
Part 26
Sementara itu, di sebuah kota yang jauh dari tempat Masyitah. Seorang pemuda sedang berlari kegirangan setelah bertemu gadis yang sudah lama dia incar.
Ya, pemuda itu bernama Yudha Pratama. Usianya saat ini genap 18 tahun, dia akhirnya berhasil memacari gadis impiannya yang usianya dua tahun lebih tua darinya.
"Girang banget kamu Yud," sapa Haris teman sekolah Yudha.
"Ssstt, aku lagi bahagia Ris," ucap Yudha sambil tersenyum lebar.
"Menang lotre?"
"Lebih dari itu, aku dan Sofia sudah jadian sekarang," jawab Yudha kemudian bersandar di kursinya
"Selamat, perjuanganmu tidak sia-sia!"
Kedua pemuda itu pun tertawa senang, sebab selama ini mereka berdua sedang berjuang mendapatkan gadis idaman mereka dan Yudha lebih dulu berhasil.
"Ayo, Ris kita rayakan kebahagiaan ku?" ajak Yudha
"Aku belum punya duit Yud." wajah Haris memelas.
"Tenaang, aku yang traktir," balas Yudha menirukan gaya seorang sultan
"Hahahha, gayamu Yud." Haris tergelak melihat tingkah konyol Yudha.
Mereka berdua sudah ada di sebuah cafe yang tak jauh dari sekolah, Yudha memanggil seorang pelayan cafe dan meminta daftar menu.
"Mau makan apa Ris? Pesan saja," ujar Yudha sambil memilih-milih makanan di daftar menu
"Samakan saja punya kita," sahut Haris
"Ok, aku pesan kentang goreng dan minumnya capuccino dingin dua mbak," ucap Yudha pada pelayan cafe.
"Baik mas, tunggu sebentar ya." Si pelayan berbalik dan melangkah ke belakang.
Sembari menunggu makanan yang dipesan, keduanya mengobrol diselingi candaan khas anak muda seusia mereka.
"Yud, gercep juga gerakanmu," ujar Haris
"Harus, tahu sendiri kan di kampusnya banyak cowok cakep Ris. Bisa-bisa aku disalip sama mereka," balas Yudha
Tak lama kemudian pesanan mereka datang, kedua pemuda itu menghentikan obrolan. Sedangkan pelayan mengatur makanan di atas meja dan menyodorkan ke depan dua pemuda tersebut.
"Silahkan mas, dicicipi hidangannya," ucap pelayan itu lalu kembali ke tempatnya menunggu pelanggan berikutnya datang.
"Yud, boleh aku bertanya sesuatu?"
"Hmm, silahkan," jawab Yudha sambil mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Kamu benar-benar cinta pada Sofi atau hanya sekedar penasaran?"
Yudha terdiam, sesungguhnya dia sendiri juga masih bingung dengan perasaannya. Pemuda itu berusaha keras mendapatkan Sofia, karena dia tak ingin lelaki lain yang memilikinya.
"Entahlah Ris, aku juga belum yakin dengan perasaanku."
"Astagaa Yud, jangan main-main dengan perasaan cewek. Apalagi kalau sampai menyakitinya bisa kualat kamu Yudha."
Haris adalah sahabat Yudha sejak kecil. Jadi, dia tahu betul seperti apa perangai Yudha yang suka gonta-ganti pacar sesuka hati.
"Tenang Ris, sepertinya Sofi akan jadi yang terakhir," ucap Yudha begitu yakin.
"Alaah, gayamu itu Yud. Paling juga bisa bertahan dalam hitungan minggu," sela Haris
"Hahhaa, sok tahu kamu Ris. Ayo, habiskan makanmu dan kita pergi dari sini," ucap Yudha sambil tergelak
Kedua pemuda itu segera menghabiskan makanan mereka, setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
Sampai di rumahnya, Yudha bergehas mengganti seragam dengan kaos dan celana rumahan. Kemudian dia merebahkan diri di atas kasur empuknya.
Tiingg ....
Ponsel Yudha berbunyi, pemuda itu segera membuka pesan masuk yang tertera nama Sofia. Dengan cepat dia membaca isi pesan yang masuk dari kekasihnya.
"Hai sayaang, sudah makan siang?"
Yudha belum membalas, dia justru berguling-guling di atas kasur sambil menciumi ponselnya. Setelah beberapa kali membacanya barulah dia membalas pesan Sofia
"Kamu dimana sekarang?" tanya Yudha lagi
"Masih di kampus, sebentar lagi pulang," balas Sofia.
"Ya, sudah. Aku tidur dulu sayang, ngantuk."
Yudha mengakhiri obrolan mereka, kemudian melepas ponsel dan berbaring sambil melamun hingga tertidur.
Malam harinya, ketika selesai makan Yudha masuk ke kamarnya lalu meraih ponsel di atas nakas. Ragu-ragu dia memencet tombol dan mencari nama Sofia di daftar kontak.
"Telpon? ..., jangan, telpon? ..., jangan, aaahh telpon deh."
Yudha memutuskan memencet tombol telpon, sesaat kemudian, terdengar suara dari seberang menyapa.
Jantung Yudha berdebar. Namun, dia tetap membalas sapaan Sofia.
"Halo, ada apa sayang kamu nelpon malam-malam begini?" tanya Sofia dengan suara khas bangun tidur
"Emm, aku rindu ingin mendengar suaramu," jawab Yudha
"Ya, ampun aku kira ada sesuatu yang penting," balas Sofia lagi.
__ADS_1
Yudha sedikit merasa kecewa dengan jawaban Sofia, dia berharap kekasihnya itu menyambut dengan hal yang sama seperti dirinya. Tapi, sepertinya Sofia malah merasa terganggu.
"Apa aku mengganggumu sayang?"
"Oh, tidak. Hanya saja tadi aku sudah tertidur dan ponselku berdering," jawab Sofia santai
"Maaf, kalau aku sudah mengganggu." suara Yudha terdengar kecewa dan hendak menutup telponnya.
Namun, sofia mencegahnya dan mengajaknya mengobrol. Pemuda itu pun tersenyum tipis karena ternyata Sofia juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Sayaang, besok kita ketemuan ya," ajak Yudha.
Sofia diam sejenak, dia melirik jadwal yang tertempel di meja belajarnya dan kebetulan waktu pulang Yudha bersamaan dengan jam istirahatnya.
"Ok. Tapi, jangan lama ya karena aku masih ada jadwal masuk setelahnya," jawab Sofia.
"Iya, sayang. Jangan khawatir, waktu kuliahmu tidak akan terganggu," balas Yudha.
"Sudah dulu ya, aku mau istirahat besok kan kita akan bertemu." Sofia pamit menutup telponnya dan di sahuti Yudha.
Sofia memang jauh lebih dewasa dari Yudha, tentu saja cara berpikir dan gaya pacaran mereka akan berbeda pula. Yudha yang masih sering semaunya dan lepas kontrol akan sedikit kesulitan mengimbangi Sofia.
Keesokkan harinya, sepulang sekolah Yudha menunggu di tempat yang sudah ditentukan. Pemuda itu melihat ke sekeliling untuk memastikan kedatangan kekasihnya.
Tak lama kemudian, Sofia datang dan langsung duduk di sebelah Yudha.
"Ah, sayang. Kamu membuatku kaget," ujar Yudha
"Hehe, sengaja. Dari jauh aku melihatmu gelisah, makanya aku datang diam-diam dan langsung duduk," balas Sofia sambil tersenyum
Yudha tertegun, menatap kagum gadis di depannya yang tersenyum manis padanya. Hatinya bergejolak, ingin menerkam gadis di depannya.
Sofia menatap Yudha dan berucap,"kamu kenapa sayang?"
Yudha kaget dan tersadar dari lamunannya, lalu berkata,"Ah, tidak apa-apa sayang. Aku hanya kagum dengan kecantikanmu."
"Huuuh, gombalmu anak muda," gumam Sofia dalam hati
Yudha menggeser tubuhnya lebih dekat lagi dengan kekasihnya, pemuda itu meraih tangan gadis di sebelahnya dan memainkan jari-jarinya.
"Wah, aku kira kamu masih lugu Yud, ternyata kamu suhu rupanya," batin Sofia
Sofia bisa merasakan gelagat pemuda di sampungnya, tampaknya ini bukan pengalaman pertama bagi Yudha karena dia begitu lihai memanfaatkan situasi saat duduk berdua dengan lawan jenisnya.
"Yud," ucap Sofia
"Hmmm, ada apa sayang?"
"Kamu sepertinya sudah pengalaman dalam hal berpacaran," ujar Sofia.
__ADS_1
Yudha diam, pemuda itu tidak menjawab. Dia masih berpikir kalimat apa yang akan dia sampaikan untuk Sofia agar kekasihnya itu tidak berpikir negatif tentangnya.