
Kadang Dira merasa kapok ikut belanja dengan mertuanya ini, kadang merasa seru karena melihat kehebohan mama Sarah dalam memilih barang yang mau di beli.
Padahal rumah sudah penuh, sudah segala ada meskipun kadang di bagikan ke orang orang yang bekerja di rumah nya.
Mama Sarah akhirnya di jemput papa Raden jadilah Kevin tidak harus mengantarkan nya.
Pas tengah jalan tiba tiba Shanum menlpon Kevin minta di jemput karena mobilnya mogok.
Kevin melirik kesampingnya lalu bertanya, "Lo gak apa apa gue jemput Shanum dulu, mobilnya mogok katanya".
"Iya gak apa apa".
Emangnya Dira harus kenapa, meskipun di balik kata gak apa apa itu tandanya ada sedikit rasa tidak suka.
Astagfirullohalazim Dira kenapa punya pikiran seperti itu, ya Allah kenapa hati ini ada punya rasa benci sama seseorang, tidak berhenti Istigfar untuk menghilangkan rasa tidak suka itu.
"Masuk lo", Kevin tanpa bertanya langsung menyuruh Shanum masuk.
Haishhh gue kira gak sama dia, kalau gini caranya males banget harus duduk di belakang, dumelnya.
"Hai Kev thanks ya udah mau jemput gue".
"Hmmm".
Aku ada loh mbak di sini, benar benar gak di anggap ada nih hahahaa, gini banget ya yang hanya remahan rengginang mah, okelah senyumin aja gak apa apa, batin Dira.
"Lo tadi sama Raka ngapain aja?".
"Gak ngapa ngapain".
"Lo berdua aneh hari libur malah milih tiduran di apartemen, gue tadi ketemu Ricko sama istri keduanya".
"Serius lo", menarik batin Kevin.
Shanum lebih tau tentang Kevin, lagi lagi Kevin bohong padanya, tadi pagi bilang mau main golf ternyata perginya ke apartemen Raka.
__ADS_1
"Ya sepertinya yang kedua ini hanya istri siri".
"Lo bantu gue kalau bisa buntutin dia, atau kalau lo mau deketin dia gue kasih bonus".
"Apasih Kev lo sama gue gitu amat, lagian sejak kapan gue gak mau bantu lo selama ini kalo lo butuh bantuan gue".
"Kita susun rencana kalau gitu bahas di kantor besok".
"Beres aman sama gue mah".
Asik banget kalau ngobrol sama Shanum gak ada bentakan, santai kayanya nyambung banget, coba sama aku.
Kenapa juga dengan orang yang bernama Ricko itu ko sepertinya mas Kevin kaya benci banget sama itu orang.
"Lo minggu depan agendanya pergi ke Surabaya kan?".
"Agenda gue kan ada di elo".
"Gue ikut boleh ya, tenang kerjaan di sini gue beresin dulu".
"Asik nih udah lama kita gak kesana kan hampir 1 tahun loh".
"Heem", Kevin mengangguk.
Surabaya kota yang mau banget aku kunjungi, apa mereka cuma berdua doang ya perginya, hihhh Dira merasa gelisah, kalau Kevin semakin dekat dengan Shanum dirinya harus gimana.
Selama dalam perjalannan mengantarkan Shanum, Kevin dan Shanum terus ngobrol Dira seolah tidak di anggap ada di sana.
"Thanks ya Kev lo udah mau jemput dan anterin gue pulang, meskipun emang lo sering banget antar jemput gue hahaha, gue turun lo hati hati".
"Ya".
"Ingat lo besok datang pagian ya, kita ada meeting sama pihak bpom gue sih udah siapin semuanya".
"Beres", Kevin mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Kelihatan banget kalau Shanum itu selalu mencari topik untuk bisa ngobrol sama Kevin.
Gatel banget kamu mbak mbak, untung suami aku jawab dan responnya biasa aja, tapi tetap aja mereka bertemu setiap hari bukan lagi minggu depan mau pergi bareng.
Setelah Kevin menjalankan mobilnya lagi keluar dari halaman rumah Shanum rasanya Dira bisa bernapas lega.
"Lo mau beli makan apa?".
"Aku tadi udah makan sama mama, beli buat kamu aja mas".
"Tadi darimana mama juga bilangnya belum makan cuma nongkrong di kafe doang sore, beda siang sama malam Dira".
"Gak laper", kenyang dengan rasa cemburu mungkin.
"Lo kenapa?".
"Gak apa apa".
"Kalau di tanya ya di jawab yang benar, setiap di tanya selalu jawab gak apa apa terus".
Terus aku harus bilang kalau aku cemburu, hahahaa yang ada kamu malah bentak terus ingatin aku mas, (gue dari pertama sudah bilang sama elo kalau jangan menggunakan atau menaruh perasaan sama gue).
Jangan salahin aku bisa gak sih, salahin hati aku aja dia yang malah punya perasaan.
.
.
.
.
.
Bersambung.........💋
__ADS_1