KORBAN CASSANOVA

KORBAN CASSANOVA
Kamu Dimana?


__ADS_3

Part 34


Sepulang sekolah, Yudha datang ke kampus Sofia untuk menjelaskan perihal ponselnya yang disita. Pemuda itu menunggu kekasihnya di depan gerbang kampus tempat biasa dia menjemputnya.


Satu jam berlalu, Sofia belum juga terlihat bahkan penghuni kampus mulai sepi. Yudha mengambil ponsel di sakunya dan mencoba menghubungi nomor Sofia tetapi tidak dapat terhubung.


"Kemana dia ya?" gumam Yudha


Pemuda itu masuk ke halaman kampus dan menghampiri salah seorang mahasiswa yang berdiri di samping motor.


"Permisi," sapa Yudha


Mahasiswa itu menoleh sambil tersenyum tipis dan berkata,"ya, ada yang bisa dibantu dek?"


"Sembarangaan, sejak kapan kamu jadi kakak ku?" sungut Yudha dalam hati


Demi mendapatkan informasi tentang Sofia, pemuda itu mengabaikan dulu kekesalannya pada mahasiswa di depannya.


"Emm, aku sedang mencari seseorang namanya Sofia dia mahasiswi tingkat tiga," ucap Yudha


Cukup lama mahasiswa itu menatap wajah Yudha, kemudian tersenyum ramah.


"Oh, Sofia. Kamu adiknya ya?"


Jleebb ....


Sepertinya mahasiswa itu mengira kalau Yudha adalah adik Sofia yang datang memjemput, yang membuat kekesalan Yudha semakin memuncak karena merasa diremehkan.


"Bukan, aku kekasih Sofia," jawab Yudha sinis


"Hahhaha, aku baru tahu rupanya adik Sofia pandai juga melucu." mahasiswa itu justru terpingkal-pingkal mendengar ucapan Yudha


"Heii, kamu kira ini lelocun hah?!" Yudha mulai terpancing dan nada suaranya meninggi.


Mahasiswa itu pun memelankan suara tawanya. Namun, masih tetap tersenyum geli menatap pemuda berseragam sekolah yang berdiri di depannya.


"Iya, iya, aku percaya. Kakakmu hari ini tidak masuk kuliah ppffft," balas mahasiswa itu seakan meledek Yudha.


Tanpa mengucapkan apapun, Yudha memutar tubuhnya lalu meninggalkan mahasiwa itu sambil menahan kemarahannya.


Perasaan Yudha semakin kalut, dia memutuskan untuk pulang dan menunggu nomor ponsel Sofia aktif.


Di perjalanan pulang, Yudha sengaja melewati rumah kekasihnya berharap bisa melihat penampakan sosok Sofia di sekitar rumahnya. Tapi, hasilnya nihil. Sofia sepertinya benar-benar marah padanya dan mengira Yudha sengaja menghindar.

__ADS_1


Sampai di rumahnya, Yudha melempar tas ke sembarang arah. Ucapan mahasiswa tadi masih terngiang di telinga Yudha, untung saja dia masih bisa menguasai dirinya untuk memberi pelajaran pada mahasiwa tadi karena dia lebih fokus pada Sofia.


Ponsel Yudah berdering, dengan cepat pemuda itu menyambar benda pipih di sampingnya. Namun, wajahnya seketika berubah kecewa saat tahu siapa yang menghubunginya.


Dengan malas dia memencet tombol terima dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.


"Halo," sapa Bagas dari seberang


"Iya, kak," sahut Yudha lemah.


"Sudah selesai urusannya di kampus?"


Gleekk ....


Yudha terperanjat, pemuda itu menelan salivanya karena terkejut sekaligus takut seperti orang yang sedang tertangkap basah.


"Aduuhh, siaal. Aku ketahuan! Rupanya kakak mengintai setiap gerakanku," gerutunya


"Yud?" suara Bagas memanggil dari seberang.


"Ah, ii .., iiyaa kak," jawab Yudha terbata.


"Kamu belum menjawab pertanyaan kakak Yud," ucap Bagas.


"Mm, eem, ah aku mencari Sofia." kalimat itu lolos begitu saja dari bibir Yudha


Untuk sekian detik suasana hening, tak ada suara Bagas dari seberang menyahuti jawaban Yudha lalu terdengar hembusan napas kasar Bagas di telinga Yudha.


"Yud, kamu lupa janjimu pada kakak. Aku kecewa!" telepon terputus karena Bagas menutup telponnya secara sepihak.


Tentu saja hal ini membuat Yudha menjadi panik, pemuda itu mencoba menghubungi kembali kakaknya tapi, panggilannya selalu ditolak.


Yudha semakin frustasi, satu sisi dia tidak tahu kabar tentang Sofia sementara di sisi lainnya dia juga sudah melanggar janji pada kakaknya.


Pemuda itu meremas kasar rambutnya, kemudian merebahkan diri di Sofa ruang tamu tanpa melepas pakaian seragamnya terlebih dahulu. Karena terlalu lelah akhirnya Yudha tertidur dengan seragam sekolah yang masih lengkap.


Tak lama kemudian, Bagas pulang ke rumah. Sampai di ruang tamu, langkah lelaki itu terhenti ketika matanya menangkap sosok Yudha di Sofa.


"Astagaa anak ini, kelakuannya masih juga tidak berubah," gumam Bagas sambil menggelengkan kepalanya.


Tak ingin mengganggu tidur adiknya, Bagas melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar lalu beristirahat.


Satu jam kemudian, Bagas keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu untuk mengecek adiknya yang sedang tertidur di sofa.

__ADS_1


Tiba-tiba saja muncul ide gila di kepalanya untuk mengerjai Yudha, Bagas mengambil tali dan mengikatnya pada kaki meja, kemudian tali tersebut diikat bersama tali sepatu adiknya.


Setelah semua tali terikat, Bagas membangunkan Yudha dengan menggoyang tubuh adiknya.


"Yud, bangun sudah sore!"


Sepertinya Yudha masih berselancar dalam mimpinya, hingga gerakan Bagas tidak dirasakan sama sekali.


"Yudhaa! banguuun sudah sore," serunya lagi.


Antara mimpi dan nyata, sayup-sayup Yudha memdengar namanya dipanggil. Perlahan dia membuka mata lalu bangkit. Namun, gerakannya justru terasa berat bahkan meja pun ikut tergeser.


"Ada apa ini?" tanya Yudha menatap kakaknya


Bagas hanya mengangkat kedua bahunya sembari menahan tawa, sedangkan Yudha duduk kembali lalu mengumpulkan kesadarannya.


Sedetik kemudian, barulah Yudha menyadari jika dia telah dikerjai ketika melihat ke bawah dan menatap ke arah kakinya.


"Kakak mengerjaiku? Aahh sialaaann! Umpatnya.


Bukannya marah mendapat umpatan dari Yudha, tawa bagas justru pecah lelaki itu tergelak sambil memegangi perutnya.


"Makanya, kalau tidur seragamnya dibuka dulu hahaha," ledek Bagas diselingi tawa lepasnya.


Berbeda dengan Yudha, pemuda itu malah merasa kesal karena merasa dipermainkan. Ditambah lagi masalahnya dengan Sofia belum juga ada titik terangnya.


Dengan wajah kesal, Yudha melepas ikatan tali di sepatunya lalu bangkit dan meninggalkan Bagas si ruang tamu.


Pemuda itu berjalan cepat masuk ke kamarnya, kemudian membanting keras pintu kamarnya.


Yudha mengambil ponselnya, untuk kesekian kalinya dia mencoba menghubungi Sofia tapi, masih saja sama Sofia seperti menghilang.


"Aku akan mencari ke rumahnya, persetan dengan janji pada kakak. Aku harus menemui Sofia bagaimanapun caranya," gumam Yudha.


Pemuda itu pun bergegas mandi, kemudian mengganti pakaian dengan baju bersih lalu mengambil kunci mobil milik kakaknya yang tergantung.


Yudha berjalan mengendap-endap menuju garasi agar tidak ketahuan Bagas yang berada di dalam kamar, tiba di dekat mobil dia segera masuk dan menyalakan mesin kemudian mobil perlahan bergerak meninggalkan kediaman mereka.


Tujuan utama Yudha adalah rumah kekasihnya Sofia, sepanjang perjalanan Yudha mencoba menghubungi Sofia lewat telepon. Namun, lagi-lagi dia kecewa karena tidak terhubung.


Mobil Yudha sudah ada di depan rumah Sofia, pemuda itu masih bertahan di dalam mobil sembari memantau keadaan rumah dan orang-orang di sekitar.


Dari luar, kamar Sofia yang terletak di sudut tampak gelap. Rumah Sofia terlihat tak berpenghuni karena hanya ada beberapa lampu yang terlihat menyala.

__ADS_1


__ADS_2