KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 20


__ADS_3

Pulang dari kerja Dira dengan cepat membersihkan diri, sebelum itu dirinya mengirimkan pesan terlebih dahulu pada Kevin.


Tidak ada balasan dari Kevin padahal sudah lewat jam 6, seharusnya Kevin sudah sampai di apart sebab tidak begitu jauh dari kantor Kevin ke apartemen yang mereka tempati.


Dira sudah siap bahkan tadi dirinya ijin pulang lebih cepat karena tidak mau membuat suaminya menunggu terlalu lama.


.


Sudah jam 7 namun Kevin masih belum tongol juga.


...Nadira....


"Mas kamu dimana?".


"Katanya mau jemput aku bareng ke rumah mama".


"Kamu gak jadi kesana?".


"Mas Kevin ayo mama sudah dari tadi tlponnin aku terus, kita udah di tungguin".


.


Sudah jam 7 lewat pada akhirnya Dira di jemput sopir mama Sarah.


Kecewa, pasti sebab Kevin sudah janji padanya mau ke rumah mama Sarah bareng, kalau saja dirinya nurut sama Kevin nungguin di toko bunga mungkin sudah kering karena nunggu terlalu lama.


Di tlpon tidak bisa pesan juga tidak di baca, entah sedang apa Kevin sekarang.


.


Sampai ke rumah mama Sarah di sambut dengan baik oleh keduanya, papa Raden juga tersenyum hangat menyambut menantunya.


"Assalamua'laikum ma pa", menyalami keduanya.


"Walaikum salam", ucap keduanya serentak.


"Sini Dira, mama udah tungguin dari tadi ya ampun benar benar tu anak ya gak bisa di pegang janji nya".


Kesal dengan anak nya karena tidak bisa nepatin janji.


"Mungkin mas Kevin lagi sibuk ma", tetap tersenyum di hadapan mertua mau seperti apapun kondisi hatinya.


"Sesibuk apasih, begitulah suami sibuk kerja sampai lupa bawha isteri di rumah sedang menunggu setidaknya di kabarin pada kebiasaan emang".


Sindiran untuk papa Raden yang selalu sibuk jarang ada waktu untuk isteri.


"Udah udah yuk makan yuk, papa udah laper nih".


Mengalihkan pembicaraan daripada dirinya semakin terpojok.


"Iya ayo Dira belum makan kan?".


"Iya ma belum".


Ketiganya makan dengan lahap karena memang sudah dari tadi menahan laper demi bisa makan bersama.


Selesai makan sambil nonton di ruang tengah sambil mama Sarah banyak bercerita apa saja yang dirinya lakukan selama 2 minggu di luar kota.

__ADS_1


Dira lupa mengecek ponselnya ternyata ada beberapa peaan masuk.


.


...+6282611*****8...


"Meeting dadakan with Kevin😍".


.


.


"Karyawan ++ ya gini di saat yang lain pulang kerja nah kita di ajak meeting"


"Ehh sorry Nadira ya gue salah kirim aduhhh".


"Tadinya gue mau kirim ke sahabat gue yang super kepo dengan bagaimana cara kerja gue selama ini".


"Sorry ya gak sengaja".


.


Dira yang melihat pesan dan Gambar yang di kirimkan Shanum hanya bisa membuang napas perlahan.


Kevin cuma bilang teman, tapi kenapa Shanum seolah lebih dari teman.


...Cewek,Kampungan...


"Sebegitunya ya mbak mau nunjukin suami orang ke sahabat kamu sendiri".


"Menurutku sih kamu seharusnya malu memamerkan suami orang".


.


Cih awas saja lo Nadira gue akan bikin peritungan sama lo, hahahaaa lo pikir bakal dapetin Kevin, nggak akan gue lepasin Kevin punya gue, Kevin milik gue dari dulu.


.


.


Ya Allah segitunya banget sih dia mau dapetin suami aku, tolong jagakan suamiku ya Allah engkau maha tau apa yang hamba mau, engkau maha tau bagaimana yang terbaik untuk hamba.


"Istirahat di kamar Kevin aja Dira", ucap mama Sarah.


Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, sudah waktunya istirahat.


"Dira mau di kamar yang kemarin aja ma boleh?".


"Loh kenapa di kamar Kevin kan lebih gede".


"Iya di sana lebih luas, tidur di sana aja", timpal papa Raden.


"Gak enak ma pa kalau gak ada mas Kevin nya".


"Kalian sudah suami isteri kenapa begitu, semua yang Kevin miliki ya kamu juga pemiliknya Dira".


"Gak apa ma, Dira di kamar yang kemarin aja boleh ya".

__ADS_1


"Yaudah gimana nyaman nya aja ma jangan di paksa, biarkan dia nyaman tetlebih dahulu".


Dira masuk ke kamar tamu yang 2 minggu lalu dirinya tempati, merebahkan badan di kasur yang begitu luas.


Baru saja memejamkan mata, ada panggilang masuk kedalam ponselnya.


Beberapakali panggilan dari Kevin, Dira abaikan.


.


.


Kevin baru saja sampai ke apartemen, biasanya masih terdengar suara tv dari kamar Dira.


Biasanya ada makannan di dapur, tapi kali ini kamar Dira terbuka dengan lebar, penghuninya tidak ada di sana, sudah Kevin teriakin juga masih tidak muncul.


Lupa kalau ponsel dirinya tadi sebelum meeting di silent.


Bangsat gue lupa sumpah, umpat Kevin.


Haihhh kenapa harus lupa sih, astaga gak kebayang gimana mama ngomel nanti ke gue, Kevin melihat jam sudah mau menunjukan jam 11 malam.


...Nadira....


"Lo dimana?".


"Angkat tlpon gue Dira".


"Heii cepetan angkat jangan bikin gue panik gini, lo di rumah mama kan?".


"Nadira sumpah gue lupa sorry".


"Gue lagi banyak kerjaan banget di kantor".


"Nadira balas pesan gue jangan cuma di liat doang".


"Gini ya sikap isteri sama suaminya, gak ada isteri dapat pesan dari suami hanya di baca doang".


"Lo di rumah mama kan gue otw jemput ke situ".


"Sorry sumpah gue lupa banget".


"Lo mau beli apa gue turutin deh, lo suka bakso kan ayo kita cari bakso pulang dari sana, lo mau bunga kan gue beliin mau yang segede apa".


.


Yang lagi meeting sampai lupa kalau punya janji sama isteri.



.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung........❤❤❤❤


__ADS_2