KORBAN CASSANOVA

KORBAN CASSANOVA
Mencari Sofia


__ADS_3

Part 35


Yudha tetap bertahan menunggu di tempatnya, berharap ada tanda-tanda seseorang akan muncul atau mungkin Sofia sendiri yang keluar dari rumahnya.


"Kemana semua penghuni rumah ini?" gumam Yudha sambil terus menatap ke arah bangunan di depannya.


Hampir tiga jama dia berdiri hasilnya masih tetap sama seperti awal dia datang, bahkan tak ada yang hanya sekedar lewat atau suara terdengar dari dalam.


Pemuda itu memutuskan untuk pulang, dia tidak ingin menjadi perhatian orang di sekitar karena sudah lama berdiri di depan gerbang rumah Sofia.


"Sudahlah, lebih baik aku pulang. Besok pagi aku kesini lagi dan semoga besok aku beruntung," batin Yudha.


Dengan lemas Yudha memutar tubuhnya, melangkah gontai memdekati motornya yang terparkir kemudian menaikinya dan menyalakan mesin lalu melesat pergi dengan perasaan kecewa.


Rumah sahabatnya Haris menjadi tujuan perjalanan Yudha, mungkin dengan bertemu Haris, pikirannya bisa sedikit terhibur dan mengusir kegalauannya.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Yudha sampai di rumah sahabatnya. Pemuda itu memasuki halaman dan memarkir motornya lalu turun dan melangkah menuju pintu .


Haris yang mendengar suara motor, segera keluar dan membuka pintu.


"Hai Bro, dari mana? Kenapa mukamu kusut begitu?" pertanyaan beruntun Haris lontarkan pada Yudha.


Bukannya menjawab, Yudha hanya membalas dengan senyum getir, kemudian melangkah masuk melewati Haris di depannya.


"Eh, yang punya rumah masih di depan pintu. Tamunya sudah nyelonong masuk aneh," ucap Haris lalu mengikuti langkah Yudha masuk.


"Hei, mau kemana kamu Yud? Asal jalan saja kayak orang lagi mabuk!" seru Haris dari belakang.


Yudha menoleh sekilas lalu berhenti dan memutar tubuhnya, menunggu Haris mendekat padanya.


"Kenapa teriak Ris? Telingaku masih normal," sungut Yudha.


"Habisnya dari tadi ditanya cuma diam, makanya jawab dulu pertanyaanku," balas Haris.


"Aku mau ke kamarmu, puaass!?"


Setelah mengucapkan kalimatnya, Yudha berbalik dan melanjutkan langkahnya menuju kamar Haris.


Haris hanya bisa berdiri di tempat sambil melongo heran, merasa aneh melihat tingkah Yudha seperti orang yang sedang galau berat. Haris menggelengkan kepalanya lalu dia mengikuti Yudha masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar, Yudha merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar. Terlihat jelas kalau dia sedang memikirkan sesuatu.


Haris naik ke atas ranjang dan ikut merebahkan diri di samping Yudha, keduanya diam dengan pikiran masing-masing sampai akhirnya Haris memulai percakapan.


"Yud, kenapa lagi sih?" tanya Haris

__ADS_1


Yudha menarik napas lalu berkata,"pikiranku kacau Ris."


"Sofia menghilang," sambungnya lagi.


Haris bangun kemudian duduk menghadap Yudha yang masih berbaring, dia menautkan kedua alisnya.


"Menghilang bagaimana maksudmu?"


"Nomor handphone nya tidak aktif sejak kemarin, aku datangi rumahnya juga sepi bahkan aku menunggu sampai tiga jam Ris," jawab Yudha dengan wajah lesu


"Kamu sudah bertanya pada keluarganya?" tanya Haris lagi


"Tak ada seorangpun yang keluar Ris, bahkan lampu di rumahnya semua mati," ujar Yudha


"Yud, kamu ada masalah dengan dia?"


Yudha terdiam sejenak, kemudian dia bangun dan duduk mensejajari sahabatnya itu.


"Aku bingung Ris, sebenarnya antara kami berdua tidak ada masalah. Hanya saja, kemarin ponselku disita Kak Bagas dan Sofia berualang kali menghubungiku tapi tidak bisa terhubung."


"Sofia marah padaku, parahnya aku belum sempat menjelaskan apapun padanya dan sekarang dia malah menghilang," jelas Yudha dengan suara tertahan.


"Astagaa Yud, baru kali ini aku melihatmu segalau ini bahkan jadi lebay," seloroh Haris


Refleks tangan Yudha menepuk keras punggung sahabatnya yang duduk di sebelahnya, suasana yang tadinya sendu jadi berubah karena celotehan Haris.


"Ogah!, aku tidak mau jadi setengah gila sepertimu," balas Haris


"Inilah seninya Ris, apalagi kalau sedang berdua lalu bercumbu beeuh!" Yudha memejamkan mata membayangkan adegan mesranya bersama Sofia


Plaaakkk ....


Tepukan keras mendarat di paha Yudha, pemuda itu meringis menahan sakit dan menepis tangan Haris.


"Sakkitt Ris!"


"Makanya, jangan melamun jorok!" balas Haris sinis


Keduanya saling pandang lalu tergelak bersama, sejenak Yudha melupakan kegundahan hatinya dengan bercanda gurau bersama Haris.


Yudha melirik jam di tangannya, waktu menunjukkan pukul 09.00 malam dan dia harus pulang. Yudha beranjak dari tempatnya lalu berpamitan pada Haris.


"Ris, aku pulang ya. Sampai jumpa besok di sekolah," ucapnya kemudian melangkah keluar.


Kedua pemuda itu berjalan keluar rumah, tiba di teras Haris menarik tangn Yudha.

__ADS_1


"Yud, besok pagi coba kamu cek lagi ke rumah Sofia," ucapnya mengingatkan Yudha.


"Iya, Ris. Rencananya memang besok pagi aku kesana lagi semoga aku beruntung," balas Yudha.


"Baiklah, aku pamit," ucap Yudha lalu menaiki motornya.


"Hati-hati Bro," sahut Haris.


Yudha menyalakan mesin motornya, kemudian perlahan motornya bergerak dan melaju memecah jalanan kembali ke rumahnya.


Yudha sudah sampai di rumah, tampak Bagas berdiri di teras menyambut adiknya pulang.


"Dari mana Yud?" tanya Bagas


"Dari Rumah Haris," sahut Yudha.


"Kenapa tidak pamit sama kakak hmm?"


"Aku terburu-buru kak, Haris menelpon tadi dan memintaku datang," ucap Yudha berbohong


"Oh, begitu? Ya, sudah sana masuk," balas Bagas tersenyum tipis penuh arti.


"Rupanya kamu masih mengabaikan ucapanku Yud, kamu masih berusaha menemui gadis itu," gumam Bagas dalam hati saat Yudha sudah berjalan melewatinya.


Keesokkan harinya, tanpa ikut sarapan dengan kakaknya Yudha bergegas melangkah keluar dan berjalan menuju bagasi. Bagas mengikuti langkah adiknya dan menyapa Yudha.


"Tumben kamu berangkat sepagi ini Yud? Bahkan mengabaikan sarapanmu bersama kakak," sindir Bagas.


Yudha menoleh dan berucap,"Aku sudah janjian sama Haris kak, pagi ini dia minta dijemput dan aku juga tidak sempat sarapan."


"Hmm, baiklah. Hati-hati dan jangan ngebut di jalanan," pesan Bagas.


Yudha mengangguk kemudian naik ke atas motornya, setelah itu dia menyalakan mesin dan motor pun bergerak meninggalkan kediaman mereka.


Yudha melajukan motor dan mengarahkan menuju rumah Sofia, seperti rencana sebelumnya dia akan mengecek kembali rumah kekasihnya itu.


Sampai di depan rumah Sofia, Yudha berhenti dan memarkir motornya lalu dia turun dan mencari tempat persembunyian.


Pandangan Yudha tak lepas mengawasi bangunan di depannya, masih tampak sepi seperti semalam hanya saja lampu di beberapa bagian bangunan yang menyala semalam sudah dimatikan.


"Apa ada orang ya di dalam? Lampu terasnya sudah dimatikan," gumamnya


Yudha belum beranjak dari tempatnya, tetap menunggu perkembangan mungkin saja ada seseorang yang akan terlihat keluar dari rumah Sofia.


Penantian Yudha akhirnya membuahkan hasil, seorang lelaki paruh baya terlihat keluar dari pintu utama dan berjalan menuju halaman rumah.

__ADS_1


"Siapa itu? Ayahnya Sofia atau pekerja di rumahnya?"


Yudha mengawasi dari kejauhan, gerak-gerik lelaki tersebut. Namun, tak ada yang mencurigakan hanya aktifitas seperti biasa keluar sebentar lalu masuk lagi ke dalam rumah.


__ADS_2