KORBAN CASSANOVA

KORBAN CASSANOVA
Cinta Beda Usia


__ADS_3

Part 27


Pada pertemuan kedua pasangan kekasih itu, Yudha belum menunjukkan sifat aslinya. Dia masih beradaptasi dan mengikuti arus Sofia.


Susah payah pemuda itu menahan dirinya, menjaga sikap agar tidak sampai lepas kontrol seperti kebiasaannya dengan gadis-gadis sebelumnya.


Di antara teman-temannya, Yudha memang dikenal sebagai seorang play boy dan Sofia belum mengetahui tentang hal tersebut.


"Sayang, setelah ini kamu mau kan setiap hari bertemu denganku?" tanya Yudha sambil memainkan jari Sofia.


"Mau, asalkan tidak berbenturan dengan jadwal perkuliahanku," jawab Novia


"Kita kan bisa saling mengabari lewat telpon, jadi semua bisa diatur." Yudha dengan yakin mengatakan keinginan dan rencananya pada Sofia.


Sofia kemudian bertanya pada Yudha,"sayang, apa kamu tidak risih, pacaran dengan perempuan yang lebih tua darimu?"


Yudha menatap wajah kekasihnya, pertanyaan Sofia tidak pernah terpikirkan oleh Yudha karena baginya usia itu bukan sebuah masalah ketika dia menjalani hubungan dengan seorang gadis.


"Sof, dengar. Aku tidak peduli apa kata dan penilaian orang, yang aku tahu setiap hari aku bisa dekat denganmu," ujar Yudha lantang.


"Semoga ucapanmu benar." Sofia tampaknya meragukan jawaban Yudha.


"Nah, sekarang pertanyaannya aku balik. Apa kamu tidak merasa gengsi dan risih berhubungan dengan pemuda di bawah usiamu?"


Wajah Sofia bersemu merah, antara malu dan geli mendengar pertanyaan dari kekasihnya yang ternyata bisa menyerangnya balik.


"Apaan sih kamu Yud?"


"Jawab dong!"


Sofia mencoba menghindar dengan memgalihkan topik pembicaraan, karena sejujurnya dia memang risih ketika menjalin hubungan dengan seorang pemuda yang masih duduk di bangku SMA.


Seringkali dia menerima cibiran dari teman-teman kampusnya, yang mengatakan jika Yudha hanyalah pelarian untuknya karena baru putus dari pacarnya dahulu.


Tapi, Sofia tak bisa menolak pesona Yudha yang begitu kuat, terlebih lagi Sofia melihat kegigihan Yudha yang beusaha mendapatkan cintanya.


"Jawab sayang!" desak Yudha.


"Baiklah, aku akan menjawab. Tapi, kamu jangan tersinggung ya," ucap Sofia.


"Hmm."

__ADS_1


"Jujur, di kampus aku selalu dicibir teman-temanku. Tapi, karena keseriusanmu akhirnya aku memutuskan untuk mengabaikan semuanya dan mau menjalani hubungan ini."


Mendengar jawaban Sofia, Yudha seakan terbang melambung tinggi. Bangga rasanya dia bisa mendapatkan cinta Sofia dan bisa menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.


Walaupun ada sedikit rasa kesal pada teman-teman Sofia. Namun, itu bukanlah masalah besar baginya. Yang terpenting dia sudah bisa memacari Sofia dan itu menjadi sebuah pencapaian untuknya.


"Bagaimana pendapatmu sayang?" tanya Sofia setelah melihat reaksi Yudha dengan ekpresi datarnya


"Aku baik-baik saja, lagi pula yang menjalani kan kita bukan mereka," jawab Yudha santai


"Dewasa juga pemikiran anakn ini, kupikir dia bocah SMA yang lagi puber-pubernya dan bucin parah," batin Sofia.


Sofia melirik arloji di tangannya, jadwal masuk perkuliahan sudah tiba dan dia harus kembali ke kelasnya.


Sofia menarik tangannya dari genggaman Yudha lalu berkata,"sayang, sekarang sudah waktunya masuk. Aku pergi dulu ya."


"Waktunya terlalu singkat, aku belum puas bersama denganmu," ujar Yudha dengan wajah memelas.


"Kan masih ada lain waktu. Janji, malam aku telpon kamu," bujuk Sofia


"Hmm, iya, hati-hati. Sampai jumpa besok, jangan lupa telpon aku ya," ucap Yudha sembari bangkit dari duduknya.


"Iya, aku pergi ya." Sofia berbalik dan bergegas pergi sambil berlari kecil menuju kampusnya yang tidak jauh dari situ.


Pemuda itu pulang ke rumahnya dengan perasaan berbunga-bunga, sungguh dia tidak pernah menyangka bisa dengan mudahnya dapat mengambil hati Sofia yang terkenal cuek pada lawan jenisnya.


Hubungan kedua sejoli itu kian hari kian dekat, bahkan sering kali Yudha dan Sofia bolos hanya untuk bisa bertemu dan sepertinya Sofia sudah merasa nyaman dengan hubungan beda usia itu.


Pagi ini, Yudha sengaja mengendarai motor milik kakaknya karena berniat akan menjemput kekasihnya dan mengajaknya ke suatu tempat.


Di dalam kelas, ponsel Sofia berdering sontak dia kaget dan segera melihat siapa yang menelpon. Nama Yudha muncul di layar ponsel, Sofia meminta ijin keluar kelas lalu mengangkat telpon dari kekasihnya.


"Halo, sayang kenapa nelpon? Aku lagi di dalam kelas," ucap Sofia sambil berbisik


"Aku di depan kampusmu." bukannya menjawab, Yudha justru mengatakan dimana posisinya sekarang.


"Keluar sekarang, aku tunggu." tanpa menunggu jawaban, Yudha langsung menutup telponnya


Sofia belum masuk ke dalam kelas, gadis itu memutar otak bingung antara lanjut belajar atau menemui kekasihnya yang menunggu di depan kampus.


Cckkk ....

__ADS_1


"Yudha kenapa sih, jam masuk begini ngajak ketemuan?"


Setelah lama menimbang, akhirnya dia memutuskan menemui Yudha. Tentu saja dia harus berbohong meminta ijin pada dosennya, dengan alasan ada urusan mendadak yang tidak bisa ditunda.


Sofia sudah mendapat ijin dari kelasnya, gadis itu berjalan keluar menuju pintu gerbang. Tampak Yudha sudah menunggu di atas motor dan tersenyum kearahnya.


Sofia bergegas menghampiri Yudha, dia tak mau berlama-lama di depan kampus dan menjadi perhatian mahasiswa lainnya.


"Ayo, sayang buruan. Jangan lama-lama disini," ucap Sofia bergerak naik ke atas motor Yudha.


Tanpa bertanya lagi, Yudha segera memacu motornya meninggalkan area kampus dan membawa pergi kekasihnya ke tempat yang akan dia kunjungi.


"Kita mau kemana?" tanya Sofia ketika sudah di perjalanan.


"Ikut saja, jangan banyak protes. Yang pasti kamu akan suka tempatnya," jawab Yudha yang tetap fokus menyetir.


Yudha menarik tangan Sofia ke pinggangnya, agar gadis itu memeluk tubuh Yudha karena kendaraan mereka melaju kencang di jalanan.


"Pelan-pelan sayang, jangan ngebut aku takut," ucap Sofia di belakang


"Hmm," gumam Yudha.


Namun, kecepatan motor masih tetap melaju karena Yudha ingin cepat sampai ditujuan.


Setengah jam kemudian, sepasang kekasih itu tiba di pinggir pantai yang teletak di pinggir kota. Tampak sebuah resort tak jauh dari tempat mereka berhenti.


Sofia menautkan kedua alisnya, dalam hatinya bertanya-tanya kenapa Yudha membawanya ke tempat ini.


"Sayaang, kenapa kita kesini?" tanya Sofia dengan wajah bingung


"Aku ingin menghabiskan waktu denganmu disini, tempatnya indah kamu suka?"


Yudha menoleh pada Sofia, menatap kearah kekasihnya dengan senyuman manis.


Berbeda dengan Sofia, gadis itu justru merasa was-was dan mulai gelisah karena sebelumnya dia tak pernah berkunjung ke tempat itu.


"Kenapa tegang sayang?" tanya Yudha lagi.


Sofia menggeleng, kemudian dia berucap,"sayang, aku belum pernah sekalipun kesini. Aku takut."


"Hahahha, takut kenapa sayang? Kan ada aku, kita akan menghabiskan waktu disini sambil menikmati indahnya pantai," balas Yudha sambil tertawa

__ADS_1


Sofia meremas jemarinya menghilangkan rasa gugup, sementara itu Yudha tampak santai bahkan terlihat begitu senang.


__ADS_2