KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 37


__ADS_3

Raka sedang berada di ruangan Kevin, sedang membahas yang tiba tiba omset penjualan menurun derastis, bahkan hampir semua barang yang mereka produksi di kembalikan dari pemasaran produk.


"Kev kita harus cepat adakan meeting dengan kepala gudang dan pihak marketing, yang gue heran kenapa bisa secepat ini".


"Lo urus, jam 1 siang ini kita adakan meeting, suruh Shanum kumpulkan semua kepala devisi".


"Oke, lo harus tenang agar semuanya berjalan dengan baik".


"Gimana gue bisa tenang, perusahaan gue di ambang kehancuran seperti ini".


"Lo harus tenang supaya gak gegabah mengambil keputusan, kita sama sama cari jalan keluarnya, pikirkan matang matang".


"Akhhhhhhh baji******n siapa yang mau bermain main denganku Ka".


"Kita cari tau setelah ini, yang terpenting sekarang mengembalikan nama baik perusahaan dulu".


"Hubungi Han, hapus semua berita yang beredar di media sosial, berita gak bermutu bang******t".


"Sudah gue hubungin Han juga sedang berusaha, karena beritanya beredar secepat kilat dia butuh waktu Kev".


Kevin mengusap wajahnya dengan kasar, gak mungkin kan perusahan sudah sebesar ini tiba tiba bangkrut karena kerjaan orang yang iri dengki padanya.


Ahhh gak mungkin itu terjadi, untuk mendirikan perusahaan ini saja dirinya sampai menentang kedua orang tuanya.


Masih belum habis pikir kenapa secepat kilat berita beredar di media sosial, siapa dalang dari semua ini.

__ADS_1


.


.


Di tempat lain, lebih tepatnya di tempat Dira bekerja.


Sedang berada di toko melihat sekilas berita yang ada di tv.


Nama PT nya gak asing di telinga aku, batinnya, tapi ahhh kan perusahaan gak cuma 1 pasti banyak, aku juga gak begitu hapal perusahaan mas Kevin perusahaan apa.


"Kasian ini yang punya perusahaan kalau bangkrut, padahal semua merek yang di keluarkan nya selalu terkenal", tiba tiba bu Salsa bicara.


Bu Salsa yang punya toko bunga tempat Dira kerja, beliau sedang menonton televisi.


"PT apa bu?, ohh itu yang sering di tweet katanya CEO nya ganteng kan", Ayumi yang memang suka sekali berkhayal mempunyai suami seorang CEO sedikit tau tentang siapa saja yang mempunyai perusahaan besar di kota ini.


"Iya emang ganteng dia masih muda lagi, tapi dengar kabar baru nikah katanya, pernikahannya membuat patah hati kaum hawa yang mendambakannya hahaha".


"Masa sih bu, tapi aku juga pernah liat di tren tweet kalau dia udah nikah, huhuuuu jadi kalau benar sudah nikah gak ada harapan buat aku yang upik abu ini untuk bisa bersanding dengannya".


"Kita harus banyak banyak ngaca Yumi hahaaha, orang tuanya aja dia punya setasiun tv, kebayang gak tuh se sultan apa dia".


"Ayumi mah semua yang cakep cakep dia incar terus bu haha".


"Iya nih kaya Nadira dong diam kalem tiba tiba nikah kan, pacaran udah halal itu enak loh Yumi, iya gak mbak Rika".

__ADS_1


"Nah betul itu ibu bos".


Dira hanya tersenyum menanggapi ucapan bos nya, mungkin kalau pernikahan yang sama sama sepakat dan setuju untuk memulai rumah tangga dengan baik akan bahagia, berbeda dengan aku yang tujuannya tidak sama.


.


.


Memulihkan citra perusahaan membuat Kevin terpontang panting, harus di lakukan dengan sigap dan cepat, agar tidak semakin merambah nya isu negatif yang akan semakin memperburuk nya citra perusahaan, perusahaan yang sudah susah payah iya bangun bahkan sampai menentang orang tua.


Karena media sekarang semakin canggih maka isu tersebut semakin cepat merambat ke semua berita jaringan sosial.


Meeting dari siang hingga malam bahkan sampai melupakan makan dan istirahat.


.


.


.


.


.


Bersambung........💋

__ADS_1


Jangan lupa like🙏


__ADS_2