
Raka masih diam mencerna apa yang tadi Kevin ceritakan padanya, sambil menggeleng merasa tidak mungkin, tidak percaya.
"Gue masih belum percaya, sulit untuk percaya apa yang lo ceritakan tadi sama gue Kev", Raka merasa sangat kaget.
"Ya sama gue pun seperti itu, nyatanya bukti cctv juga ada", Kevin menghela napas dengan pelan.
"Kita cari tau yang sebenarnya Kev, gue rasa beliau tidak mungkin seperti itu, melihat dari tampangnya saja rasanya tidak mungkin".
"Bantu gue Ka, gue perihatin melihat Galang seperti tadi malam, gak tega sumpah, satupu tidak ada dari pihak keluarganya yang perduli".
"Maksud lo?".
"Ya Galang di rawat oleh asisten Ayahnya sampai sekarang, Om Bagas dan istrinya memilih tinggal di Malaysia untuk menjaga dan merawat Galang".
"Tunggu tunggu, gue semakin curiga Kev, coba lo pikir masuk akal atau tidak kalau pihak keluarganya seperti itu".
"Dari situ gue juga sedikit curiganya, tapi bukti ada beberapa mengarah ke pak Irwan ".
"Huwhhh sebentar gue mikir dulu", Raka mengetuk ngetuk kening nya.
Raka akhirnya mengetahui tujuan Kevin mengapa menikahi Nadira dengan tiba tiba, dan parahnya tidak berperilaku baik pada istrinya.
Sulit untuk Raka terima juga jika ceritanya serumit itu, tapi rasanya sangat tidak mungkin pak Irwan punya peribadi yang sangat buruk seperti yang ada dalam cerita Kevin.
Pantas Kevin selama ini diam jika di tanya apa tujuannya, kenapa tega nyakitin anak orang.
.
__ADS_1
Parahnya keluarga dari pihak Ayah Galang mengklaim bahwa mereka yang membawa dan merawat Galang, dengan segala aset juga mereka yang mengelola.
Galang yang malang nyatanya di buang tengah malam di tengah hutan dengan keadaan sedang sakit tidak sadarkan diri.
Padahal dulu dirinya memilih tinggal di rumah peninggalan kedua orangtuanya sendirian.
.
Informasi yang pak Bagas dapat dari cctv yang terakhir masuk ke garasi mobil pak Irwan bapak nya Dira, begitupun yang masuk ke ruangan kerja terakhir pak Irwan juga.
Pak Irwan sopir peribadi keluarga Galang yang sudah bertaun taun kerja di sana, bahkan mereka sangat akrab.
Kedua orang tua dan adiknya Galang kecelakaan mobil saat mau pergi berlibur, hanya pak Irwan yang selamat dari kecelakaan maut itu, sedangkan Galang memilih untuk diam di rumah pas kejadian itu.
.
Ternyata lahan tersebut milik orang tua Galang, tidak bisa secara langsung di ambil alih olehnya, maka dari itu Kevin menunggu persetujuan dari Galang sebagai pemilik lahan tersebut.
Belum lama rencana itu tersusun rapih.
Tiba tiba Galang datang minta tolong dan minta bantuan padanya agar dendamnya terbalaskan, jika rencana mereka terselesaikan dengan rapih maka imbalannya lahan tersebut dengan sah akan Galang berikan pada Kevin.
Dengan cepat Kevin mengiyakan tanpa mengetahui penyakit yang Galang derita sampai sejauh dan separah ini.
.
.
__ADS_1
"Mau bagaimanapun kita harus cepat selesaikan ini Kev, gue memang tidak begitu kenal dengan Galang, tapi gue sebagai manusia yang punya hati tidak tega dengan keadaan nya selama ini".
"Lo bantu gue Ka".
"Gue akan bantu lo semampu gue Kev, semoga saja ada titik terang dan semua ini kenyataannya tidak seperti apa yang ada dalam cerita lo tadi".
"Ya", ucap Kevin lesu.
Entah mengapa Kevin juga merasa sangat berat jika benar pelaku dan dalang dari semua ini pak Irwan, ayahnya Dira.
"Kalawpun iya pak Irwan pelakunya, Dira tidak tau apa apa dia tidak punya salah Kev kenapa harus dia yang nanggung semua ini".
Kevin tidak bisa bicara apa apa, tapi yang Galang rasa lebih hancur daripada apa yang Dira rasakan sekarang, tidak adil rasanya jika hanya sebelah pihak yang merasakan hancur sehancur hancurnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.....💋
Jangan lupa like ya, terimakasih buat yang sudah sempatin baca dan kasil like comment nya🙏
__ADS_1