LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 100. Pendekar Raja Yang Tertipu


__ADS_3

Sementara itu di tempat Feng Yuan berdiri, ia kini bisa melihat Xiao Hu yang sedang duduk manis di bawah dagu Ling Yan.


"Oh, ternyata inilah binatang gaib harimau ekor api itu." Ucap Feng Yuan sambil menyeringai.


"Hmp jangan harap kau bisa menyentuhnya sedikit pun." Ucap Ling Yan sambil maju menyerang dengan pedangnya.


"Teknik pedang api membelah samudera." Teriak Ling Yan yang kini sudah menyelimuti pedangnya dengan kobaran api sakral surgawi.


Melihat Ling Yan maju menyerang, Feng Yuan juga ikut bergerak dan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.


"Pedang petir menyambar bumi." Teriaknya sambil menyambut serangan Ling Yan.


Saat pedang keduanya beradu, suara dentingan pedang yang begitu keras kini terdengar di telinga keduanya, tenaga dalam yang bertabrakan kini berefek pada beberapa pohon yang ada di sekitarnya.


Dapat dilihat tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Feng Yuan lebih besar dari pada tenaga dalam milik Ling Yan, namun karena adanya kobaran api sakral surgawi yang menyelimuti pedang Ling Yan, membuat kekuatan keduanya terlihat seperti seimbang tapi sebenarnya tidak seperti itu.


"Hehehe aku sudah tau kau juga memiliki kekuatan api spiritual, tak kusangka kekuatanmu ini lumayan hebat anak muda." Ucap Feng Yuan di sela pertarungan.


Ling Yan hanya diam sambil terus berusaha mengimbangi gerakan cepat serta permainan pedang Feng Yuan yang begitu lihai, namun tetap saja perbedaan kekuatan antara keduanya memang sangat jauh berbeda.


"Hmp kau masih terlalu muda nak, Teknik pedang petir melintasi langit." Tiba-tiba Feng Yuan bergerak bagaikan kilat dan langsung saja berada di hadapan Ling Yan dan langsung menebaskan pedangnya.


Untung saja Ling Yan bereaksi cukup cepat dan berhasil menahan serangan yang mengarah ke area vitalnya itu, namun karena tenaga dalam yang Feng Yuan gunakan lumayan besar, membuat Ling Yan tidak mampu bertahan dan membuatnya terhempas lumayan jauh ke belakang.


"Hehehe ada apa anak muda, apakah kekuatanmu yang setingkat seorang pendekar jiwa hanya sebatas ini saja." Feng Yuan terlihat sedikit terkekeh setelah berhasil membuat Ling Yan terhempas cukup jauh kebelakang.

__ADS_1


Sebenarnya Feng Yuan merasa sedikit aneh saat melawan Ling Yan yang sekarang ini ada di hadapannya, karena setahunya seorang pendekar jiwa pastilah memiliki kekuatan yang lebih besar dari ini, sedangkan Ling Yan tidak seperti itu, bahkan ia sempat berpikir kalau Ling Yan hanya memiliki kekuatan seorang pendekar berlian bintang 5.


Ada sedikit kejanggalan di dalam pikiran Feng Yuan saat ini, namun ia kini berusaha membuang pikirannya itu dan mulai berjalan mendekati Ling Yan yang saat ini tengah jatuh terduduk.


Setelah ia berada di hadapan Ling Yan yang terlihat tidak berdaya, ia lalu menaruh ujung pedangnya di depan mata Ling Yan.


"Heh, ternyata kau tidak sekuat yang aku bayangkan, bahkan kau tidak layak di katakan sebagai seorang pendekar jiwa, aku begitu kecewa padamu."


Ling Yan hanya mengangkat kepalanya dan menatap balik wajah Feng Yuan yang terlihat angkuh.


"Sekarang serahkan binatang gaib itu." Ucap Feng Yuan sedikit berteriak sambil menatap wajah Ling Yan dingin.


Berselang beberapa saat Ling Yan nampak tidak bereaksi dan ia malah mengulas senyum manisnya di hadapan Feng Yuan. Feng Yuan yang melihat itu kini terlihat bingung sambil menaikkan alisnya.


Setelah perkataan Feng Yuan itu, Ling Yan malah tertawa sejenak sebelum mengeluarkan sebuah kalimat yang membuat Feng Yuan begitu marah.


"Hahaha sepertinya aku sudah berhasil mengulur waktu untuk tubuh asliku, bisa-bisanya seorang pendekar raja tidak menyadari hal ini sama sekali, Hahaha!" Ling Yan kembali tertawa cukup keras.


Mendengar hal itu Feng Yuan langsung saja mengubah ekspresi wajahnya menjadi begitu marah karena perkataan Ling Yan yang mengejeknya.


Tak lama kemudian tubuh ilusi Ling Yan perlahan berubah menjadi kepulan asap hitam dan perlahan menghilang dari pandangan Feng Yuan.


"Dasar bocah tengik, awas saja kau, jika aku berhasil menangkapmu, akan aku potong tubuhmu menjadi beberapa bagian kecil." Setelah mengatakan itu Feng Yuan langsung berteriak keras karena kemarahannya.


Sementara itu di sisi lain.

__ADS_1


"Hacciu.." Ling Yan menggosok hidungnya sambil tertawa setelah bersin.


"Hehehe sepertinya tubuh ilusi yang aku gunakan sudah kalah." Ling Yan terkekeh sambil menggaruk kepalanya.


Saat ini Ling Yan terlihat sedang duduk di atas batu besar di tepi bagian terluar hutan kegelapan yang cukup jauh dari tempat bertarung tubuh ilusinya, terlihat ia tersenyum cukup puas setelah berhasil memperdayai seorang pendekar raja bintang 7.


"Hehehe ternyata sangat menyenangkan rasanya menipu seorang pendekar raja." Ling Yan kembali tertawa.


"Hmmm tapi setelah ini sepertinya aku sudah tidak bisa menipunya untuk yang kedua kalinya, kalau begitu ini saatnya bagiku untuk menggunakan kristal ini." Ling Yan terlihat mengeluarkan sebuah kristal siluman yang lumayan besar dari dalam cincin natnya.


Sebenarnya tadinya Ling Yan ingin menyerap buah apel keabadian yang ia dapatkan dari hutan kegelapan, namun ia berpikir akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyerap semua khasiat dari buah itu.


Selain itu Ling Yan juga berpikir tidak akan menyerap apel keabadian jika ia tidak sedang dalam keadaan yang sekarat, karena selain memiliki efek untuk meningkatkan tenaga dalam dan kekuatan yang ia miliki, buah tersebut juga memiliki efek penyembuhan yang begitu dahsyat dan setara dengan sebuah pil penyembuh bernama pil bunga kehidupan (Pil Tingkat 9)


"Dengan kristal siluman kura-kura tempurung besi raksasa ini aku pasti bisa mencapai kualitas tulang raja naga, dan setelah itu kekuatan fisik yang aku miliki akan meningkat dan setara dengan seorang pendekar raja." Ling Yan menatap kristal tersebut sejenak sebelum mengubah posisi duduknya menjadi bersila.


Tak lama kemudian Ling Yan lalu berkonsentrasi dan menggunakan teknik peningkatan kualitas tulang yang ada di dalam teknik menentang kehendak langit dan bumi milik Shen long.


Sebuah energi alam terlihat memutari tubuh Ling Yan dan perlahan masuk kedalam tubuhnya, walaupun teknik tersebut merupakan teknik pengembangan yang begitu cepat, tetapi kristal siluman tingkat 9 juga merupakan sebuah inti kekuatan yang memiliki energi alam yang begitu melimpah, jadi tetap saja proses tersebut akan memakan waktu yang cukup lama.


Setelah siang menjelang sore, terlihat Ling Yan masih setia duduk bersila di atas batu tersebut, dan tak lama kemudian sebuah suara seperti retakan tulang yang patah kini terdengar di dalam telinganya yang menandakan kualitas tulang yang Ling Yan miliki sudah naik ke tingkat harimau giok.


Suara teriakan Ling Yan yang menahan rasa sakit saat pembentukan tulangnya pun tidak terbendung.


"Aaaaa!!!!" Seandainya saja saat ini Ling Yan berada di tengah kota, mungkin semua orang akan menuju ke arahnya dan melihat apa yang sedang terjadi, untung saja Ling Yan saat ini sedang berada di tempat yang begitu terpencil.

__ADS_1


__ADS_2