KORBAN CASSANOVA

KORBAN CASSANOVA
Sosok Misterius


__ADS_3

Senja, matahari sudah mulai memasuki peraduannya. Perlahan Yudha membuka mata dan melirik jam di atas nakas.


"Oh, astaga, sudah Maghrib. Rupanya aku tertidur cukup lama," gumam Yudha pelan.


Lelaki itu beranjak dari tempatnya lalu bergegas ke kamar mandi, sepuluh menit kemudian Yudha selesai dengan mandinya dan memakai baju bersih.


Sembari menunggu waktu adzan, Yudha merapikan kamarnya dan hendak menutup tirai jendela. Namun, matanya menangkap sesuatu di seberang jalan tepat di depan kamarnya.


Sebuah mobil hitam terparkir, tampak kaca mobil tersebut tertutup rapat sehingga Yudha tak bisa melihat dengan jelas ke dalam mobil.


"Hmm, mobil siapa itu? Di sekitar sini tak ada yang memiliki mobil jenis itu."


Yudha berusaha fokus mengamati dari balik tirai, sedetik kemudian dia menepis rasa penasarannya dan berbalik lalu melangkah untuk bersiap melaksanakan shalat Maghrib.


Selesai shalat, Yudha membereskan kembali alat shalatnya ke tempat semula.


Tak lama kemudian, terdengar deru mobil masuk ke halaman rumah. Bagas sudah pulang dan memarkir mobilnya di garasi lalu masuk ke dalam rumah.


Rupanya, sebelum masuk ke dalam, perhatian Bagas tak luput dari mobil yang terparkir di depan rumahnya.


Bagas berdiri sejenak menatap ke arah mobil, mengamati dari kejauhan dan berusaha mengingat apakah dia mengenali mobil tersebut.


Karena tak mendapat jawaban di kepalanya, Bagas lantas menggeleng dan memutar tubuh melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah.


"Yud, yudhaa!!" teriak Bagas memanggil adiknya sambil berjalan masuk.


Mendengar suara Bagas, Yudha membuka pintu kamar lalu mengintip ke asal suara.


"Ya, ada apa Kak?"


"Yud, mobil siapa di depan?" tanya Bagas penasaran.


"Aku tidak tahu kak, mungkin orang yang sedang bertamu ke tetangga sebelah," jawab Yudha berjalan keluar menghampiri kakaknya.


"Oh, bisa jadi," jawab Bagas singkat.


"Kapan kamu mengurus pendaftaran kuliah Yud? Apa sudah ada kampus pilihan?" lanjut Bagas lagi.


Yudha terdiam, pertanyaan Bagas cukup horor di telinganya.


"Yud, kamu dengar apa yang kakak bilang?"


Yudha mengangkat wajahnya, pikirannya melayang entah kemana sehingga tak bisa fokus untuk menjawab pertanyaan Bagas.


Beberapa detik kemudian barulah Yudha bicara.

__ADS_1


"Sedang aku pikirkan kak, rencananya besok aku tanya pada Haris dan meminta tolong sama dia," jawab Yudha.


Setelah mendapat jawaban dari adiknya, Bagas pun berlalu meninggalkan Yudha dan berjalan masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


Keesokkan paginya, Yudha bangun dan keluar dari kamarnya. Lelaki itu berjalan menuju teras dan berniat hendak jogging karena sudah lama tidak melakukan olah raga.


Saat berada di teras, lagi-lagi Yudha tertegun dengan apa yang dilihatnya. Mobil hitam misterius masih terparkir di depan rumah mereka.


Kali ini, kaca mobil tersebut sedikit terbuka sehingga nampak sosok seorang pria berkaca mata hitam duduk dibelakang kemudi sedang mengamati jalanan.


"Bukannya itu mobil yang parkir kemarin? Siapa pemiliknya?"


Seribu pertanyaan muncul dibenak Yudha, lelaki tersebut berdiri mematung menatap ke arah mobil hitam di pinggir jalan.


"Apa yang dia lakukan di situ? dari gelagatnya, sepertinya dia sedang mengintai seseorang. Tapi, siapa?"


Yudha terus bergumam, tanpa menyadari kehadiran Bagas yang sudah berdiri di belakangnya dan ternyata juga sedang mengamati mobil misterius tersebut.


"Apa yang dilakukan orang itu?" ucap Bagas.


Yudha terperanjat kaget,"Astagaa, kak. Jangan membuatku jantungan!!


Yudha sontak berbalik sambil mengelus dadanya dan menatap tajam ke arah Bagas.


"alaahh, lebay kamu Yud!!"


"Lupakan jantungmuu, kakak penasaran sama mobil itu dan orang yang ada di dalamnya," timpal Bagas


Yudha berjalan menuju kursi rotan di sudut teras dan Bagas mengikuti di belakang, keduanya lalu duduk berhadapan.


"Yud, bagaimana kalau kakak hampiri saja orang itu dan tanya sedang mencari apa?" ucap Bagas sambil melirik ke arah mobil.


"Ssstttt, jangan keras-keras kak. Mungkin pria itu sedang mencari seseorang," balas Yudha setengah berbisik.


Sementara itu, sosok pria aneh di dalam mobil masih duduk dengan santainya sesekali menghisap rokoknya.


Bagas tak lagi bisa menahan rasa penasarannya, dia beranjak dan melangkah menuju pagar mendekat ke arah mobil.


Namun, tiba-bisa saja mobil Toyota Avanza hitam itu bergerak perlahan dan kaca mobil tertutup rapat.


Bagas bergegas hendak mengejar, tetapi, mobil bergerak semakin menjauh meninggalkan kompleks perumahan.


"Aahh, siaall!!" umpat Bagas kesal.


Melihat kejadian itu, Yudha pun ikut berlari menghampiri kakaknya.

__ADS_1


"Kak, siapa orang itu? Apa kakak mengenalnya?" tanya Yudha dengan napas terengah-engah.


"Kakak tidak mengenalnya. Tapi, kakak penasaran apa yang dia lakukan di depan rumah kita?"


Bagas tertegun, mencoba mengingat-ingat apakah selama ini dia memiliki musuh? Namun, usahanya gagal bahkan dia sampai berpikir keras. Tapi, sia tidak menemukan jawabannya.


Bagas berbalik menghadap ke arah Yudha.


"Yud, coba kamu ingat baik-baik, apakah selama ini kamu pernah menyakiti seseorang?" selidik Bagas.


Kedua alis Yudha bertemu, tampak wajahnya bingung dan berusaha mengingat sesuatu. Sesaat kemudian Yudha menggeleng keras sebagai jawaban.


"Aku tidak punya musuh kak, atau jangan-jangan itu rival kakak?"


"Kakak tidak punya rival, apalagi musuh," jawab Bagas tegas.


Kedua kakak beradik tersebut dilanda kebingungan dan rasa penasaran, terlebih lagi ketika Bagas hendak menghampiri mobil tersebut malah pergi seakan tak ingin diketahui identitasnya.


Tak ingin pikirannya terganggu, Yudha menghela napas kasar dan berkata,"aah, sudah kak, biarkan saja! Mungkin orang itu kurang kerjaan.


Berbeda dengan adiknya, Bagas justru semakin penasaran. Bahkan berniat mencari tahu siapa sosok pemilik mobil misterius itu.


Setelah melewati drama, keduanya pun memutuskan mencari makanan dan sarapan di luar.


Untuk pertama kalinya mereka jalan bersama, setelah sekian lama keduanya sibuk dengan urusan masing-masing.


Momen yang sangat langka menurut Bagas dia bisa pergi berdua bersama adiknya, sehingga Bagas begitu menikmati perjalanan mereka.


Selama perjalanan, di mobil Bagas banyak bercerita mengenai masa kecil mereka. Mengenang saat-saat indah ketika orang tua mereka masih ada.


Yudha tak banyak berbicara, hanya menjadi pendengar setia dan sesekali ikut tertawa ketika Bagas mencaritakan kisah lucu mereka masih kecil.


Tak lama kemudian, setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Keduanya sampai di sebuah rumah makan sederhana. Namun, pengunjungnya tampak ramai.


Bagas memarkir mobilnya lalu mengajak Yudha turun.


"Ayo, Yud, mama dan papa dulu sering kesini," ucap Bagas.


Yudha tertegun, lelaki itu diam termangu dan berdiri mematung untuk beberapa saat. Ingatannya seakan berputar kembali pada masa kecilnya ketika orang tuanya masih ada.


"Kak, aku rindu mama dan papa," ucap Yudha lirih dengan wajah sendu tanpa menoleh pada kakaknya.


Sesaat Bagas terdiam kemudian berkata,"sama, kakak juga sangat merindukan mereka."


"Ayoo, kita ke dalam," ajak Bagas sambil melangkah mendahului adiknya dan Yudha berjalan di belakangnya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan sepasang mata elang sedang mengawasi keduanya dengan senyum menyeringai.


"Bersenang-senanglah dulu, ada saatnya kamu akan menerima balasanku anak muda!!"


__ADS_2