KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part, 32


__ADS_3

Kevin menjalankan mobilnya dengan santai menuju salah satu tempat yang 3 bulan lalu dirinya kesana.


Memarkirkan mobil di depan rumah lumayan mewah, rumah yang jarang orangnya tempati selama ini.


"Hai bro lo sudah sampai?".


"Hmmm gimana kabar lo?".


"Gue baik apalagi lo sudah bantuin gue thnks Kevin".


"Santai sama gue".


"Gimana dia?".


"Seperti yang lo rencanain, gue jalannin sudah jangan bahas itu dulu".


"Santai bro hahahaaa lo kaya gak tau gue aja".


Akhirnya satu persatu gue bisa selesaikan dengan baik, keluarga gue pasti senang dengan terbalasnya semua kesakitan mereka.


"Gue mau tanya sama lo lang, apa lo sudah mencari taunya dengan benar dan detail?".


"Hahahaa lo ini ngelindur ya Kev, coba lo pikir kalau dia tidak niat membunuh keluarga gue terus kenapa dia masih hidup santai sampai sekarang, sedangkan orang tua dan adik adik gue semuanya meninggal di tempat itu juga".


Kevin menggeleng, entah dia sekarang tidak begitu yakin tidak seperti saat pertama di beri tawaran oleh Galang.


Kevin dan Galang sahabatan dari sejak kecil, sama seperti dengan Raka, hanya saja Raka dan Galang tidak terlalu akrab karena merka jarang bertemu begitupun orang tua mereka tidak saling kenal.

__ADS_1


Kevin merasakan apa yang Galang rasakan dulu, begitupun dirinya sangat merasa kehilangan keluarga Galang, apalagi dua adik kembar yang sudah dirinya anggap adik sendiri.


"Lo beri gue waktu untuk mencari tau dalang dari semua ini, jika benar dia pelakunya bahkan dengan tangan gue sendiri yang memberi kesakitan lebih dari yang keluarga lo rasakan".


"Cih nunggu apalagi lo, jangan bilang lo jatuh cinta dengannya, penghianat sekali lo Kev", Galang mulai emosi.


"Gue tidak bicara seperti itu lang, tapi kita selidiki dulu dengan benar, gue akan menguak kejadian 15 tahun silam itu, gue akan mencari tau siapa dan apa tujuan mereka selama ini".


Kevin juga merasa sangat emosi, tidak tidak mungkin itulah yang ada dalam lubuk hatinya sekarang.


Keduanya sudah sama sama emosi, bahkan Galang sudah di amankan kedua penjaganya.


Setelah kejadian 15 tahun silam, emosi Galang selalu meledak ledak tidak terkontrol, kepergian keluarganya secara tiba tiba membuat laki laki berumur 27 tahun itu mempunyai gangguan mental, dan lebih parah nya dari pihak keluargapun tidak ada dukungan untuk nya.


Galang di besarkan dan di didik oleh asisten peribadi Ayahnya, bahkan di obatin dan dibawa ke luar negri juga.


Melihat Galang seperti ini membuat Kevin juga tambah murka, tapi ada setitik dalam hatinya yang tidak bisa iya pungkiri, setitik yakin kalau bukan bapak Dira pelaku dari ini semua.


.


.


.


Keesokan harinya Kevin berangkat lebih pagi dari biasanya, bahkan Dira juga masih membersihkan apartemen Kevin sudah keluar lengkap dengan pakaian kerja nya.


Tanpa mengatakan sepatah katapun pada Dira dirinya melewati wanita itu begitu saja.

__ADS_1


Ini memang sudah bukan hal yang aneh untuk Dira, jadi wanita itu terlihat biasa saja, hanya sedikit heran karena muka Kevin terlihat emosi dan menahan amarah.


Pagi sekali Kevin mendapat kabar bahwa keadaan Galang memburuk, mereka akan membawa dan menenangkan Galang lagi.


"Om akan membawanya lagi Kev, kamu cari tahu dan bongkar semuanya, om percaya kamu bisa".


"Aku titip Galang om, maaf dia seperti ini lagi karena aku".


"Tidak apa apa kita pecahkan semua ini dengan cepat agar dia sedikit tenang, tolong bantu om".


Peria tua itu terlihat lelah.


Miris melihat Galang acak acakan, bertapa hancurnya hidup Galang selama ini.


.


.


.


.


.


Bersambung...........💋


Jangan lupa like, silahkan comment juga😊

__ADS_1


Apalagi kalau kasih bunga Utor Alhamdulillah😘


__ADS_2