KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 40


__ADS_3

Keduanya fokus ke kerjaan masing masing, meskipun tadi sempat debat tetapi jika soal kerjaan mereka akan sangat fokus dan kerja sama dengan baik.


"Akhhhh pusing gue", Raka mengusap muka lalu menangkup kepalanya.


"Sialan sumpah sepertinya ini semua kerjaan Ricko".


"Gue juga merasa dia dalang dari semua ini".


Kevin menghubungi Han langsung, setelah setitik demi setitik pencerahan yang dirinya dapatkan.


Ricko memang manusia licik dengan cara apapun akan dirinya tempuh asal saingannya kalah dan tumbang, begitulah perinsipnya.


Padahal produk yang mereka produksi sangat jauh berbeda, hanya saja produk Kevin yang lebih laku di pasaran dalam maupun luar negri.


Hanya karena Kevin mendapatkan penghargaan best produk selama 3 tahun berturut turut, dan Kevin yang selalu unggul dalam top brand di pasaran.


"Kita cari sampai akar Kev, muak gue sama dia selalu saja mencari gara gara".


"Ya gue apalagi, pitnah yang dia buat kali ini benar benar sangat merugikan".


"Bonyok (Bokap, Nyokap) lo sudah tau masalah ini?".


"Manamungkin tidak tau, meskipun hanya setasiun tv nya yang tidak menampilkan tentang gue".


"Terus bagaimana tanggapan om Raden".


"Kali ini lebih tenang dari biasanya".


"Syukurlah, mungkin semakin sadar kalau anak nya punya kemampuan di lain bidang juga".


"Terimakasih lo selalu ada sama gue".


"Lo kesambet apa coba", saking jarangnya mengucapkan kata terimakasih.


"Kamp****t lo gue bilang makasih juga, lo emang lebih senang kalau kita debat terus".

__ADS_1


"Lo bilang makasih nya nanti sambil serahin Nadira ke gue".


"Mimpi lo".


Kevin melemparkan bantal sopa tepat ke wajah Raka, lagi lagi kenapa harus Nadira yang Raka mau ambil darinya.


"Ya kan itu emang maunya gue", Raka tertawa puas melihat muka kesal Kevin.


"Nadira menantu kesayangan mama papa gue, silahkan kalau lo berani sama mereka".


"Tinggal gue kasih tau om dan tante apa yang lo lakuin sama dia selama menikah beres".


"Raka Ramdani gue bisa musnahin lo sekarang juga".


"Lo pikir gue gak bisa lawan hahahaa, Kevin Kevin makan tu gengsi".


"Kurang ajar lo Ka lama lama".


Kevin menutup laptop lalu bangkit dari duduk nya, "Gue pulang, awas lo berani macam macam sama gue".


"Berisik lo".


"Uhuyyy Kevin pecemburu juga ternyata".


"Bulan depan lo gak terima gaji sepeserpun", Kevin semakin merasa kesal karena Raka terus meledek nya.


"Anjnkkkk lo, gue capek kerja lembur terus Kevin, kalau lo serius gak gaji gue, gue beneran akan rebut Dira langsung dari lo detik itu juga".


"Mimpi Nadira juga gak akan pernah mau sama lo".


Kevin benar benar keluar dari apartemen Raka, sungguh selain Ricko, Raka juga kali ini membuatnya emosi terus menerus.


.


.

__ADS_1


Sepanjang jalan Kevin mengumpat habis Ricko dan Raka, baru membayangkan muka keduanya saja rasanya ingin membunuh saat ini juga.


Mengirimkan pesan pada Nadira.


...Nadira....


"Lo dimana?".


"Sudah selesai?, gue otw jemput".


"Bilang ke mama gue mau jemput sekarang, ini sudah sore".


.


Dira juga sudah merasa lelah hampir seharian mutarin mall, mama Sarah kalau tentang belanja tidak di ragukan lagi.


...Mas,Kevin🖤...


"Nungguin mama masih beli tas mas".


"Iya sebentar aku sampein ke mama".


"Mas mau nunggu dimana?".


Huwhhh melihat mertuanya yang masih mencoba berbagai tas Dira merasa pusing sendiri.


Apa gak pusing ya dari tadi milihin barang terus, aku aja yang cuma liat udah pusing banget, batin Dira.


Dira tidak belanja tapi tangannya penuh dengan paperbag, hasil buruan mertuanya yang semua di beli jika menurutnya bagus.


.


.


Bersambung.........💋

__ADS_1


__ADS_2