
"Tapi gak segila itu Num", bentak Kevin saking sudah marah nya.
"Terus gue gimana Kev, lo tega sama gue, gue yang selama ini selalu ada disamping lo", Shanum sudah tersungkur ke ujung sopa.
"Lo harusnya mikir sebelum bertindak apa dampak kebegoan lo ini".
"Kev sudah", melihat Kevin yang hampir melayangkan pukulan ke Shanum, Galang membantu Shanum untuk duduk ke atas sopa, "Bukan nya semua ini bisa di bicarakan dengan baik baik".
"Kalau sampai Dira ninggalin gue lagi karena ulah lo, gak akan pernah gue biarin lo hidup di dunia ini".
"Kevin", bentak Galang.
"Gue gak akan pernah diam, siapapun yang mengganggu Dira akan habis di tangan gue".
"Lo duduk dulu gue yakin Dira tidak akan terpancing hanya karena masalah ini", menepuk pundak Kevin meyakinkan.
"Shanum lo gila ya", Raka yang baru mengetahui berita langsung masuk ke ruangan Kevin.
"Lo bilang gue gila hahaa, gak nyangka gue sama lo Kaa, lo bahkan gak pernah berpihak sama gue selama ini".
Brak,,,,,, pintu dengan kuat di tendang Han, "Anak pelacur ya akan tetap mengikuti jejak pelacur seperti ibunya", Han bersedekap dada sambil tertawa.
Han dan Shanum adalah saudara tiri, Ayahnya Han menikah dengan ibu Shanum karena sudah hamil, bahkan Han dan mami nya di tinggalkan demi memilih ibu Shanum.
Padahal dulu mami Han juga sedang hamil sampai keguguran karena terlalu stres memikirkan rumah tangganya yang hancur karena orang ketiga.
"Diam lo", Shanum melemparkan gelas yang ada di atas meja ke arah Han.
"Hahahaa lo bilang diam, karena lo dan ibu lo yang pelacur itu keluarga gue jadi hancur bahkan gue harus nerima kehilangan adik yang sudah lama gue nanti nanti".
"Ibu gue bukan pelacur", teriak Shanum.
"Terus kalau bukan pelacur apa namanya, perebut suami orang hahahaa, dan lo mau lakuin itu ke Nadira sama Kevin, sebelum lo menghancurkan rumah tangga mereka lebih dulu gue yang hancurin hidup lo bersama ibu lo yang sudah gila itu".
"Belum puas lo membuat ibu gue gila hah".
"Tentu belum, yang ibu lo rasain sekarang gak sebanding dengan apa yang mami gue rasain".
"Bunuh saja gue, jangan lo ganggu lagi ibu gue".
"Enak sekali lo bilang bunuh hahaha, sengaja gue ganggu agar merasakan seperti apa yang mami gue rasa sakitnya di hianat".
Han langsung duduk di sopa dan bersandar santai sambil bersedekap dada, tersenyum sinis menatap Shanum.
"Gue selama ini sudah ingatkan berkali kali Num, bukan gue gak berpihak sama lo, itu semua gue lakuin karena gue kasihan sama lo, karena gue tau Han pasti datang buat balas kesakitannya, sekarang lo malah menambahnya mau menghancurkan sahabat baiknya dia, lo salah besar Num".
Shanum terus menangis sambil memeluk lututnya.
"Kalau sudah kaya gini gue gak bisa bantu lo, selama ini gue selalu selalu nahan Han untuk tidak mengganggu lo karena mau bagaimanapun kalian adik kakak".
"Hahahaa titisan pelacur akan tetap menjadi pelacur Kaa", saut Han sambil tertawa.
__ADS_1
Galang hanya bisa diam karena tidak tau apa apa, hanya merasa kasihan dengan keadaan Shanum sekarang, memang cara Shanum gila, sudah mngedit beberapa foto dan di kirimkan ke Dira bahkan salah satu media membuat berita bahwa Kevin Malik berselingkuh dengan sekertarisnya.
Pintu terbuka, ada seorang wanita yang menatap ke 4 peria dan 1 wanita disana, "Mas", air mata Dira sudah membasahi pipinya, saat di jalan tadi niat mau membawa makan siang untuk Kevin, tiba tiba ada beberapa pesan dan foto masuk kedalam ponselnya.
"Sayang", Kevin langsung berlari memeluk Dira.
"Jelasin mas".
"Nggak sayang semua itu tidak benar, sumpah mas tidak pernah melakukan apapun tidak pernah berbuat seperti yang di foto itu, itu semua editan Shanum, kamu percaya sama aku kan".
Dira memberontak dalam pelukan Kevin.
"Sini", Galang mengulurkan tangan nya.
Lepas dari pelukan Kevin langsung berlari memeluk Galang.
"Jangan nangis jelek, Kevin gak mungkin berbuat seperti itu".
"Tapi fotonya jelas muka dia bang, di berita juga mereka selingkuh".
"Jelasin lo sudah bikin adik gue nangis", Galang mengusap pundak Shanum.
Shanum sudah merasa terpojok, dari sekian orang yang ada disana tidak ada yang berpihak padanya satupun.
"Maaf itu semua tidak benar, lo boleh tampar dan pukul gue sepuas lo".
"Kenapa kamu sampai lakuin hal seperti itu?".
"Jodo tidak ada yang tau", Dira melihat Shanum yang sudah acak acakan menangis sambil memeluk lutut.
"Susah dia itu titisan pelacur", ucap Han lagi.
"Diammmmmmm", tetiak Shanum dengan kencang di iringi tangisan pilu.
"Kak Han", Dira melayangkan tatapan tajam pada Han, paling tidak suka dan benci dengan kata pelacur.
"Kamu tidak tau seperti apa dia dan ibunya sampai menghancurkan keluarga orang demi mementingkan kebahagiaan nya".
"Tapi gak dengan ucapan seperti itu kak".
Cih, Han berdecih, Dira sangat bodoh padahal rumah tangganya hampir hancur juga gara gara ulah gila Shanum.
"Lap ingusnya", bisik Galang, bisa bisanya dengan kondisi seperti ini Galang mengisengi Dira.
Dengan cepat Dira mengelap hidungnya, tidak ada batinnya, "Abanggggggggggggg", plak paha Galang menjadi sasaran pukulan Dira.
Suasana menjadi tegang, Galang ingin mengalihkan pikirannya juga, mengontrol diri.
"Terserah lo mau bawa kemana dia", Kevin menyerahkan Shanum pada Han.
"Kevin", Raka menggeleng, Han pasti melakukan hal Gila.
__ADS_1
"Gue sudah muak dengan tingkahnya".
"Dengan senang hati akan gue buat dia gila juga sama seperti ibunya".
"Kak Han", apa ini kenapa jadinya begini, Dira tidak tau sebenarnya seperti apa kisah mereka.
"Agar rumah tangga kalian tenang yang harus di singkirkan wanita gila ini".
Shanum menjerit menangis kencang, badan nya gemetar, ternyata apa yang dirinya perbuat selama ini malah menjadi petaka besar untuk nya.
Dira yang melihat Shanum seperti itu langsung mendekat.
"Jangan dekat, jangan gue gak salah", lirih Shanum.
Dira terdiam, sebenarnya kenapa ada apa dengan mereka, kenapa jadi begini..
"Heii mbak".
"Tidak jangan gue gak salah, gue juga gak mau lahir dari seorang laki laki yang sudah punya keluarga, gue gak salah bukan salah gue".
"Kenapa bisa kaya gini?", tanya Dira melirik pada setiap orang.
"Biarin aja sayang, itu semua karena ulahnya", Kevin sudah kesal, sudah muak.
"Mas, kenapa kalian selalu membiasakan dendam dan dendam terus".
"Aku gak dendam, Shanum sudah keterlaluan hampir menghancurkan rumah tangga kita", kenapa Dira secepat ini berubah sih, apa tadi dia tidak marah.
"Bang bantu kasih minum".
"Jangan di baikin, biarkan dia menerima hasil dari kejahatannya selama ini", amarah Han sebenarnya sudah menggebu gebu dari tadi.
"Kak Han diam dulu", Dira melirik Han memberi isyarat.
Keadaan Shanum tidak baik baik saja, bukan waktunya menghakimi mau sebesar apapun kesalahannya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...................💋
__ADS_1