KORBAN CASSANOVA

KORBAN CASSANOVA
Rahasia Sofia


__ADS_3

Part 36


Yudha melirik arlojinya, waktu menunjukkan jam 07.00 dan dia harus segera meninggalkan tempat itu. Tapi, tujuannya belum tercapai karena belum bisa bertemu dengan Sofia.


"Aku bolos saja hari ini? Tapi, kalau ketahuan kak Bagas bisa bahaya," batin Yudha.


Setelah merenung, Yudha memilih masuk sekolah dan meninggalkan rumah Sofia karena dia tidak ingin menambah masalah jika sampai Bagas tahu.


Yudha memacu motornya menuju sekolah, hanya dalam waktu sepuluh menit akhirnya dia sampai namun, sialnya pintu gerbang sudah terkunci.


Pemuda itu tak kehabisan akal, dia berjalan kearah samping lalu melompati pagar tembok sekolah dan berhasil masuk diketahui siapapun.


Yudha berjalan mengendap melewati ruang guru menuju kelasnya, suasana tampak sepi karena siswa yang lainnya sudah berada di dalam kelas hanya ada beberapa orang yang terlihat di lapangan untuk mengikuti praktik olah raga.


Yudha sengaja menyimpan tasnya di tempat yang aman agar tidak dicurigai, sehingga akan mudah beralasan jika masuk ke dalam kelas.


Pemuda itu sudah ada di depan pintu, dia masuk lalu memberi salam kepada guru.


"Dari mana kamu?" tanya guru tersebut.


"Dari toilet Pak," jawab Yudha berbohong


"Ya, sudah sana duduk," ujar Sang Guru kemudian melanjutkan materi ajarnya


Yudha mengangguk lalu bergegas ke bangkunya, sementara itu Haris tersenyum geli menatap ke arah Yudha.


"Sudah berhasil?" bisik Haris


"Belum," balas Yudha sambil berbisik pula.


Pembicaraan keduanya terbatas, karena pelajaran sedang berlangsung dan takut akan mengundang perhatian guru.


"Nanti saja aku cerita," bisik Yudha lagi.


Bel istirahat berbunyi, murid berhamburan keluar. Berbeda dengan Yudha dan Haris, keduanya memilih diam di kelas melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda.


"Apa rencanamu selanjutnya Yud?" tanya Haris


"Belum tahu Ris, sumpah aku pusing!" Yudha meremas rambutnya frustasi


Haris mengetuk-ngetuk meja, sesaat kemudian dia menjentikkan jarinya karena menemukan ide dan langsung menoleh pada sahabatnya.


"Aku punya ide Yud, kita menyamar pura-pura jadi teman kuliah Sofia," ucapnya penuh semangat.


Mata Yudha memicing, karena belum mengerti maksud sahabatnya di samping itu dia juga masih sangsi.


"Aku belum mengerti maksudmu Ris," ujar Yudha

__ADS_1


"Dengarkan aku, kita datangi rumah Sofia dan berpura-pura menjadi mahasiswa dan mengaku teman sekelas Sofia." Haris menjelaskan secara detail tentang idenya kepada Yudha.


Tampak Yudha begitu tenang menyimak setiap penjelasan yang disampaikan oleh Haris, sepertinya dia tertarik mencoba dan memang cara itu dirasa mudah dan efektif.


"Bagaimana menurutmu Yud?"


"Oke, aku setuju. Pulang sekolah kita eksekusi dan harus mengganti seragam di rumahmu Ris," jawab Yudha antusias


Keduanya pun sepakat dan menyusun rencana serapi mungkin, agar usaha mereka tidak sia-sia nantinya.


Sepulang sekolah, dua pemuda itu pun pulang ke rumah Haris untuk mengganti seragam mereka dengan pakaian layaknya mahasiswa.


Yudha berdiri di depan cermin, memandang pantulan dirinya sembari merapikan rambutnya.


"Ternyata cocok juga ya penampilanku begini, siapa yang bisa menyangka kalau kita masih SMA hehe," kekeh Yudha


"Sudah, jangan terlalu banyak gaya. Waktu berjalan terus nanti kita telat," balas Haris


Keduanya bergegas keluar, kemudian menaiki motor dengan berboncengan menuju kampus Sofia.


"Kenapa malah ke kampus sih?" gerutu Haris di belakang.


"Diam, ikuti saja kemana aku membawamu," ujar Yudha.


"Tapi, rencananya kan mau ke rumah Sofia bukan ke kampusnya Yud," bantah Haris karena merasa yang dilakukan Yudha melenceng dari rencana awal.


"Kita cek dulu di kampus, baru ke rumahnya," ucap Yudha menjelaskan pada Haris yang kebingungan.


Keduanya pun turun dan Yudha memarkir motornya, mereka berjalan menyusuri area parkiran bahkan berbaur dengan para mahasiswa.


Kali ini Yudha tampak begitu percaya diri dengan penampilannya, pakaian yang mereka gunakan membuat sulit untuk membedakan keduanya dengan mahasiswa yang ada di sekitar.


"Yud, jangan terburu-buru," bisik Haris di sebelah Yudha


"Ssttt, jangan berisik nanti ada yang curiga," balas Yudha sambil berbisik pula


Yudha menghampiri seorang gadis yang sedang duduk sendirian di taman kampus, krmudian dia mendekat dan menyapanya.


"Hai," sapa Yudha


"Hai juga," balas Si Gadis


"Mahasiswi di sini ya?" tanya Yudha berbasa-basi.


"Pffth." Haris menutup mulutnya tiba-tiba menahan gelak tawanya karena mendengar pertanyaan aneh sahabatnya itu.


Yudha mengabaikan tingkah Haris, dia justru lebih fokus pada gadis di sebelahnya dan ingin memgorek informasi dari gadis itu.

__ADS_1


"Iya dong," jawab gadis tersebut tersenyum tipis.


"Hmm, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Yudha lagi


"Silahkan, mau tanya apa?"


Yudha merogoh tasnya lalu mengambil benda pipih dari dalam, kemudian dia membuka galeri dari ponselnya dan menunjukkan Foto Sofia.


"Kenal dengan gadis ini?" tanya Yudha.


Gadis itu menatap gambar Sofia di layar ponsel, kemudian pandangan beralih menatap kearah Yudha seakan curiga.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Yudha memiringkan wajahnya


Bukannya menjawab, gadis itu malah bertanya balik pada Yudha,"kamu mengenal Sofi?"


"Iya, aku mengenalnya, apa Sofia hari ini masuk?" selidik Yudha.


Gadis itu menggeleng, kemudian dia kembali menatap Yudha dengan tatapan tajam.


"Kamu tahu dimana Sofi? Sudah beberapa hari ini dia tidak masuk kuliah," ujar gadis itu


Yudha berpaling menatap Haris di belakangnya, pandangan keduanya saling bertemu lalu Haris memberi kode dengan mengerlingkan mata.


Yudha kembali menoleh pada gadis di sebelahnya, sepertinya gadis ini kenal dekat dengan Sofia atau bisa jadi dia adalah sahabat kekasihnya.


"Aku tidak tahu dimana Sofia, justru aku datang kesini mencari dia," jawab Yudha jujur.


"Kamu sahabat Sofia?" tanya Yudha lagi


"Iya, kami bersahabat. Bahkan hubungan kami sangat dekat lebih dari sahabat."


Gadis itu tampak murung, sepertinya dia juga sedang mencari dimana keberadaan Sofia.


"Sofia gadis yang sangat tertutup, dia tidak mudah menerima orang baru di sekitarnya karena itu aku khawatir terjadi sesuatu padanya," ucap Si Gadis.


"Baiklah, terima kasih atas informasinya. Aku pergi dulu," pamit Yudha


"Hei! Kamu belum menyebutkan nama dan alasanmu mencari Sofia. Enak saja main pergi tanpa memberi tahuku siapa kamu sebenarnya," sambar gadis tersebut.


"Ah maaf, perkenalkan. Aku Yudha kekasih Sofia," jawab Yudha


Gadis itu tertegun, kemudian dia tersenyum getir seakan kecewa mendengar pengakuan pemuda di depannya.


"Sofia sudah punya kekasih, dia tidak mengatakan kepadaku hehe," ujarnya terkekeh.


Yudha hanya tersenyum tipis, dia sudah tahu apa alasan Sofia merahasiakan hubungan mereka bahkan Sofia tidak menyembunyikan dari sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Aku memaklumi tindakanmu sayang, walaupun aku agak kecewa karena kamu malu atau takut hubungan kita diketahui orang lain," batin Yudha.


Setelah mengatakan status hubungannya dengan Sofia, Yudha berpamitan dan mengajak Haris ke rumah Sofia. Sesuai rencana, mereka akan menyamar dan berpura-pura datang mencari Sofia.


__ADS_2