KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 69


__ADS_3

Kevin terus mengikuti apa yang Ricko dan pengacaranya mau, bahkan kemarin pas somasi ponselnya sudah hancur lebur karena Ricko tidak terima dengan keputusan nya, andai saja membunuh tidak dosa sudah Kevin lakukan saking sudah kelewat kesal.


"Selamat siang pak Kevin", menunduk hormat.


"Iya siang pak".


"Tujuan saya datang kesini untuk memberi tahu anda kalau pengacaranya Ricko masih mengajukan banding, minta memeriksa ulang keputusan pengadilan", ucap pengacara Kevin.


"Astagfirullohalazim", Kevin mengusap mukanya, apalagi yang diminta dari pihak Ricko dan pengacaranya sih, keputusan pengadilan sudah terdengar dan terlihat dengan jelas bahwa dirinya bersalah.


"Apa pak Kevin setuju?".


"Ya layani apa yang mereka mau pak, saya yakin kita yang jadi pemenangnya".


"Itu sudah pasti pak Kevin, karena dalam bentuk bukti apa pun sudah jelas kita korban disini".


Setelah mengucapkan tujuannya pengacara Kevin keluar dari ruangan kerja nya.


Kevin benar benar di buat muak dengan pihak dari Ricko yang terus menerus mencari cara agar hukuman nya di ringankan.


Seenak jidat saja minta di ringankan bahkan minta di bebaskan setelah membuat kekacawan perusahaan nya selama ini, bahkan hampir bangkrut.


.

__ADS_1


"Gila ngajuin banding lagi lawak benar nih mereka", Han tertawa.


"Masih mau bernapas sebelum di bui dia", saut Raka.


"Tetap aja jangan gegabah Kev, kita harus terus waspada", Galang yang terus mengingatkan Kevin agar tetap waspada, yang di hadapi mereka manusia terlicik di muka bumi ini.


Kevin mengangguk membenarkan kata Galang, masalah mereka bertumpuk tumpuk karena sedang membantu Galang untuk mengambil alih perusahaan kedua orang tuanya.


Bukan lagi Kevin harus ekstra mengajari Galang tentang bisnis, kepalanya sedikit nyut nyutan memikirkan semua ini, yang seharusnya sedang menghabiskan waktu dengan Dira, ck pulang malam pergi pagi.


"Nih gue nemu lagi", Han yang dari tadi tidak berhenti mengotak ngatik laptop nya.


Raka langsung mendekat melihat apa yang Han maksud.


"Serius?", tanya Raka setelah membaca beberapa poin penting, gila bisa murka si bos kalau baca ini batinnya.


Membaca, beberapa poin saja sudah naik darah, kurang ajar Ricko pantas Dira waktu itu menghubunginya terus karena takut, Kevin pikir Dira hanya di buntuti saja sengaja ingin menakut nakuti dan memancingnya, ternyata Dira hampir di prokosa.


"Bajingan lo Rick gak akan pernah gue kasih lo kesempatan bernapas dan menghirup udara segar lagi", dengan kencang Kevin memukul meja kerjanya.


"Tenang Kev", Galang menepuk pundak Kevin, urat kemarahan dari Kevin sangat terlihat dengan jelas.


"Gak bisa gue tenang, dia sudah mengganggu istri gue membuatnya ketakutan", ck ingat dengan jelas tangisan pilu Dira karena ketakutan, waktu dirinya di luar kota, ternyata Ricko berbuat lebih dari apa yang Kevin bayangkan.

__ADS_1


"Bukti ini semakin menambah kekuatan kita, lo tenang gue akan langsung mencetaknya dan mengambil beberapa bukti vidio cctv yang ada di dekat apart dan langsung mengirimkan ke pengacara agar langsung di tindak lanjuti".


Bodoh bodoh sangat bodoh, tidak terbayang jika sampai Dira akhhhh Kevin berteriak dengan kencang, kenapa dirinya terlalu bodoh bukannya menyembuhkan malah menambah luka pada Dira hanya karena urusan peribadinya dengan Ricko dari sebelum menikah namun Dira ikut terseret juga.


"Jangan kasih kesempatan untuk mengajukan banding", ucap Kevin.


Mendengar kata itu Raka langsung dengan sigap menlpon pengacara Kevin, sambil menggeridik ngeri.



Sedang menahan amarah dan melihat Ricko beserta pengacaranya mengajukan beberapa permintaan kepada hakim.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...............💋


__ADS_2