
Entah ada angin apa, pagi pagi Dira menonton tv, Kevin masih mandi, laki laki itu setelah subuh tadi tidur lagi.
Seliweran berita tentang perusahaan Kevin, tentang Kevin dan Ricko, awalnya Dira tidak percaya kalau suaminya masuk tv karena menurutnya Kevin bukan aktor bukan penyanyi jadi gak masuk akal, tapi setelah beberapa foto muncul barulah yakin kalau benar itu Kevin suaminya.
"Mas", panggil Dira setelah mendengar pintu kamar mandi terbuka.
"Apa sayang, ehhh kamu panggil apa tadi?, yess udah panggil mas lagi kan", melompat girang.
"Benar itu itu kamu?", menunjuk ke arah tv.
"Hah apa?", Kevin langsung melirik ke arah yang Dira tunjukan, ck lupa gue, batinnya. "Iya itu aku, udah santai aja, do'ain semuanya baik baik aja ya".
Kevin tersenyum dan mendekat mengelus pipi Dira, Dira langsung memeluk Kevin.
"Kenapa gak pernah cerita?, kenapa kamu kaya biasa biasa aja santai".
"Dalam dunia bisnis sudah biasa seperti ini, yang penting aku gak melakukan kesalahan dan gak curang gak seperti yang ada dalam berita itu".
"Sebegitu gak di anggap nya aku ya", mendongak menatap Kevin, air matanya tanpa permisi langsung meluncur bebas.
"Bukan gak di anggap sayang, aku gak mau nambahin beban pikiran kamu, jangan nangis ya maaf".
"Terus gimana?", sebagai orang awam yang tidak tau menau tentang masalah dalam bisnis Dira sangat takut, karena ini beurusan nya dengan polisi, kalau sudah mengingat dengan penjara Dira ingat bapak nya dulu yang di tarik paksa, tangisannya semakin kencang.
"Gak gimana gimana, hari ini aku mau urusin semuanya, kamu tenang aja di rumah makan yang banyak, hari ini jangan keluar rumah dulu ya takutnya ada wartawan yang ngejar kamu juga, nanti pingsan lagi gak bisa jawab hahaha".
"Gak mau bercanda ya", Dira mencubit pinggang Kevin, kenapa laki laki ini masih bisa haha hihi sih sedangkan dirinya sudah ketakutan.
"Aahhhh sakit Diraaaa, gak usah mikir yang aneh aneh, aku gak akan di penjara sayang tenang aja, siapa yang berani penjarain suami kamu sih".
"Gak lucu mas", kesal Dira dalam isak nya.
"Hahahaa kan kalau gini cantik walawpun masih ketus, udah nangisnya dong, tenang semuanya akan baik baik aja sayang, aku yakin karena aku benar".
"Kemeja kamu kena airmata sama ingus aku", Dira mengelapnya dengan tangan, bukan hilang malah tambah melebar.
Haihhh sumpah Kevin ingin tertawa, tidak jijik sama sekali, "Udah biarin gak apa apa, siapa tau itu bikin hoki buat aku hahaha".
"Mas", Dira mengambil kemeja lagi ke lemari lalu memberikannya pada Kevin.
"Gak apa apa ini aja sayang nanti pake jas ketutup ko, sayang ini loh airmata sama ingus kamu kalau di cuci hahaha".
Astagfirullohalazim, benar saja Kevin malah langsung memakai jasnya tidak mengganti kemeja dulu.
"Kamu gak jijik?",tanya Dira meringis.
Kevin menggeleng, "Sini peluk, mas gak sarapan di rumah dulu hari ini mau langsung ke kantor, gak usah mikirin yang aneh aneh ya, kamu makan yang banyak, jangan nangis lagi nanti bengkak matanya".
Dira mengangguk, "Kabarin aku terus", mengelap mata dengan lengan bajunya.
Istri gue emang beda gak ada jaimnya hahaha, batin Kevin, "Siap nyonya", cup mengecup bibir Dira yang sudah sejak sekian lama ingin banget Kevin coba.
__ADS_1
"Mas", kaget Dira langsung memegang bibirnya.
"Iya sayang biasain ya hehe, maaf gak ijin dulu".
Menunduk malu, apasih sumpah dag dig dug banget perasaan Dira rasanya sedang melayang layang.
"Mas berangkat sekarang Raka udah nungguin di depan".
"Iya hati hati", melirik jam baru setengah 7.
Kevin menyodorkan tangannya, Dira dengan sigap mengambil tangan laki laki itu lalu menciumnya dengan takzim.
Sebelum pergi menyempatkan memeluk Dira lagi, mencium kening istrinya lalu mencium bibir lagi sekilas, "Gak usah anterin kedepan kamu nanti aja turunnya pas sarapan ya capek bolak balik tangga terus".
Akhhh andai saja dirinya tidak terburu buru padahal ini waktu yang tepat buat bisa lebih dekat dengan Dira.
Kevin mencium seluruh muka Dira lagi setelah itu keluar dari kamar sambil melambaikan tangan dan tersenyum.
Mengabaikan ponselnya yang dari tadi terus bergetar, sudah di pastikan panggilan dari Raka sebab janjinya mereka berangkat jam 6, ini sudah setengah 7 Kevin baru menuruni tangga.
Muka Dira sudah seperti kepiting rebus, Kevin benar benar membuat jantung Dira hampir lompat dari tempatnya.
Ya Allah tolongggggg........
.
.
"Gak bilang maaf lo sama gue, benar benar lo ya Kev gue tungguin setengah jam tau gak".
Bukannya menjawab ocehan Raka, Kevin malah senyum senyum sendiri.
"Buset seger banget tu muka lo dapet jatah ya?", kepo Raka.
"Mau tau aja lo, mending hubungin pengacara David bilangin datang ke kantor dulu".
"Udah, katanya pengacara Ricko minta sidangnya di undur jadi besok parah gak tuh".
"Gak akan gue kasih ampun kali ini, enak aja malas banget ngelarut larutin masalah mau nyari celah apalagi dia".
"Heran gue masih aja nyari kesalahan lo terus".
"Manusia serakah ya seperti itu".
Sampai kantor, Kevin dan Raka terpaksa harus keluar dari mobil sebab di depan halaman perusahaan banyak wartawan.
"Gila belum jam 7 padahal", ucap Raka melihat belasan wartawan disana.
"Biarin, turun aja yuk mobil kasih ke satpam, mereka gak akan pergi sebelum mendapatkan apa yang di cari".
Salah satu sikap Kevin yang di sukai wartawan yaitu tidak sombong, tidak pernah mengusir mereka yang minta info darinya meskipun sedang sibuk.
__ADS_1
"Baiklah".
Keduanya keluar dari mobil, Kevin yang memang sudah tidak di ragukan langsung memberikan kejelasan tentang kejadian ini.
Di akhir ucapannya Kevin meminta maaf kalau tidak bisa bicara banyak di sini, biarkan masalah ini selesai di meja persidangan nanti, yang pasti dirinya tidak pernah melakukan kecurangan selama ini.
Tidak lupa juga Kevin menyuruh para wartawan untuk sarapan, menyerahkan nya pada Raka sebab dirinya langsung masuk terburu buru karena ada data yang belum di urus.
Bagi Raka bukan hal yang sulit tinggal menghitung ada berapa banyak dan memberikan lembar uang sesuai dengan berapa orang mereka disana.
.
Kevin yang baru saja duduk di kursi kerjanya, tersenyum dikala melihat ada pesan masuk dari Dira.
...My,Lovely,wife...
"Udah sampe kantor mas?".
"Aku titipin sarapan buat kamu ke bang Galang katanya mau kesana".
"Jangan lupa dimakan nanti".
Mana bisa lupa, sudah dari 2 bulan yang lalu gue ngarepin kaya gini lagi, sayang sekali gengsi gue yang terlalu tinggi.
.
.
...Kevin,Malik...
"Baru aja duduk, tadi di depan banyak wartawan soalnya".
"Terimakasih istriku, lain kali jangan repot repot aku bisa suruh Raka beli sayang".
"Siap ibu negara, love youโค".
"Kalau kaya gini aku jadinya pengen pulang terus sayang".
.
.
.
.
.
Bersambung..........๐
Jangan lupa like dan comment๐๐๐๐๐
__ADS_1