambil dompet bagaimana cara dirinya untuk membayar pada pihak rumah sakit nanti.
Kevin terdiam menatap pintu yang tadi Dira banting dengan kasar, melihat dengan jelas bahwa istrinya sedang menangis, apa Dira mendengar semuanya tadi.
Bagaimana cara dirinya menjelaskan ini semua nanti, Kevin terduduk lesu di lantai, Galang sudah di pegang oleh ketiga pengawalnya seperti biasa.
"Mau kemana?", tanya Kevin ketika melihat Dira keluar dari kamar.
Dira hanya melirik sekilas pada laki laki yang terduduk di lantai, menatap nanar pada orang yang sedang menatap sengit padanya.
Berdiri sejenak menatap Kevin dan Galang bergantian, setelah itu Dira berlari keluar dengan cepat.
Sakit melihat keduanya, meskipun penglihatannya sedikit buram karena air mata, tapi Dira melihat benar laki laki yang sedang di pegang oleh 3 orang itu Galang, wajah laki laki itu tidak berubah, tai lalat yang ada pada dagu nya masih ada terlihat disana.
Kevin yang Dira anggap sebagai suami dan Galang sebagai kakak, sekarang tidak ada kata itu lagi Dira benci pada kedua manusia itu.
Tidak ada seorangpun orang luar yang bisa Dira percaya, semua orang jahat padanya.
Selama perjalannan menuju rumah sakit meskipun di tanya oleh sopir taxi Dira tidak bicara sama sekali.
Jahat kamu mas, akhhh aku benci kamu mas aku benci kenapa harus ada cinta yang tumbuh di hatiku.
Bodoh nya aku selama ini, bahkan sudah berkali kali di ingatkan juga.
Dira terus menangis bahkan memukul dadanya yang semakin sesak.
.
Sampai rumah sakit langsung berlari, sudah sangat hapal kemana arah jalan yang biasa bapaknya di rawat.
__ADS_1
"Ibu", panggil Dira dengan lirih hampir tidak terdengar.
"Nak, ya Allah Dira bangun sayang, ayo bangun nak jangan membuat ibu tambah khawatir".
Sampai rumah sakit pas memeluk ibunya Dira tidak sadarkan diri membuat bu Irma tambah panik.
"Ya Allah nak bangun Dira, kamu kuat sayang, nak bangun jangan bikin ibu tambah takut Dira".
Bu Irma memeluk Dira sampai tersungkur karena menahan bobot badan Dira tidak kuat.
Ya Allah cobaan terus tidak ada hentinya pada keluarga hamba, dosa apa yang hamba buat selama ini, rasa takut karen melihat suaminya kini di tambah lagi anak semata wayangnya tidak sadarkan diri.
Sebagai seorang istri sekaligus ibu, bu Irma merasa sangat hancur dunianya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......💋
Buat yang minta tambah👍❤❤❤
__ADS_1
Terimakasih udah setia baca, jangan lupa like ya😘😍