
Kevin Raka dan Shanum baru saja beres meeting, jam sudah menunjukan pukul 17.23 sore hari, seharusnya mereka sudah pada pulang ke rumah masing masing.
"Woy gue pulang duluan ya", Raka setiap sore harus menjemput bundanya pulang dari rumah sakit, bunda nya seorang dokter umum.
"Ya balik sana lo", usir Kevin.
"Lo pulang Num, awas aja kalau lo berani gue yang akan turun tangan", ancam Raka.
Shanum teman SMA mereka, sekarang menjabat sebagai sekertaris Kevin.
"Apasih Rak lo ngancem gue mulu dari kemarin padahal gue gak ngapa ngapain".
"Lo sekarang gak ngapa ngapain tapi punya rencana buat ngapa ngapain kan, gue gak bodoh ya".
"Balik lo sana", Shanum menatap tajam pada Raka.
"Lo juga balik sana", ucap Kevin.
"Vin mobil gue bocor tadi pagi, boleh kan gue nebeng".
"Ya boleh", Kevin mengangguk.
"Yesss makasih Kevin sahabat terbaikku".
Shanum memeluk Kevin, sedangkan Kevin yang di peluk diam saja tanpa menolak.
Pas kebetulan ada dua wanita yang masuk ke sana langsung melihat pemandangan yang membuat dada Dira bergemuruh hebat.
Mama Sarah dan Dira sengaja datang ke kantor Kevin, orang tua itu niat mengajak anak dan menantunya makan malam di luar, mereka belum begitu kenal dekat, maka dari itu mama Sarah ingin lebih dekat lagi dengan menantunya.
Kevin yang dari siang di tlponin susah terus akhirnya mama Sarah mengajak Dira untuk datang langsung ke kantor Kevin.
Brakss.. Pintu terbuka paksa dengan lebar.
"Kevinnnnn", teriak mama Sarah.
Sedangkan yang di teriakin biasa biasa saja, Kevin sangat santai dengan keadaan ini.
Toh memang dirinya tidak ngapa ngapain, merasa hal wajar dan terbiasa di peluk Shanum.
Istri gak di kabarin seharian, gak nanya, gak bilang makasih sudah di siapin semuanya, batin Dira.
__ADS_1
Ko dada aku sesak ya, hati aku juga terasa di iris sakit banget liat suami sendiri di peluk orang lain.
"Hai tante", Shanum tidak tau malu malah tersenyum.
"Kamu harus tau batasan Kevin sekarang sudah punya istri", kesal mama Sarah.
"Ma sudahlah, Num lo pulang sana".
"Oke Vin, bay gue duluan ya, tante saya pulang duluan", sedangkan ke Dira hanya melirik sinis saja.
"Mama kecewa sama kamu Vin, gak nyangka mama punya anak yang gak tau malu seperti kamu".
"Ma aku sama Shanum hanya sahabatan, kami sudah biasa seperti itu, aku sama dia tidak ada hubungan apa apa".
"Ya seperti itu tandanya kamu tidak menghargai Dira sebagai istrimu".
Dira yang tidak bisa berkata apa apa hanya diam saja, jujur hatinya sakit, istri mana yang biasa biasa saja melihat suami di peluk wanita lain, apalagi Kevin seolah tidak berdosa dan tidak terjadi apa apa.
"Ma kenapa datang tidak memberi tahuku terlebih dahulu?", mengalihkan pembicaraan.
"Lihat ponsel kamu seberapa banyak ibu dan istrimu ini menghubungi kamu, ternyata kamu asik asikkan dengan wanita lain".
Dira yang di tarik tangan oleh mertuanya hanya bisa pasrah, melirik ke arah Kevin, lagi lagi Kevin sudah fokus pada laptop nya.
.
.
.
Jam 9 malam Kevin sampai ke apartemen, sepertinya Dira tidak ada di apartemen itu.
Kevin membuka kamar wanita itu benar saja tidak ada di kamar nya, lampunya juga hanya 1 yang nyala kasurnya tertata rapih.
Haihhh melihat meja makan tidak ada piring di sana tidak ada makannan lain juga, meja itu kosong.
Sudah 1 minggu ini Kevin tidak pernah makan di luar lagi, selain kerjaan nya yang numpuk pergi pagi pulang malam, lidah Kevin juga merasa nyaman dengan masakan Dira.
...Nadira....
"Lo dimana?".
__ADS_1
"Kenapa gak ada makannan di meja makan gue laper".
"Lo jadi istri benar benar gak becus ya, suami pulang tidak ada di rumah".
.
Dira yang sedang berada di rumah mertuanya merasa tidak enak hati juga, membiarkan suami kelaparan, padahal hatinya masih sakit tapi kasian kalau Kevin kelaparan seperti sekarang.
...Mas, Kevin🖤...
"Aku di rumah mama mas".
"Tadi pulang dari restoran mama bawa aku kesini".
"Mau minta pulang tapi gak enak hati".
Melihat balasan dari Dira Kevin segera mengambil kunci mobilnya lagi.
...Nadira....
"Lo gue jemput".
"Gue otw ke sana".
"Jangan bilang mama dulu tunggu gue datang ke situ".
Ribet urusannya kalau mama Sarah sudah marah dan tidak setuju.
Kevin takut Dira tidak di ijinkan pulang bersamanya, perutnya sudah sangat lapar, badan juga sangat lelah.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1