
Aku hanya manusia biasa, Ya Allah bantulah aku untuk selalu ingat, bersyukur dan selalu beribadah secara baik kepada-mu.
Allah mengujiku dengan sesuatu yang aku cintai, Dira merenung menatap langit langit rumah sakit.
"Nak dari tadi ponsel kamu nyala terus, jangan seperti itu belajarlah menerima takdir yang sudah Allah gariskan dalam kehidupan kita".
"Iya bu, Dira mau keluar sebentar ya, mau kedepan beli cemilan".
Huwhhh diam nya seorang pendiam memang sulit jika sudah merasakan bagaimana dan sesakit apa hatinya.
Dira sangat susah di bujuk dan rayu, jika dirinya sudah merasakan sakit hati maka akan sulit menerima kembali, bukan tidak memaafkan.
"Iya hati hati", susah sekali anak itu di bujuknya, kasian nak Kevin, bu Irma menatap anak semata wayangnya.
.
.
"Dira mau kemana?".
Haihh lagi lagi mama Sarah datang, bukan apa Dira tidak bisa mengelak kalau berurusan dengan wanita ini, di tambah lagi papa mertua yang menurut Dira perintahnya itu tidak bisa di ganggu gugat.
"Assalamua'laikum ma pa", Dira menyalami keduanya.
"Mau kemna sudah sore?", suara papa Raden yang khas tegasnya.
"Emm Dira mau beli cemilan pa hehee".
Hahh cemilan apalagi?, yang mama Sarah tau Kevin belum lama mengirimkan makannan, apa Dira tidak mau memakan apa yang Kevin kirimkan.
"Tu mama bawa apa, mau beli apa?, suruh orang papa aja belikan yuk masuk lagi ini sudah mau maghrib".
Apalah daya mana bisa menolak atau membantah, selama ini mama Sarah dan papa Raden tidak pernah menyinggung soal Kevin di hadapannya, membuat Dira semakin yakin kalau dua orang ini sangat tulus padanya.
Heee Dira menampilkan senyum nya, tidak ada paksaan dalam senyum itu bahkan sangat manis, kedua orang ini tidak bersalah kan kenapa harus iya hindari.
.
...Mama....
"Kamu tenang aja mama udah di rumah sakit sama papa sekarang udah ketemu Dira juga".
"Cepet selesaikan kerjaan kamu jangan terlalu lama, mama perihatin melihat kondisi mertuamu sekarang".
"Dira terlihat biasa aja, hahahaa kamu tau saking tidak berharganya ponsel yang kamu kasih itu, Dira sampai menaruhnya di bawah meja".
Pesan mama Sarah pada Kevin, yang tadinya niat mau datang besok terpaksa harus sekarang karena permohonnan Kevin pada orang tuanya.
.
Ck Kevin berdecak andai saja tidak begitu penting dirinya tidak akan pergi, semuanya sangat penting jika dirinya membiarkan pekerjaan ini bisa jadi perusahaan nya bangkrut, ada ratusan karyawan kantor dan ribuan karyawan pabrik yang bergantung ekonomi padanya.
Memaksakan pergi, bagaimana dengan nasib rumah tangganya yang semakin tidak tau seperti apa keinginnan Dira, semua kesalahan ada padanya membuat Kevin tidak bisa berkutik, hanya usaha do'a dan menunggu keajaiban dari Allah.
.
Selesai makan malam kedua mertua Dira pamit untuk pulang, entah siapa terdengar ketukan pintu dari luar.
__ADS_1
"Permisi, selamat malam", laki laki itu menunduk hormat.
"Raka sama siapa?", tanya mama Sarah, ehhh sudah siap di buatkan film sepertinya ibu satu ini.
"Raka sendiri tan, Kevin tadi sore berangkat ke luar kota sendirian".
"Ohhh, terus kamu bawa apa itu?".
"Ini titipan Kevin buat istrinya".
"Yaudah kalau gitu tante sama om pulang duluan, kamu hati hati nanti pulangnya", ting mengedipkan mata seraya tersenyum kecil.
Ck emak sama anak sama saja sipatnya, batin Raka.
"Iya hati hati om, tan".
Setelah mertuanya keluar darisana Dira melirik Raka.
"Biasa aja liatnya bu bos, sumpah di liatin gitu saya lebih takut sama anda di bandingkan takut sama Kevin".
"Yaudah pulang sana ngapain kesini kalau takut", sinisnya.
"Ada titipan dari pak bos".
"Kerjaan nya merepotkan orang terus", dengus Dira.
Ya emang benar kaya gitu bu, tapi apalah daya saya di gaji olehnya untuk ini semua, batin Raka.
"Taro aja situ, bilangin sama orangnya kalau gak bisa ngelakuin sendiri jang bikin orang repot".
Buset makin kesini makin garang aja, padahal biasanya lembut banget, pantas saja si bos uring uringan terus setiap pulang dari rumah sakit.
"Gak usah bu bos bu bos, saya bukan bos kamu, kamu pasti sudah tau kan nama saya siapa", ketus Dira.
Ampunnn gue, mundur deh lebih baik cepat pulang kalau kondisinya kaya gini.
"Kalau gitu saya permisi bu, semoga bapak anda cepat pulih kembali".
Dalam hati Dira meng Aamiin kan, "Iya makasih".
Raka menyalami ibu dan bapak Dira sebelum pamit untu pergi lagi.
"Ehhh saya lupa bu bos, ini pesan dari pak bos katanya angkat tlpon beliau atau balas pesannya, saya hanya menyampaikan amanat dan perintah saja selebihnya saya serahkan ke bu bos sendiri, Assalamua'laikum permisi".
Toba tobat, bisa bisanya gue takut sama kaum hawa selain bunda gue, hahahaa setelah keluar darisana Raka tertawa sendiri.
.
.
Dira membuka ponselnya, dalam 1 hari ini ada 89 panggilan dan 37 pesan masuk.
Wanita itu menggeleng tidak habis pikir.
...Kevin,Malik...
"Assalamua'laikum sayangku cintaku cantiknya aku".
__ADS_1
"Sayang mas mau ijin pergi ke luar kota ya hanya 1 hari saja, tadi gak sempat ke rumah sakit dulu soalnya ngeburu jam pesawat".
"Sayang angkat tlpon nya sebentar saja mas mau dengar suara kamu".
"Jangan lupa makan, makan yang banyak ya sebentar lagi makannan pesannan mas sampai kesitu, tolong bilangin ke ibu dan bapak, maaf mas pergi tanpa pamit langsung".
"Love you istriku yang paling cantik sedunia".
Banyak sekali pesan yang Kevin kirimkan pada Dira, bukti tiket pesawat, bukti hotel yang dirinya tempati, bukti jalan dirinya ada dimana sekarang.
Salah satu bukti yang Kevin kirimkan ke Dira, dengan kata kata yang sukses membuat Dira sedikit tersenyum namun banyak sekali kesalnya.
"Kalau sma kamu pasti lebih seru sayang, pengen banget kaya papa kalau kerja di temennin istri, kita belum pernah bulan madu kan ya?".
"Kamu mau bulan madu kemana?, nanti pilih ya cantiku".
"Mas besok jam 8 sudah mulai meeting, do'ain supaya kerjaan nya lancar, cepat balik Jakarta ketemu kamu terus peluk cium".
"Raka udah kesitu kan?, pakai selimutnya mas liat tadi malam kamu kedinginnan, yang satunya kasih ke ibu, yang ada gambar love nya buat kamu".
Pertamakali Kevin tidur di sopa semalaman, bahkan hanya pakai kaos lengan pendek doang, jaket yang dirinya pakai karena melihat Dira seperti menggigil iya selimutkan ke istrinya.
.
.
...My,Lovely,wife...
"Ya".
"Sudah ada terimakasih".
"Lain kali gak usah repot repot".
Dari sekian banyak nya pesan yang Kevin kirimkan, Dira hanya membalasnya 3 pesan, itupun sangat di luar nurul, sebab isi pesan dari istrinya begitu sangat sangat simpel.
Cih Kevin berdecih, hatinya mencleos 100% Dira berubah, padahal biasanya Dira yang lebih dulu mengirimkan pesan padanya.
Maafkan semua kesalahan dan kebodohanku selama ini sayang, aku berjanji akan menebus semuanya, aku akan menjadikan kamu satu satunya ratu di hatiku setelah ibuku.
Kevin menatap salah satu foto yang dirinya ambil setelah akad dulu, cih foto ini dulu dirinya kirim pada Galang sebagai tanda bahwa misinya mulai berjalan dengan lancar.
.
.
.
.
.
Bersambungggg..................💋
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment😘