
Kevin sedang berada di rumah nya, tentang berita yang beredar kemarin tentu saja keluarganya tau.
setelah datang langsung masuk ke ruangan kerja papa Raden, seingat Kevin hanya pernah masuk dua kali ke ruangan ini.
"Kevin apa benar berita kemarin?", pertanyaan papa Raden langsung ke poin pertama.
"Tidak pa, semuanya sudah aku urus, hanya belum bisa mencari orang yang menyebarkan isu nya".
"Kamu harus lebih hati hati saingan sekarang semakin banyak, kamu juga harus bisa melindungi istrimu, jangan mengambil keputusan jika sedang marah".
"Iya pa", Kevin mengangguk, hatinya merasa tergelitik mendengar harus melindungi istri.
Cih apa benar harus iya lindungi, sampai sekarang bahkan masih belum ada titik terang.
"Papa mau tanya jawab jujur Kevin, apa kamu pernah bertemu Galang?, apa yang kamu tau tentang dia dan keluarganya".
Haihhh kalau papa Raden tau bisa bisa semakin rumit urusannya.
"Ya aku sekarang sedang mencari tau kejadian teka teki itu pa".
"Bagaimana kabar Galang, dimana dia sekarang?".
"Galang baik, sedang berada di Malaysia, dia akan datang di waktu yang tepat menurutnya".
"Sama siapa kamu kerja sama nya?, apa yang kalian rencanakan".
"Handoko pa, aku hanya ingin mencari tau kebenarannya".
Papa Raden tidak mengetahui kalau Irwan sopir yang membwa kedua orang tua Galang itu Irwan besannya sekarang.
Irwan sekarang terlihat lebih tua darinya tampilannya jauh berbeda, dulu juga tidak begitu kenal mungkin hanya pernah sekali atau dua kali ketemu, pas kejadian kecelakaan dirinya sedang berada di luar negri, jadi tidak begitu mengetahui bagaiman keronologi yang sebenarnya.
Begitupun Kevin yang masih sama sama kecil seperti Galang.
Galang hanya mengetahui dari sebuah simpannan rekaman cctv, di bantu om Bagas mencari tau dimana Irwan setelah di penjara, ketemu Dira anak nya pak Irwan maka dari itu Galang minta bantuan pada Kevin.
Mengangguk tanda oke, Handoko lumayan bisa di percaya bahkan beberapa kali dirinya juga bekerja sama dengan Handoko.
__ADS_1
.
.
.
Oke embali ke topik.......
"Apa Dira tau tentang kejadian kemarin?", kali ini mama Sarah yang bertanya, setelah tadi beliau diam mendengarkan suaminya yang lebih dulu bicara.
"Sepertinya tidak".
"Maksudnya?, bukannya kalian suami istri Kevin, mama heran apa sih tujuan kamu itu, anak orang jangan kamu jadikan boneka Kevin, Dira juga punya hati".
"Iya aku tau ma, setelah semuanya jelas aku akan menjelaskannya, mama sama papa cukup berperilaku baik padanya, karena dia baik hanya aku yang tidak begitu baik padanya".
"Bingung mama sama jalan pemikiran kamu Kevin".
"Ma aku mohon ini caraku ini jalanku, aku rasa aku juga tidak melukainya".
"Ya pisik nya kau tidak lukai, tapi hati dan batinnya apa kamu tau itu".
.
.
.
Di negara tetangga Galang sudah demakin tenang, bisa di ajak bicara lagi.
Galang sedang berada di rumah bersama Om Bagas dan tante Mawar.
"Aku kenapa lagi om?", seperti itulah Galang tidak sadar jika sedang kambuh.
"Galang sini dekat tante, lebih tenangin diri ya".
Galang mendekat, menangis di pangkuan tante Mawar yang tidak pernah lelah mengurusnya.
__ADS_1
"Kamu kan sudah janji sama tante kalau bisa meredakan amarah, ayo nak kamu sekarang sudah harus bangkit jangan menyimpan dendam terus menerus, hiduplah dengan layak dunia ini luas, perlahan ambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik mu, kecuali mereka yang sudah tenang di surga".
"Maafkan aku selalu merepotkan om dan tante".
"Kamu tidak pernah merepotkan, tante hanya ingin kamu bangkit sehat dan bahagia, hilangkan semua kebencian dan dendam yang terus menerus bersemayam di dada kamu Galang".
"Aku sudah berusaha, susah sekali menghilangkannya", Galang menepuk keningnya.
"Kevin membantu kita untuk mencari tau kebenarannya, om merasa dari semua bukti ini ada yang janggal".
"Ayo kamu harus sehat, harus bangkit kamu sudah dewasa sudah waktunya mencari dan membuat kebahagiaan sediri Lang, bukan tante tidak merasa apa yang kamu rasakan, tapi kalau kamu kaya gini terus mau sampai kapan, kamu juga berhak bahagia, om Bagas tidak sehebat Ayah kamu, dia tidak bisa mempertahankan yang seharusnya hak milik kamu".
"Apa si bajingan itu mengambil semua harta yang Ayah punya Om selain rumah".
"Di situ om merasa janggal Lang, ternyata Irwan tidak mengambil harta yang ayah kamu punya sepeserpun, yang om tau sekarang semua harta kekayaan pak Adam yang pegang".
Apalagi ini kenapa semakin rumit, kenapa semua menjadi di tangan Om Adam yang notabenya hanya sepupu ayah.
"Kenapa semakin rumit om".
"Itu yang semakin membuat om bingung Lang, apa kamu punya rencana dengan Kevin?".
Galang menggeleng, tidak mungkin dirinya jujur ke om Bagas bahwa akan balas dendam pada Irwan, pasti akan di halangi, rencana ini hanya dirinya dan Kevin yang tau.
Selama ini om Bagas tidak memikirkan apa yang terjadi di negaranya, dan seperti apa harta warisan yang di tinggalkan kedua orang tuanya Galang yang ada di sana, om Bagas belasan taun bekerja dan merawat Galang tidak kenal lelah.
Sempat tidak ada harapan bahwa Galang akan bisa sembuh dan bisa di ajak bicara seperti sekarang, usaha dan kerja keras bersama istrinya membuahkan hasil meskipun menunggu hampir 17 tahun.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.........💋