KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 73


__ADS_3

Dira merasa semua mata terus menatapnya, padahal tidak seperti itu juga biasa biasa saja, tapi lirikan mata mama Sarah kali ini beda.


"Dira mau kemana hari ini?, jalan ke mall yuk", jiwa kekepoan seorang emak emak nya meronta ronta.


Hahhh ampun Maaa Dira kali ini ampun gak mau jalan lama lama, tau sendiri mama Sarah kalau soal jalan dan belanja pantang pulang sebelum encok, bingung harus jawab apa melirik pada Kevin.


Kevin yang di lirik malah senyum senyum, andai bukan suami sudah iya tampol saking kesalnya, ini semua juga karena ulah nya.


"Dira hari ini ikut Kevin ma, selesai meeting nanti mau jemput ibu", oke sayang kali ini aku bantu kamu jadi nanti imbalannya lebih dari yang tadi, melirik pada Dira dengan senyum menyeramkan menurut Dira.


"Hmmm yaudah besok besok deh bareng ibu juga kalau gitu", hahh anak muda dikira mama gak paham kali, yess sebentar lagi punya cucuu hahahaa.


"Maaf ya ma", menunduk sebenarnya tidak enak menolak namun apalah daya.


"Gak apa apa sayang santai aja, kalau gitu mama mau ikut papa lagi", tersenyum melirik suaminya.


Hadeuhhh yang ada pulang kerja di ajak muter lagi nih bau baunya, batin papa Raden, "Oke", jawab nya tersenyum, membuat istri bahagia sudah kewajibannya kan, meskipun sedikit malas.


Mama Sarah mencubit pinggang papa Raden saking gemas melihat menantunya yang serba salah tingkah.


"Papa udah sarapan nya kan, ayo jalan sekarang mama mau beli asinan yang kemarin kita lewatin".


"Ma itu arahnya beda sama kantor", ada ada saja batinnya.


"Ya makanya kita berangkat sekarang".


"Belum buka kali ini masih jam 7".


"Gak apa apa sampe sana kan jam setengah 8 sudah buka pasti".


Meskipun agak lain permintaan istrinya kali ini papa Raden langsung mengikuti kemauan mama Sarah..


"Dira Kevin mama sama papa jalan duluan ya, kamu hati hati Kev bawa mobilnya awas menantu mama jangan sampai lecet", tersenyum sambil mencubit lengan Kevin.


Apasih mama, Kevin mengusap lengannya agak sedikit sakit, kenapa dirinya di cubit tapi Dira di cium dan di peluk ibu yang sangat aneh pilih kasih.


Setelah masuk kedalam mobil mama Sarah menepuk paha papa Raden lumayan kencang, "Papa ni ya susah banget di kodenya sudah tau menantunya gelisah malah di perhatiin terus".


"Ya kan papa agak aneh biasanya kita makan dia yang siapin ini kita lama nungguin mereka turun".


"Kaya gak pernah muda aja, sebentar lagi kita punya cucu".

__ADS_1


"Maksudnya Dira hamil?".


"Astagfirullohalazim papa", kesal mama Sarah, mencubit pinggang lagi kencang.


"Apasih ma sakit", ampun benar benar gak paham dengan maksud dan tujuan istrinya itu kemana.


"Ngapain jalan kesitu ayo ke kantor aja".


"Katanya mau beli asinan".


"Gak usah mana ada tukang asinan jam segini sudah buka", kenapa suaminya ini bolot sekali sih, apa iya harus di bejerin di terangin satu satu.


.


.


"Aku sudah bantuin kamu lepas dari mama, harus ada bonusnya sayang", Kevin terkekeh lucu.


"Bonus apaan?", menyengit bingung.


"Nanti kalau sudah waktunya mas tagih bonus nya".


"Kalau gitu aku mau di rumah aja gak mau ikut ke kantor".


"Kesana juga gak bisa apa apa".


"Aku bukan nyuruh kamu kerja sampe sana temennin aja udah cukup".


Males Dira maunya rebahan, badannya terasa berat, masuk ke dalam mobil juga jalannya pelan saking males nya.


Sampai kantor semua mata tertuju pada mereka, Kevin yang posesif tidak melepaskan tangan nya dari pinggang Dira.


"Malu banget ya punya suami kaya aku", bisik Kevin.


"Ya Allah kebalik harusnya kamu yang malu punya istri kaya aku mas".


"Kenapa menghindar terus?".


"Gak kenapa napa hehee".


Melihat Galang sedang menunggu lift terbuka Dira langsung lari, "Abangg", lepas dari tangan Kevin.

__ADS_1


Galang tersenyum menyambut Dira, inikan yang dirinya ridukan dari gadis ini, gak berubah tetap sama suaranya, tingkah nya juga.


"Hati hati", mengelus kepala Dira, penuh dengan tatapan kerinduan, mungkin jika ada Dira dan kedua adiknya sama sebab mereka seumuran.


"Heheee malu mereka ngeliatinnya gitu banget".


Cih dia tetap bocah gue, si pemalu jika di hadapan orang banyak, "Malu sama siapa?, kamu punya Kevin jadi kamu yang berkuasa", tawa Galang renyah.


"Sama suami malu sama abangnya kagak", Kevin mencubit pipi Dira gemas.


"KDRT kamu mas", bersembunyi di punggung Galang.


"Kevin", Galang melirik tajam.


Cih Kevin berdecih, baru tau kalau Dira bisa manja juga ke Galang.


Ada beberapa karyawan di sana yang sama sama menunggu lift terbuka, merasa iri dengan Dira bisa dekat dengan ke empat peria tampan bahkan bisa memenangkan hati Kevin.


Tau kalau Kevin sudah menikah tapi belum pernah liat seperti apa wanita yang bisa mendapatkan seorang Kevin Malik, hanya mendengar cerita dari beberapa orang saja.


.


Buah dari kesabaranku, hasil dari do'a di setiap sujudku, kini aku percaya bahwa engkau menyiapkan yang terbaik di waktu yang baik, terimakasih atas kejutan yang indah ini ya Allah.


Dira terus menatap kedua peria yang sedang serius membahas pekerjaan, merasa seperti mimpi, mimpikah?, nyatakah?, aku bahagia semanis ini hidup setelah melewati berbagai cobaan, mengelap sudut matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...............💋


__ADS_2