KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 35


__ADS_3

Pagi sekali Kevin terbangun dari tidurnya, keluar dari kamar sanagat sepi, duduk di sopa tengah melihat ke sekeliling arah dengan ekor matanya.


Masuk lagi ke kamarnya untuk membersihkan diri, hatinya selalu bergerak agar segera menjemput Dira.


.


Sampai rumah besar di sana Kevin langsung masuk.


"Ehh mas Kevin?, Ibu sama bapak, neng Dira ada di meja makan sedang sarapan mas", meskipun Kevin tidak bertanya tetapi sorot matanya sedang mencari orang.


"Iya mbak", Kevin mengangguk langsung membawa langkahnya ke arah di mana letaknya meja makan.


.


"Ma, Pa", panggil Kevin.


Deg...... Dira tau suara siapa itu, baru makan beberapa suap rasanya seret tidak tertelan.


"Ehhhh udah sampai Kevin?, ayo sarapan", mama Sarah menyambut anaknya dengan pelukan.


Kevin menarik kursi dan duduk di samping Dira.


"Mas mau makan apa?, boleh Dira ambilkan?".


"Iya", mengangguk kan kepala.


Menaruh piring yang sudah dirinya isi di hadapan Kevin.


Untung tadi Dira hanya mengambil sedikit makannan, hanya beberapa sendok saja susah untuk dirinya telan.


Berbeda dengan yang lain sangat menikmati sarapannya.


Selesai sarapan Dira membantu membereskan meja dan piring serta gelas kotor meskipun sudah di larang oleh mertuanya.


.

__ADS_1


Dira dan Kevin duduk di ruang keluarga, keduanya sama sama diam, mama Sarah sengaja memberi ruang dan waktu untuk anak dan menantunya ngobrol.


Akhirnya Kevin membuka suara.


"Lo marah sama gue?".


"Gak ada yang marah", elak Dira.


"Kenapa ke rumah mama gak ijin dulu sama gue".


Deggg...... Iya betul dirinya tidak ijin sama Kevin, inikan rumah Kevin, rumah kedua orang tua Kevin.


Huwhhhh Dira membuang napasnya, berusaha menekan kesadaran dan kesabarannya.


"Mas Dira mau tanya, apa tujuan mas menikahi Dira?".


"Kenapa lo jadi nanya kaya gitu?".


"Aku cuma mau tau apa tujuan kamu mas, kalau begini terus jalan satu satunya ya kita berpisah".


"Aku hanya menyampaikan pendapatku saja, toh gak ada yang perlu di pertahankan kan?, kata kamu sampai menunggu kapan waktunya aku ini kamu ceraikan".


"Lo jangan kekannak kannakkan kaya gini".


"Aku mau pulang mas".


"Gak gue ijinnin, lo ingat kan apa kata bapak dan ibu, lo istri gue, gue suami lo jadi apapun yang gue gak suka dan ridho kalau lo lakuin dosa besar yang lo tanggung".


Sejak kapan Kevin membawa keta'atan , sejak kapan ingat dengan dosa.


"Mau kamu apa mas?", pasrah Dira kali ini tidak ada air mata di pelupuk matanya.


"Lo diam di rumah jadi istri yang nurut".


"Aku harus kerja".

__ADS_1


"Duit dari gue apa tidak cukup, kurang berapa lo tinggal sebutin".


Dira menggeleng semakin dirinya keras makan Kevin akan jauh lebih keras, sedangkan Dira sadar mereka sekarang sedang di rumah mama Sarah.


"Aku punya tanggung jawab dengan kedua orang tuaku, ijinkan aku terus bekerja mas".


"Terserah lo, asal jangan melupakan tanggung jawab sebagai istri, gue minta maaf hampir seminggu ini gue sibuk urusan kantor".


"Aku cuma butuh komunikasi dan kabar dari kamu gak lebih".


"Kenapa lo masih belum membuka barang yang gue belikan?, gue beli sepatu dan tas itu buat lo bukan buat Shanum".


Iya memang Dira belum membukanya, bahkan sampai sekarang tidak tau apa yang ada di dalam paperbag itu.


Dira menggelengkan kepala, "Iya belum".


"Lo cemburu pas gue pergi sama Shanum dan Raka?".


"Gak ada istri yang gak cemburu melihat suaminya nonton dan belanja bersama wanita lain".


"Bodoh".


"Iya yang lebih pintar".


Cih melihat muka sendu Dira, Kevin menggelengkan kepala, ada rasa kasihan, rasa kesal juga lebih dominnan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...........💋


__ADS_2