KORBAN CASSANOVA

KORBAN CASSANOVA
Kemarahan Bagas


__ADS_3

Part 31


Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di depan rumah Sofia, Yudha membuka pintu mobil untuk kekasihnya dan Sofia pun turun lalu menutup kembali pintu mobil.


"Dah, besok pagi aku jemput lagi," ucap Yudha sambil melambaikan tangan dan dibalas oleh Sofia.


Mobil Yudha melesat menuju rumahnya, pemuda itu menyunggingkan senyuman entah apa yang ada di dalam benaknya.


Tak lama kemudian, Yudha tiba di rumahnya. Pemuda itu memarkir mobil lalu turun dan melangkah masuk ke dalam rumah.


Seperti biasa, sebelum berangkat kerja Bagas akan menyiapkan makanan untuk adiknya pulang sekolah.


Setelah mengganti seragamnya dengan baju rumahan, Yudha menuju dapur lalu mencari makanan.


"Hmm, rupanya kak Bagas sudah menyiapkan makanan di atas meja," gumam Yudha ketika membuka tudung saji


Selesai menghabiskan makannya Yudha kembali ke kamar, dia naik ke atas kasur kemudian memainkan ponselnya hingga tertidur dan ponsel terlepas dari tangannya.


Sore hari, Bagas pulang dan melihat mobil terparkir di bagasi.


Lelaki itu berjalan masuk, sebelum ke kamarnya terlebih dahulu dia masuk ke kamar adiknya. Tampak Yudha tertidur pulas di dekatnya ponsel yang masih dalam keadaan menyala.


"Anak ini, selalu saja begini lupa mematikan ponsel," omel Yudha.


Namun, tiba-tiba saja timbul rasa ingin tahunya ketika melihat ponsel Yudha. Dengan cepat Bagas menyambar ponsel adiknya lalu memeriksa semua isi panggilan dan pesan di dalamnya.

__ADS_1


Mata Bagas terbelalak, saat membaca semua pesan yang dikirim dari seseorang yang bernama Sofia dan balasan dari Yudha yang tak kalah fulgar.


"Astagaa, apa inii!!"


Seketika emosi Bagas muncul, tak menyangka adik kesayangannya bisa dan berani melakukan hubungan intim dengan seorang perempuan.


"Yud, banguun. kakak bilang banguun!" seru Bagas sembari menarik tubuh adiknya dari kasur.


Yudha terkejut kemudian mengumpulkan kesadarannya, dengan santai dia mengucek mata dan menatap heran ke arah Bagas.


"Kenapa lagi kak? Aku masih ngantuk," ujarnya dengan suara khas bangun tidur


"Apa ini hah! bisa kamu jelaskan pada kakak?" Bagas menunjukkan pesan di layar ponsel Yudha.


"Kak, kembalikan ponselku," bujuk Yudha.


"Tidak, kakak butuh penjelasan darimu dan jangan coba-coba mengalihkan topik pembicaraan," ujar Bagas geram


Yudha berusaha merebut ponsel dari tangan Bagas. Namun, dia kalah cepat karena Bagas lebih dulu memasukkan ke dalam saku celananya.


Bagas menarik paksa tubuh Yudha dari kasur, lelaki itu berang dengan tingkah adiknya yang berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Berdiri kamu!" bentak Bagas


Yudha bangkit lalu berdiri sejajar dengan kakaknya, pemuda itu menundukkan wajah menghindari tatapan tajam dari kakaknya.

__ADS_1


"Katakan padaku siapa perempuan itu?" tanya Bagas penuh emosi dengan mata memerah


"Sofia, pacarku kak," jawab Yudha gugup sambil memilin pinggir kaosnya


"Yud, kamu sadar apa yang telah kamu lakukan? Kamu berani merenggut kesucian seorang perempuan."


"Kakak kecewa padamu Yud, selama ini kakak selalu mengalah bahkan berusaha sekuat tenaga memenuhi segala kebutuhanmu," sambung Bagas dengan suara bergetar.


"Maafkan aku kak, saat itu aku khilaf," balas Yudha memasang wajah pasrah


Bagas meremas rambutnya, lelaki itu benar-benar frustasi dengan kelakuan adiknya yang sudah melewati batas


Spontan tubuh Yudha luruh ke lantai, pemuda itu memeluk kaki Bagas memohon maaf atas perbuatannya yang telah membuat Bagas kecewa dan marah.


"Kumohon kak, maafkan aku dan aku berjanji akan bertanggung jawab pada Sofia," ucap Yudha memelas


Bagas diam membisu, tak tahu lagi harus berbuat apa ketika dihadapkan pada masalah sepertu ini. Bahkan diusianya yang sudah hampir kepala 4 belum pernah dia melakukan hubungan intim pada perempuan manapun.


"Kamu sudah kelewatan Yud, kakak merasa gagal mendidikmu. Mama dan papa pasti kecewa sama kakak," ujar Bagas.


"Sumpah kak, aku khilaf."


"Lebih baik kamu diam Yud, sebab kakak tak ingin mendengar kebohongan dari bibirmu," ujar Bagas lalu melepaskan cengkraman tangan Yudha.


Lelaki itu memutar tubuhnya dan berlalu meninggalkan kamar adiknya, dengan langkah gontai memuju kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2