KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 51


__ADS_3

Duduk termenung di kursi yang ada dalam ruang rawat pak Irwan, sudah 2 hari 2 malam di rawat tidak ada perubahan sama sekali dengan kondisinya, membuat perasaan Dira semakin kalut.


"Kamu jahat kak, kak Galang jahat, kenapa tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar".


Mengingat masa masa kecil bersama Galang dan kedua adik kembarnya Dira merasa dulu mereka akan menjadi saudara selamanya.


Setelah kejadian kecelakaan semuanya hancur, tidak menemukan sosok seorang kakak lagi dari Galang, bukan lagi bapak nya yang masuk penjara.


"Dira hey jangan melamun terus nak", bu Irma mengusap bahu anak nya.


"Ehh ibu, nggak Dira gak melamun sama sekali ko bu".


"Nak ini hanya salah paham yang kita tidak bisa temukan titik terang nya dimana, ibu tidak menyalahkan nak Galang apalagi Kevin suami mu".


"Mereka jahat bu, mereka sudah membuat bapak seperti ini lagi", menatap lurus pada ranjang pasien, di sana ada laki laki yang berperan hebat dalam hidupnya.


"Jangan menyimpan dendam Dira, kalau seperti ini apa bedanya kita dengan mereka, sekarang kita cukup do'akan bapak agar cepat sadar dan sehat kembali".


Dira menggeleng, ucapan Galang dan Kevin kemarin terus memutar dalam otak nya semeraut bagaikan kaset jadul yang kusut.


.


.


Mama Sarah yang sudah 2 hari ini menghubungi menantunya namun terus menerus tidak bisa merasa sangat khawatir.


Bahkan sudah jam 3 sore karena perasaan nya semakin tidak enak langsung mengunjungi apartemen yang Kevin dan Dira huni.


sampai sana melihat isi di dalamnya sangat berantakan, "Ada apa dengan Dira dan Kevin apa mereka bertengkar, terus kemana menantuku?", pertanyaan yang beliau lontarkan pada dirinya sendiri.


Menghubungi Kevin sudah puluhan kali sama saja anak itu tidak mengangkat tlpon nya sama sekali.


Aaa Kevin pasti di kantor, batinnya, langsung berjalan keluar lagi menuju kantor Kevin.


"Selamat sore ibu ada yang bisa saya bantu?", bencana apalagi ini yang akan terjadi, anak nya tadi pagi sudah ngamuk, sekarang emak nya datang, batin salah satu stap kantor Kevin.


"Pak Kevin ada kan?".


"Ohh iya sepertinya ada bu", buset ngeri sorot matanya tidak kalah garang dengan bos.


"Oh ya saya permisi", langsung masuk kedalam lift menuju ruangan Kevin.


Sedangkan yang tadi di tanya hanya bisa mengelus dada, emaknya ternyata garang juga 11 12 sama anak nya.


Tanpa permisi lagi mama Sarah langsung masuk kedalam sana.


"Kevin, Dira kemana?", langsung ke intinya saja tidak mau basa basi.


"Mama", Kevin bangkit dari duduk nya langsung memeluk mama Sarah.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis?, mama tanya Dira kemana, kenapa apartemen kalian sangat berantakan".


"Dira pergi entah kemana ma, aku tadi malam kerumah nya kosong tidak ada siapa siapa disana, ma aku mau Dira ma".


"Hey ada apa dengan kalian?".


Bukannya menjawab Kevin malah semakin menangis, mengusap air matanya dengan kasar.


"Aku yang salah ma, aku tidak becus mengurus semuanya".


"Maksud kamu apa?, mama gak ngerti", menuntun Kevin ke arah sopa.


Kebetulan Raka datang kesana membawa makan, Kevin belum makan sama sekali selama 2 hari ini, dirinya di sibukan dengan pekerjaan.


"Raka bisa jelaskan ke tante sekarang?", melirik pada Raka yang masih berdiri.


"Iya tan akan aku jelaskan semuanya, sekarang Kevin makan dulu lo, gak gini Kev caranya lo kerja terus menerus tubuh lo butuh asupan juga".


Kevin menggeleng, masih tidak mau makan, mengingat dirinya sudah terlalu jahat selama ini sama Dira, harus dengan cara apa agar bisa mendapatkan maaf dari istrinya.


Raka menjelaskan dengan detail pada mama Sarah, iya menjelaskan apa yang dirinya tau selama ini.


"Apa kamu sudah menyuruh orang untuk mencarinya?", Kevin menggeleng, otak nya sedang buntu yang ada dalam pikirannya, secepat mungkin mengumpulkan bukti dan membereskan kekacauan perusahaan.


"Ya sudah mama akan suruh orang papa".


"Sudah pasti, kamu tau papa itu sangat menyayangi istrimu karena dia merasa punya anak perempuan, bahkan papa rela meninggalkan pekerjaan nya demi menjaga Dira buat kamu Kevin, selama kamu di luar kota papa mengantar jemputnya demi memastikan keselamatan Dira, Dira merasa tidak nyaman juga karena kamu yang punya masalah dengan Ricko tapi dia yang kena imbas nya, padahal Dira tidak tau sama sekali apa permasalahan kalian berdua".


"Maaf ma, aku mau istriku kembali".


"Kalau papa tau semuanya kamu sanggup menghadapi amukannya?".


"Asal Dira cepat di temukan dan kembali lagi sama aku".


Mama Sarah menatap anaknya yang sangat berantakan, Kevin tidak pernah seperti ini sebelumnya, bahkan seingat mama Sarah hanya pas bayi melihat Kevin menagis.


"Nurut sana Raka, makan yang benar istirahatkan badannya, kalau kamu seperti ini terus mana bisa mikir".


"Aku tidak laper ma", hanya masakan Dira yang membuatku berselera untuk makan, batin Kevin.


"Kamu perlu mikir Kevin, jika kamu terpuruk seperti ini Ricko semakin senang dan Galang pun pasti akan terus berusaha membalaskan dendam nya".


"Tolong cari istriku ma".


"Mama sama papa akan mencarinya, sekarang selesaikan masalah kamu dulu, kumpulkan bukti bahwa bukan pak Irwan yang salah".


Kamu bahkan tidak ingat istirahat dan makan sama sekali Kevin, penyesalan memang hanya adanya di akhir, mama tau kamu kuat nak kamu bisa melewati semuanya.


Tidak ada yang tega hati seorang ibu melihat hancur anak nya, tapi di sini Kevin salah juga karena awal perjanjian nya dengan Galang.

__ADS_1


"Mama mau ke kantor papa sekarang ya, kamu makan mandi istirahat, Dira pasti baik baik aja".


"Kabari aku kalau mama sudah bertemu dengannya".


"Iya pasti, ya sudah mama mau ke papa sekarang, ingat turuti Raka jika di suruh makan dan istirahat".


Ahhh berbalik kemarin kemarin harus nurut sama Kevin sekarang Kevin harus nurut sama Raka.


"Raka tante mau pergi lagi, titip Kevin ya, kalau tidak bisa di atur tlpon tante".


"Baik tan, iya silahkan hati hati", Raka mengangguk hormat, mau sedekat apapun mereka Raka tetap tau posisi nya sebagai apa dirinya berada di keluarga Malik.


Setelah mama Sarah keluar, Raka langsung menyuruh Kevin untuk makan.


"Lo makan dulu setelah itu istirahat".


"Ka apa Dira mau memaafkan gue nanti?", tanya Kevin dengan lesu.


"Gue gak paham Dira sosok wanita seperti apa Kev, tapi gue yakin Dira bakal memaafkan lo meskipun selalu lo sakitin selama menikah dengannya".


"Gue jahat banget jadi orang ya Ka".


"Gue tau dan paham posisi lo, jadi gue juga tidak bisa menyalahkan lo sepenuhnya".


"Thanks lo udah selalu ada di samping gue selama ini".


"Ya lo makan aja dulu, semoga tante Sarah dan Om Raden cepat menemukan Dira, gue juga gak bisa berpikir melihat lo seperti ini Kev".


"Ya semoga saja, dia pergi kemana kenapa Ibu dan bapak nya juga tidak ada di rumah bahkan tetangganya pun tidak ada yang tau".


Kevin menyuapkan nasi kedalam mulutnya sambil terus melamun, kemana Dira dimana istrinya sekarang, kemarin Dira pergi berlari sambil menangis apakah dia baik baik saja.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......💋


Janan lupa like😘🙏

__ADS_1


__ADS_2