
Sampai apartemen Dira menghela napas dengan pelan, kenapa seacak acakan ini batinnya.
Ya Allah mana sudah malam harus membereskan rumah yang sangat berantakan juga, sedangkan si pelaku hanya diam saja duduk di sopa.
"Ya Allah mas gak tau ya kalau keberesihan itu sebagian dari iman?".
"Sorry ya selama lo gak ada gue selalu kesiangan jadinya buru buru terus".
"Kan bisa pulang kerja beresin dikit sepatu taro di tempatnya, piring sama gelas juga taro di tempat cucian".
"Pulang malam jam 11 ngantuk langsung tidur", jawaban enteng Kevin.
"Jangan bilang mandi juga nggak".
"Ya kan ngantuk".
"Astagfirullohalazim mas jorok banget, kamu kotor abis dari luar loh ihh ampun deh".
"Kenapa lo jadi bawel banget sekarang".
Dira tidak menjawab, masuk ke dapur membereskan belanjaan tadi setelah itu langsung mengambil sapu dan kain pelan.
Sudah jam 11 malam apartemen sudah terlihat rapih lagi, Kevin dari tadi duduk memperhatikan Dira yang sudah seperti setrikan mondar mandir.
Dalam hati Kevin ada rasa kasian juga, pulang kerja habis perjalannan jauh lagi pasti wanita ini sangat capek, batinnya.
"Ka biasanya cewek senang di kasih apa".
"Gue udah berantakin ni apartemen Dira sekarang lagi beresin, kayanya dia kecapean jadi gue mau kasih hadiah buat dia nanti".
"Serius gue nannya cepat jawab anjnk".
"Lo gak mungkin sudah tidur".
Ck Raka berdecak di kala jam pocong dapat pesan dari bos.
"Wew takut gue hahaha".
"Takut lo mulai jatuh cinta sama Dira".
__ADS_1
"Dira cewek langka Kev, dia susah di tebak gue yakin mau di kasih apapun sama lo dia gak bakalan terlihat senang kecuali hati yang lo kasih ke dia".
"Dira tidak seperti Shanum yang hanya di belikan tas bermerk saja langsung teriak dan lompat bahagia, Dira ini sepertinya tidak seperti itu, gue berkali kali liat dia pakaian juga sederhana tas hanya itu itu aja yang di pakai padahal gue tau nyokap lo selalu belanjain dia kan".
"Lo cukup bersikap baik dan mulai menerima dia sebagai istri lo".
Raka menatap langit langit dan merenung.
Meskipun gue sebenarnya ngarep banget lo berdua pisah, tapi gue juga yakin kalau Dira sudah jatuh cinta sama lo Kev, apapun itu demi kebahagiaan kalian gue ikhlas.
Kevin yang mendapat pesan dari Raka seperti itu hanya diam menatap deretan pesan itu bahkan berulang ulang membacanya juga.
"Ngapain masih di situ mas?, mandi bersih bersih terus tidur", Dira menggelengkan kepala melihat Kevin yang hanya diam sesekali melihat ponselnya.
"Gue nemennin lo ck gak tau terimakasih amat sih udah di temennin juga".
Dih ngegas aku sih Gak di temennin juga gak apa apa, batin Dira.
Keduanya sama sama masuk kamar tanpa ada obrolan lagi, Kevin yang sangat sangat susah untuk bersikap biasa saja pada Dira kadang suka kesal dengan dirinya sendiri.
Entahlah hatinya Kevin masih labil.
Keesokan harinya rutinitas Dira seperti biasa, tapi pagi ini hanya menyapu sebab tadi malam baru di bereskan dan di pell.
Membuat sarapan kali ini menunya nasi goreng, membuat 2 teh hangat, setelah itu membangunkan Kevin.
Kevin yang sebenarnya sudah bangun namun memilih pura pura tidur di saat mendengar pintu kamarnya terbuka.
Perutnya langsung minta di isi dikala pintu terbuka sangat tercium bau wangi nasi goreng, rasanya ingin lompat dan langsung menyantapnya.
"Mas bangun".
Ahhh akting Kevin sangat keren benar benar seperti sedang tidur pulas.
"Mas bangun mumpung masih ada waktu shalat", Dira menggoyangkan bahu Kevin.
"Hmmm ya ya gue shalat tapi laper", gumam nya percis seperti orang tidur benaran.
"Iya aku udah bikin nasi goreng cepat mandi terus shalat abis itu baru makan".
__ADS_1
"Hmmmm", Kevin mengambil tangan Dira iya letakan di pipinya.
Tangan yang dingin dan sangat lembut, Kevin merasakan sensai yang luar biasa meskipun hanya dari sentuhan tangan Dira karena ulah nya sendiri.
"Dingin banget tangan lo".
"Lebih dinginnan sikap kamu mas".
Haihh batin Kevin, "Dah gue bangun", langsung berjalan menuju kamar mandi.
Kenapa sih kadang bikin salting kaya gini kadang ngeselin, ya Allah suamiku hehee, first time nyentuh pipinya hihii lucu banget.
Karena Kevin di bangunkan sebelum jam 6 tadi dan dengan sat set laki laki itu memakai baju, tidak seperti biasanya mungkin sebab perut sudah laper, jadilah mereka sarapan bersama.
Kevin makan dengan lahap sampai nasi yang Dira buat habis semua.
"Lo lama banget makannya?".
"Aku kebanyakan ngambil kayanya mas jadi mulai kenyang".
Kevin mengambil piring yang ada di hadapan Dira, memberi satu suapan ke sang pemiliknya, setelah itu dirinya habiskan juga, tanpa canggung dan jijik padahal sendok yang dirinya pakai bekas Dira.
"Ahhh kenyang banget gue", bersandar pada kursi perutnya benar benar kenyang.
"Ucap Alhamdulillah mas".
"Iya iya Alhamdulillah, lo bawa motor berangkatnya?".
"Iya", jawab Dira singkat sambil membereskan sisa makan mereka.
Kevin mengangguk, hati kecilnya ingin menawarkan tumpangan pada Dira, tapi ingat di kantor pasti sibuk pulangnya tidak on time.
"Yaudah hati hati".
Huwaaaa apalagi ini, pagi pagi Kevin sudah beberapa kali membuat hatinya mleyot.
Gak kuat Dira sumpah gak kuat, pagi pagi tangannya di arahkan kepipi dan sedikit mengelus rahang, Kevin makan sisa makannan nya, terus ini di suruh hati hati aaaaa Masya Allah Dira tidak bisa berkata kata.
Bersambung........😊
__ADS_1