LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 286. Misteri Siluman Gurita


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, Ling Yan dan teman-temannya yang sudah melakukan perjalanan selama 3 hari kini masih terus melanjutkan perjalanan mereka.


Hacciu!!!!


Ling Yan dan Shuyang bersin secara bersamaan.


"Sial! Sepertinya tetua Yan sedang mengumpati kita sekarang." Ucap keduanya secara bersamaan.


Selama perjalanan, mereka tidak menemukan adanya kendala yang begitu berarti selain dari para perampok kelas teri yang menghadang perjalanan mereka.


Hanya ada sekali pertarungan yang sedikit lebih lama antara Shuyang dan seekor siluman beruang tingkat 2 yang tiba-tiba melintas saat kereta kudanya melewati hutan sehari yang lalu.


Sementara para perampok kelas teri yang menghadang perjalanan mereka, semuanya di selesaikan dengan cepat oleh Xui karena para perampok tersebut hanya sebatas pendekar perak dan juga perunggu.


Ling Yan nampak membuka gulungan peta tata letak kekaisaran Wei dan menandai desa yang akan mereka singgahi sebelum sampai di pelabuhan batu hitam.


"Desa pesisir Tian Yuan, kita akan berhenti disini untuk sekedar mengisi perbekalan dan menginap selama semalam." Tutur Ling Yan disambut anggukan kepala dari kedua rekannya.


"Ahh pesisir Tian Yuan ya, menurut buku milik tetua Yan, desa ini dulunya adalah tempat yang terkenal dengan berbagai macam makanan laut yang sangat enak.


Tapi selama beberapa tahun terakhir, para nelayan yang ada disana sudah jarang keluar untuk menangkap ikan dan membuat mereka tidak lagi memproduksi hasil laut." Jelas Shuyang panjang lebar.


Xui yang sedikit penasaran pun kembali ikut bertanya." Kenapa bisa begitu, bukankah mayoritas penduduk desa pesisir Tian Yuan adalah nelayan?"


"Entahlah, tapi menurut rumor yang beredar, dulu ada satu buah kapal nelayan yang berhasil membawa pulang ribuan ikan, tetapi saat perjalanan pulang, kapal itu tiba-tiba tenggelam saat masih berada jauh dari tepi pantai Tian Yuan.


Dan juga sebelum kapal itu tenggelam, orang-orang sempat melihat adanya pusaran air serta sebuah tentakel yang mirip gurita dengan ukuran yang sangat besar menarik kapal tersebut hingga tenggelam, dan menurut penduduk setempat yang membuat kapal itu tenggelam adalah seekor siluman gurita raksasa." Jelas Shuyang sambil mengangkat satu jarinya kedepan.


"Siluman gurita raksasa?!, heh tidak ada yang namanya siluman gurita yang berukuran raksasa apalagi bisa menenggelamkan kapal selain raja siluman gurita." Ucap Guo Kai yang keluar dari dalam pedang kabut ilusi.


"Raja siluman gurita?" Sahut Ling Yan.

__ADS_1


"Ya.... Siluman ini adalah siluman yang berbahaya, meskipun kekuatannya hanya setingkat pendekar suci sepertimu, tetapi jika kamu bertarung di daerah kekuasaannya, maka ia bisa saja lebih kuat dari seorang yang ada di puncak pendekar suci." Jelas Guo Kai.


"Tapi raja siluman gurita sebelumnya sudah berhasil di musnahkan oleh tuan Ling Tian, dan sangat mustahil ada seekor siluman gurita lagi yang berhasil naik tingkat dalam jangka waktu kurang dari seribu tahun." Sambung Guo Kai lagi.


Ling Yan nampak mengerutkan dahinya mendengar penjelasan Guo Kai tersebut, dan mendapati adanya sedikit kejanggalan dalam cerita ini.


"Jika memang raja siluman gurita tidak akan muncul sebelum seribu tahun, maka itu artinya siluman ini paling rendah berada di tingkat 8, mungkin jika aku atau Jin Yuan berhadapan dengannya satu lawan satu siluman gurita itu bisa kami atasi, namun jika itu aku lakukan maka perjalanku ke pulau es utara akan tertunda paling cepat selama 3 hari." Batin Ling Yan sedikit berpikir.


Ada sedikit rasa ingin menolong para penduduk desa di hati Ling Yan saat ini tetapi disisi lain tujuan dia yang sebenarnya adalah sekte pulau es utara.


"Kak Ling Yan, ada apa? kenapa kau malah melamun." Ucap Xui memecah pandangan Ling Yan.


"Ah tidak apa-apa, aku hanya tiba-tiba memikirkan sesuatu yang lain." Jawab Ling Yan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tepat pada saat sinar matahari sudah senja, kereta kuda Ling Yan dan teman-temannya juga sudah sampai di desa pesisir Tian Yuan.


Disepanjang jalan-jalan desa itu terlihat banyak sekali pedagang yang menjual berbagai macam sayuran hijau maupun yang lainnya.


Ling Yan juga nampak mengerutkan dahinya saat mendapati hal yang sama, bahkan ia juga tidak mendapati makanan seperti daging ayam atau yang lainnya disana.


"Hmm semuanya benar-benar hanya ada sayuran." Gumam Ling Yan pelan.


Setelah beberapa saat akhirnya kereta kudanya mereka berhenti disebuah penginapan yang cukup besar tepat di tengah-tengah desa itu.


Tanpa berpikir panjang Ling Yan dan yang lainnya langsung saja masuk kedalam penginapan dan menemui seorang pria paruh baya penerima tamu.


"Aku ingin pesan 3 kamar, dan bisakah kalian menyiapkan makanan hangat untuk kami malam ini." Ucap Ling Yan.


"Hmm semuanya semuanya jadi 6 keping perak." Jawab pria paruh baya itu sambil sedikit mendengus.


Ia nampak sedikit tidak senang melihat kedatangan mereka karena mereka berempat terlihat seperti kalangan orang bawah karena pakaian yang sedikit lusuh.

__ADS_1


Ling Yan tersenyum tipis saat melihat sikap penerima tamu itu pada mereka, sebelum mengeluarkan sebuah koin emas dari dalam cincin natnya.


"Kau bisa mengambil kembaliannya." Ucap Ling Yan lagi yang membuatnya pelayan itu sontak membulatkan matanya.


Dengan segera pelayan itu merubah sikapnya yang tadinya sedikit kurang ramah menjadi sebaliknya.


"Ah.... Maaf karena tidak mengenali anda tuan muda, aku akan segera menyiapkan kamar terbaik untukmu." Ucap pelayanan itu sebelum memanggil 3 orang pelayan wanita untuk mengantar mereka ke kamar masing-masing.


"Mari tuan, silahkan ikut dengan kami." Ucap ketiga pelayan itu.


"Hehehe ternyata semua orang itu sama saja ya, sikap mereka pasti akan berubah drastis saat melihatmu memiliki uang." Sindir Shuyang dengan nada bicara cukup keras membuat pria paruh baya itu sedikit salah tingkah.


Ling Yan dan Xui hanya terkekeh melihat tingkah Shuyang yang menyindir pria itu secara terang-terangan di hadapannya, bahkan dengan suara yang keras.


"Akan banyak orang yang membencimu jika kau bersikap seperti itu kepada semua orang." Ucap Ling Yan sambil berjalan mengikuti ketiga pelayan wanita tadi.


"Hehe aku tidak peduli, lagi pula aku memiliki seorang pelindung yang sangat hebat." Ucap Shuyang sambil memeluk Jin Yuan yang berjalan disampingnya.


"Aku hanya akan mengikuti perintah tuanku, bukan perintahmu." Sahut Jin Yuan dengan nada datar seperti biasa.


"Hei jangan seperti itu, bukankah aku ini adalah sahabat tuanmu, berarti kau juga harus melindungiku." Ucap Shuyang lagi sebelum akhirnya mereka masuk kedalam ruangan masing-masing.


*****


Dibawah sinar rembulan, terlihat seorang pria paruh baya sedang berusaha mendorong sebuah perahu kecil yang sering ia gunakan untuk menangkap ikan di lautan.


Namun dari ekspresi wajah pria paruh baya tersebut terdapat sedikit kekhawatiran seakan ada sesuatu yang mendesak.


Setelah beberapa lama mendayung, akhirnya ia sampai di sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dan mendapati ada banyak orang pendekar lengkap dengan senjatanya masing-masing.


Pria paruh baya itu menghampiri mereka dan tak disangka pria tersebut malah disambut hangat oleh para pendekar aliran hitam tersebut.

__ADS_1


__ADS_2