KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 72


__ADS_3

Akhhh kenapa berat sekali, Dira merasa tertimpa barang badannya tidak bisa menyamping.


Membuka mata meskipun sangat ngantuk, "Mas berat", Astagfirulloh pantas saja berat.


"Hehee sengaja kamu tumben di bangunnin nya susah", Kevin mengelus pipi Dira, badannya masih berada di atas tubuh istrinya.


"Ngantuk mas", memejamkan mata lagi.


"Sayang sudah mau jam 5 shalat dulu yuk".


Hahhhh masa iya sudah mau jam 5 perasaan baru juga tidur, "Ngapain?, turun berat".


"Ayo bangun dulu buka matanya".


"Iya ini udah buka mata", tumben banget ni mata ngantuk terus, batin Dira.


Keduanya sama sama bangun, Dira sudah seperti orang mabuk sampai di tuntun Kevin, sama sama menjalankan kewajiban sebagai umat muslim,.


Setelah shalat seperti biasa Kevin merebahkan tubuhnya kembali, meminta Dira untuk naik lagi ke atas kasur.


"Kenapa jadi manja", Dira terkekeh.


"Sebelum ada yang nyaingin sayang hehee, ada rencana mau liburan kemana?", mengencangkan selimut memeluk Dira dengan erat.


"Gak ada, terserah kamu mas", Dira menggeleng, melihat harga tiket dan hotel bukan lagi biyaya makan.


"Kan mas kemarin sudah suruh kamu pilih sayang".


"Bingung ke luar negri mahal semua tiketnya".


"Sayang uang aku banyak gak akan kelaparan selama kita disana".

__ADS_1


Gemes banget sumpah, yang ada di otak Dira ini apa sih semua barang serba mahal, apapun itu yang masuk belasan atau puluhan juta menurutnya sudah sangat mahal.


"Tangan nya mas geli", Dira menyingkirkan tangan Kevin yang sudah dari tadi masuk kedalam baju tidurnya tidak bisa diam.


"Boleh ya", muka melas sudah Kevin rencanakan dari kemarin, gagalnya tadi malam dirinya malah ketiduran.


Ampunnnn apa emang sudah saat nya, malu banget banget Dira gak bisa bayangin malunya kaya gimana nanti.


Mengangguk meskipun ragu, apalagi Nadira huwaa dia suami kamu kan, ini memang hak nya kan.


Setelah mendapatkan lampu hijau Kevin langsung menyambar bibir Dira, salah satu kegiatan favorite nya sekarang.


Semakin dalam ciuman semakin tidak bisa diam juga kedua tangan Kevin, bajunya entah sudah kemana bahkan baju Dira juga suda iya sibakan ke atas, untung kali ini baju tidur Dira berbahan kaos jadi tidak terjadi lagi kancing baju melesat karena ulahnya.


Bekas kemarin masih terlihat jelas sekarang di tambah lagi semakin banyak, di sela sela cumbuannya Kevin tersenyum melihat hasil karya nya.


Dua gundukan menjadi sasaran ke ganasan Kevin, beberapa kali Dira mengaduh geli sakit nikmat menjadi satu, mendengar leguhan dan ******* Dira semakin membuatnya tambah semangat mencari titik titik kenikmatan.


"Buka matanya sayang", napas Kevin sudah naik turun.


"Malu", Dira menutupi wajahnya dengan bantal, akhhh lampu nyala terang benderang Kevin kenapa tidak malu padahal sudah polos tidak terhalang apapun.


Ya Allah gini ternyata, Kevin merasa lucu, terpaksa merangkak mematikan lampu kembali berganti dengan lampu tidur.


Membuang bantal yang tadi Dira raih untuk menutupi mukanya, meraup langsung bibir Dira.


Akhhhhhh, desah Kevin setelah berhasil menerobos inti tubuh Dira..


Begitu lah ya kira kira, ampunnnn sore sore nulis beginian huwaaa😭😭.


.

__ADS_1


1 jam lewat Kevin membawa Dira terbang bersama, tenaga Kevin bukan semakin habis malah semakin bersemangat melakukan kegiatan yang luar biasa ini.


Melihat wajah Dira yang sudah lelah melayaninya Kevin terpaksa menyudahinya, masih ada waktu lain jang terlalu mementingkan diri sendiri jika pasangan sudah kuwalahan.


Tidak henti hentinya mencium dan mengucapkan kata terimakasih, Kevin memeluk Dira erat.


"Terimakasih sayang".


Dira terus menyembunyikan mukanya, "Sama sama, udah dulu ya liatinnya malu mas".


Polos banget padahal tadi sempat minta ganti posisi batin Kevin.


"Mau mandi bareng?", semakin menggoda Dira.


"Ya Allah mas, nggak kamu aja duluan", menggulung kembali badan nya dengan selimut.


Kevin tertawa keras, ternyata bahagia banget kenapa gak dari dulu pikirnya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..................💋

__ADS_1


__ADS_2