KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 55


__ADS_3

Ternyata di anggap tidak ada itu sakit ya, seperti yang aku rasakan sekarang, tidak ada ketika bersalaman mencium tanganku, tidak ada senyum manis yang terbit dari bibirnya, aku rindu melihat senyum khasnya.


Bahkan dari semenjak aku datang di lirik pun tidak, dia sibuk sendiri lalu meninggalkanku sebelum aku minta maaf.


"Maafkan Dira ya nak Kevin, Dira memang anak nya seperti itu", bu Irma mengelus punggung Kevin.


Kevin yang sudah minta maaf dengan tulus, berkali kali mengucapkan kata maaf, menjelaskan secara detail dari A sampai Z.


Pak Irwan sangat memaklumi itu, rasa bersalahnya juga terus menghantui dirinya, andai saja dirinya menukar mobil pas waktu itu, padahal sebelum kejadian sudah sempat menukar mobilnya.


Tidak menyalahkan Galang dan Kevin, mungkin jika berada di posisi Galang dirinya juga akan seperti itu, semuanya di jadikan pelajaran tidak semua orang memiliki hati nurani salah satu bukti bosnya yang dengan tega di bunuh secara di rencanakan oleh adik dan kakak nya.


"Bukan Dira yang minta maaf ke Kevin bu, Kevin yang terlalu banyak salah dan menyakitinya".


"Sabar ya nak, nanti bapak bicara pelan pelan padanya", kamu terlihat kusut tidak seperti biasanya, muka juga sudah banyak tompelnya, batin pak Irwan.


Ingin tertawa melihat muka bebek belur menantunya, Masya Allah salah satu hiburan melihat muka yang biasanya garang penuh wibawa sekarang terlihat kacau.


"Terimakasih sudah memaafkan dan menerimaku dengan baik".


"Nak Kevin tidak kerja?", tanya bu Irma setelah melihat sudah jam 11 siang, dari jam 7 Kevin sudah ada disana.


"Kerja bu masih banyak yang harus saya urus dan selesaikan", menunduk lesu.


"Selesaikan pekerjaan dulu jangan terlalu di pikirkan soal Dira ibu sama bapak nanti jelaskan padanya pelan pelan nak".


Menghela napas dengan pelan pilihan yang sulit, pagi pagi datang ke rumah sakit karena sudah sangat merindukan istrinya, ternyata sampai sini di acuhkan bahkan di lirik pun tidak.


"Huwhhh saya kerja dulu ya pak bu, Insya Allah pulang dari kantor langsung kesini, bapak cepat sehat sekarang semuanya sudah terbukti kalau bapak tidak bersalah".


"Terimakasih berkat kamu juga akhirnya bapak bisa bernapas sedikit lega Kevin".

__ADS_1


Kevin mengangguk tersenyum, memberikan kartu debit tapi di tolak, lupa kalau ini keluarga sepaket sama seperti Dira di kasih debit minta cash.


"Saya permisi bu pak", keluar dari ruang rawat pak Irwan, ekor matanya terus mencari sosok perempuan.


Setidaknya Kevin melihat muka juga gak apa apa sebelum berangkat kerja, butuh asupan vitamin sebelum bergelut dengan segala pekerjaan yang membuatnya pusing.


Sangat di sayangkan Dira tidak ada entah kemana, masuk kedalam mobil terburu buru, ingat ada meeting jam 1 siang, tlpon dari Shanum sudah puluhan kali, pesan dari Raka juga sudah menumpuk.


Perjalannan ke kantor lebih dari 1 jam belum lagi kalau macet di jalannya.


.


.


.


Selesai meeting hampir jam 4 sore, Kevin mengirimkan pesan pada Dira.


...My,Lovely,Wife...


"Assalamua'laikum istriku".


"Sayang mas kangen banget, kenapa tadi pagi malah pergi?".


"Aku baru selesai meeting capek banget mau peluk cium kamu sekarang mungkin langsung hilang capeknya".


"Nadira istriku, ini suamimu Kevin sayang".


"Love you istriku".


Ck cepat banget di baca nya kalau pesan WhatsApp, gemes banget kamu sayang aku semakin cinta, Kevin tersenyum.

__ADS_1


.


.


...Kevin,Malik...


"Walaikum salam".


"Gak usah sayang sayangan geli liatnya".


"Sana minta peluk cium nya ke Shanum, biasanya juga di peluk Shanum".


.


.


Kevin menatap layar ponsel sambil tersenyum.


Kalau cemburu ngomong sayang, hahaa dia pasti kesal dan mukanya terlihat sangat lucu.


.


.


.


.


.


Bersambung..........💋

__ADS_1


Yuk jangan lupa like yaaaaa😘😘😘🙏


__ADS_2