KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 17


__ADS_3

Jam 5 pagi ada yang mengetuk pintu kamar Dira, dirinya baru saja tertidur jam 3 dini hari di buat kaget oleh ketukan pintu.


Dengan cepat Dira memakai kerudung instan nya, membuka pintu meskipun rasa takut setengah mati.


"Dira tolongin gue", Kevin ambruk di hadapan Dira.


Kaget syok melihat muka Kevin yang bebek belur, "Mas hei kenapa?", kesulitan mengangkat Kevin untuk bisa berjalan ke kamarnya.


"Mas kenapa ko bisa kaya gini?".


"Tolong gue dulu", suara Kevin sudah mulai hilang.


"Jangan bercanda mas, jangan tutup mata kamu kenapa?, ayo kerumah sakit".


Ini kota dan ini apartemen, Dira susah minta tolong ke siapa, tiadak ada yang dirinya kenal satupun di sini.


Mau tak mau menghubungi mama Sarah minta bantuan, dirinya gak bisa bawa mobil.


.


.


Jam 7 Kevin sudah di tangani dokter dan sudah siuman, selama perjalannan menuju rumah sakit Dira terus mengajak Kevin bicara agar tidak menutup matanya.


"Ahhh sakit", Kevin mengaduh ingin menggeserkan badannya.


"Diam dulu jangan terlalu banyak gerak",Dira membantu membenahi baringannya.


"Tolong bubungi Raka, tanyakan gimana kabar Shanum?".


Deg...... Shanum, maksudnya mereka ini kenapa, ada apa di antara mereka.


Lagi lagi Dira hanya bisa menurut dengan ucapan Kevin.


Mencari kontak Raka di dalam ponsel laki laki ini.


Setelah mengetahui kalau Shanum baik baik saja wajah Kevin terlihat lega.


"Kenapa bisa seperti ini mas?".


Ayo Dira jangan cengeng, kamu harus tegar hadapi apapun, ikuti rencana terbaik Allah ini.


"Gue dan Shanum di begal di perjalannan pulang dari airport".


Berarti mas Kevin benar pergi hanya berdua dengan Shanum, batin Dira.


"Kenapa bisa terjadi?".


"Sepertinya memang ada yang mengikuti kami dengan sengaja dari pertama pergi".

__ADS_1


"Kamu berdua doang dengan Shanum?".


"Ya".


Ohhh benar berarti mereka memang kerja sambil liburan, hahahaa ngarepin apa sih kamu Dira, pantas saja toh orang lagi senang senang.


"Kenapa hanya berdua dengan Shanum mas, kan kalian bukan muhrim".


"Gue sama dia temannan sejak lama, dia juga sekertaris gue".


"Ohhh iya".


"Lo kenapa cemburu?".


"Wajar kalau aku cemburu mas, aku ini isteri sah kamu".


"Ck", Kevin hanya berdecak mengalihkan pandangannya.


"Sarapan dulu setelah ini minum obat", Dira langsung mengambil mangkuk sarapan untuk Kevin.


Kevin hanya diam menurut sesekali memperhatikan cara Dira merawatnya, akhhh gak ini pasti salah apasih gue ini, batinnya.


"Lo gak kerja?".


"Kerja bisa minta libur sehari dua hari, tidak mungkin seorang isteri memilih kerja jika suaminya sedang kena musibah dan butuh bantuan".


"Mama sama papa sedang berada di luar kota".


Ck, lagi lagi Kevin berdecak.


"Ya nanti gue bayar ganti rugi buat lo yang sudah gak masuk kerja, gue gaji lo dua kali lipat".


"Gak pantas banget isteri rawat suami yang sedang sakit di gaji".


"Tapi kita".


"Iya aku paham dan tau mas gak usah di perjelas".


"Ck lo ini".


"Ini minum dulu obatnya", menyodorkan obat pada Kevin.


"Akhhh badan gue sakit semua, sialan biadab mereka akan gue cari sampai ujung dunia juga", ucap Kevin menggebu.


"Jangan menyimpan dendam di hati mas".


"Gimana gue gak dendam hampir saja mati kalau tidak di tolong Shanum".


Shanum lagi Shanum lagi, lagi lagi Shanum.

__ADS_1


"Shanum berarti banget ya mas buat kamu".


"Ya hanya dia teman cewek yang setia sama gue".


Mau gimana gak setia kan dia mau kamu juga mas.


"Shanum cantik ya mas?".


"Ya cantik baik pintar lagi".


"Hahaha jauh banget sama aku ya, ck ck".


"Lo apa sih, dia teman gue gak lebih".


"Tapi dianya selalu nunjukin kalau punya perasaan lebih ke kamu".


"Jangan ngaur Nadira", kesal Kevin.


"Maaf kalau tebakan aku salah, tapi biasanya pelling isteri benar".


"Terserah lo, yang pasti gue dan Shanum hanya teman tidak lebih, lo tanya sama Raka sana".


"Boleh aku punya nomer ponsel kak Raka?".


"Terserah lo, hidup lo jadi atur lo sendiri".


"Yeayyy terimakasih mas".


"Lo suka sama dia", Kevin mendelik tajam, kenapa Dira terlihat senang.


"Suka sama suami sendir juga gak di sukain balik".


"Ck, kalau lo suka sama dia tunggu sampai waktunya tiba".


Dalam hatinya kesal, apa istimewamya Raka si asisten menjengkelkan.


Awas saja lo Raka, hati Kevin merasa panas tidak karuan.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2