
Kediaman Keluarga Jia.
4 hari sudah berlalu semenjak ayah Jia Li mengirimkan pesan kepada sekte seribu pedang dan menunggu kedatangan 4 orang pendekar yang akan mengawal putrinya.
Terlihat Jia Li yang sudah bersiap dengan keberangkatannya menuju kota heihan kini berjalan keluar ruangan dengan di dampingi oleh 2 pelayan pribadinya menuju ke ruangan milik ayahnya.
Sesampainya di ruangan tersebut, ia lalu menemukan ayahnya yang sedang duduk bersila dengan kedua matanya yang tertutup.
Jia Wang merupakan kepala keluarga sekaligus pemimpin tertinggi dari keluarga Jia yang menguasai jalur perdagangan antara 2 kekaisaran.
Saat ini Jia Wang sendiri sedang melakukan meditasi pelatihan tenaga dalam untuk menjadi seorang pendekar di keluarganya itu.
Walaupun sebenarnya keluarga Jia bukanlah keluarga dari pendekar, tetapi ia berpikir bahwa seorang pemimpin keluarga setidaknya harus memiliki kekuatan yang mumpuni untuk melindungi keluarganya, jadi Jia Wang memutuskan untuk berlatih beladiri.
Pelatihannya tersebut pun tidak luput dari bimbingan pengawal terbaiknya yaitu Tao Ming yang saat ini sedang tidak berada di tempat.
Berkat ilmu pelatihan yang diajarkan oleh Tao Ming, Jia Wang kini sudah berhasil membentuk tenaga dalam dan sudah berhasil menguasai beberapa teknik bertarung.
Bisa dikatakan saat ini Jia Wang adalah satu satunya anggota keluarga Jia yang berlatih beladiri dan sudah berada berada di tingkat perunggu bintang satu dalam pelatihan selama beberapa bulan terakhir.
"Salam ayah." Hormat Jia Li.
"Ada apa putri ku." Jawab Jia Wang sambil membuka matanya dan menghentikan pelatihan yang sedang ia lakukan.
"Hmm tidak apa-apa ayah, aku hanya ingin memastikan, apakah sebelum aku menuju ke kota heihan aku memang harus singgah di ibukota kekaisaran Wei juga nantinya?" Tanya Jia Li yang merasa malas pergi ke salah satu cabang dagangnya di ibukota kekaisaran Wei itu.
Jia Wang yang mengerti maksud Jia Li terlihat tersenyum canggung dan mengatakan. "Kau ini, setidak suka itukah kau dengan Jia Renqi hingga tidak ingin bertemu dengannya."
"Hmp dia itu pemuda yang sangat menyebalkan, aku sangat tidak suka dengan pemuda yang kerjaannya hanya ingin membuatku terkesan." Jawab Jia Li dengan wajah cemberutnya.
"Haihh, maaf nak, tetapi kau memang tetap harus mampir kesana untuk menyimpan dan mengambil beberapa barang dagangan kita, karena di cabang keluarga kita yang berada disana memiliki stok barang dagangan yang tidak kita miliki disini." Jawab Jia Wang.
"Selalu saja seperti ini, jika seperti ini terus, aku lebih baik menjadi seorang pendekar saja agar bisa menendang pantat Jia Renqi itu." Jawab Jia Li sambil melangkah keluar dengan kaki yang ia hentakkan.
__ADS_1
Jia Wang yang melihat putri itu hanya menggelengkan kepalanya sejenak sebelum bergumam. "Hmm apakah anak itu serius dengan apa yang ia katakan, haruskah aku membuat semua anggota keluargaku juga memiliki kemampuan beladiri.
Kalau dipikir-pikir lagi..... anggota keluarga besar seperti keluargaku ini memang membutuhkan kekuatan dan tidak harus terus bergantung pada para pendekar dan para pengawal." Pikir Jia Wang.
Sementara itu Jia Li yang merasa sangat kesal tiba-tiba saja merubah ekspresi wajahnya karena teringat oleh seorang pendekar bertopeng yang sudah menyelamatkan nyawanya tempo hari.
Jia Li nampak tersenyum manis saat mengingat kembali kejadian yang ia alami itu.
"Ling Yan, walaupun aku tidak melihat wajahnya secara langsung, tapi entah mengapa ada sedikit perasaan yang bergetar saat aku mengingat namanya." Gumam Jia Li sambil menatap langit yang biru.
*****
Hacciiuuu...
Ling Yan mengusap hidungnya yang terasa gatal.
"Ada apa denganmu? Apa kau sakit?" Tanya Yan Shiki kepada Ling Yan yang ada dibelakangnya sambil berlari.
"Ah, tidak guru Yan, hidungku hanya terasa sedikit gatal saja." Jawab Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari Yan Shiki.
2 hari telah berlalu sejak keberangkatan keempatnya menuju kekaisaran Wei.
Saat ini mereka berempat sudah tidak lama lagi sampai di daerah perbatasan antara kekaisaran Wei dan kekaisaran Feng.
Sebenarnya mereka bisa saja sampai lebih cepat menuju kota bufeng jika saja ingin mengambil rute yang sama dengan Ling Yan saat menuju sekte seribu pedang waktu itu.
Akan tetapi itu akan menjadi sangat berbahaya karena akan membuat mereka melewati hutan kegelapan yang dipenuhi oleh banyak binatang biasa dan para siluman.
Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut, Yan Shiki yang memimpin perjalanan kini mengambil rute memutar serta melewati beberapa desa yang jaraknya tidak jauh dari sekitaran wilayah kota teratai tempat kediaman Ling Yan.
"Hei Ling Yan." Ujar Shuyang yang juga sedang berlari.
"Hmm ada apa?" Tanya Ling Yan sambil memalingkan wajahnya sekilas.
__ADS_1
"Kota yang ada disebelah selatan itu adalah kota tempat kediamanmu bukan?" Tanya Shuyang.
Ling Yan hanya mengangguk lalu kembali bertanya.
"Iya Itu benar, memangnya kenapa?" Tanya Ling Yan.
"Hehehe tidak, hanya ingin memastikan saja ." Jawab Shuyang sambil terkekeh.
Sementara Ling Yan hanya memutar matanya sebelum menambah kecepatan berlarinya di ikuti oleh Shuyang dan Han Li.
"Sudah hampir 3 bulan lamanya aku meninggalkan rumah tanpa memberi tahu ayah dan ibu, kira-kira bagaimana ekspresi mereka nantinya ya.
Hmm.... aku jadi merasa penasaran, bagaimana keadaan Yu Fei dan Yu Qian sekarang, apakah Yu Fei sekarang sudah naik ketingkat emas." Gumam Ling Yan.
Tak lama kemudian akhirnya mereka berempat kini sudah sampai di perbatasan kekaisaran Feng dan kekaisaran Wei yang membuat mereka lantas menghentikan langkahnya.
"Dari sini kita akan berjalan biasa, karena kita harus melaporkan kedatangan kita terlebih dahulu pada penjaga perbatasan." Jelas Yan Shiki yang disambut anggukan dari ketiga murid yang menjalankan misi bersamanya itu.
Mereka berempat sebenarnya bisa saja melewati jalur lain untuk menghindari penjaga perbatasan antara dua kekaisaran itu tanpa harus menunjukkan plat identitas mereka.
Akan tetapi karena misi kali ini adalah mengawal seorang putri dari keluarga Jia, mereka terpaksa melewati jalur tersebut karena pastinya rombongan keluarga Jia ini akan melewati jalur itu juga untuk menuju kekaisaran Wei.
Dan pada saat itu juga, jika identitas mereka tidak ada dalam daftar nama orang-orang yang melewati jalur tersebut, mereka berempat bisa saja ditahan bahkan bisa juga dicurigai sebagai penyusup dari kekaisaran lain.
Sesampainya di wilayah perbatasan, ke empat pendekar sekte seribu pedang ini disambut dengan pemandangan para pasukan dari kekaisaran Feng dan juga kekaisaran Wei yang sedang bertugas menjaga daerah perbatasan.
"Hmp, bisa tunjukkan identitas kalian." Kata salah seorang prajurit itu dengan wajah garangnya.
Dari dekat, Ling Yan dapat mengukur kekuatan prajurit-prajurit tersebut setara dengan kemampuan seorang pendekar perak bintang 1.
"Kami dari sekte seribu pedang, kami menerima misi dari ketua kami untuk mengawal rombongan keluarga Jia, ini surat bukti penugasan kami." Yan Shiki memberikan sebuah gulungan pada prajurit kekaisaran Wei itu.
Sesudah membaca gulungan tersebut, prajurit kekaisaran Wei itu akhirnya mengangguk dan mempersilahkan Yan Shiki dan ketiga murid termasuk Ling Yan untuk lewat.
__ADS_1
Namun sebelum itu ke empatnya harus membayar sebanyak 5 keping emas perorang sebelum melewati perbatasan.