
"Haihh... kau ini api abadi yang ada di peringkat kedua dalam deretan api spiritual, bagaimana mana mungkin kekuatanmu bisa diserap oleh api pembakar jiwa." Ling Yan menghela nafas beratnya.
"Dasar bocah bodoh, kau pikir tenaga dalam yang kau berikan padaku waktu itu cukup untuk mengembalikan semua kekuatanku yang hilang saat menyelamatkanmu dari jurang!!!" Huo Sang api abadi berteriak marah membuat tanah disekitar kediaman Zhao Zhang bergetar.
Zhao Zhang dan Shen Yu kembali menelan ludahnya merasakan tekanan dari api abadi. sementara Xiao Hu sontak saja melompat keluar dari jubah Ling Yan karena merasa ketakutan.
"Kau pikir bagaimana mungkin kau bisa kesulitan melawan seorang pendekar raja waktu itu dengan kekuatan yang kau miliki, seandainya saja aku memiliki setengah saja dari kekuatanku yang dulu, kau bahkan tidak perlu khawatir pada api pembakar jiwa, tapi untuk saat ini aku hanya memiliki seperempat dari kekuatan penuhku." Sambung api abadi.
Ling Yan akhirnya mengerti mengapa api abadi tidak ingin sekedar menekan api pembakar jiwa karena kekuatan rohnya tidak sepenuhnya sempurna, pantas saja api spiritual sekelas api abadi masih bisa tertekan pada saat Ling Yan berhadapan dengan Feng Ao dan Bai Lee waktu itu.
"Seharusnya kau berterimakasih pada kristal binatang gaib yang kau serap waktu itu, karena berkat energi alam tersebut kekuatan yang aku miliki bisa sampai seperti ini walaupun masih sangat jauh dari kata utuh." Ucap Huo lagi.
Zhao Zhang hanya bisa menghela nafasnya setelah mengetahui kalau Ling Yan dan api abadi tidak mampu menekan kekuatan api pembakar jiwa tanpa harus menyerapnya.
Sebenarnya Zhao Zhang bisa saja membiarkan Ling Yan mengambil roh api tersebut, namun jika roh api pembakar jiwa di ambil dari menara seribu pedang, maka tidak akan ada lagi tempat berlatih bagi para murid sekte agar kekuatan dan tenaga dalam mereka bisa berkembang dengan cepat.
Lalu setelah itu kekuatan dari sekte seribu pedang tidak akan sehebat dulu lagi karena tingkat kekuatan para murid dan tetua yang menurun.
Tetapi jika Ling Yan tidak menyerap api spiritual itu, maka dalam waktu dekat ini bisa saja api pembakar jiwa mengamuk dan menghancurkan segel yang mengurungnya hingga ia terbebas.
Dan kemungkinan terburuknya adalah roh api pembakar jiwa menghancurkan sekte seribu pedang hingga rata dengan tanah.
"Senior Zhao, lebih baik kita kesampingkan masalah api pembakar jiwa terlebih dahulu, karena ada hal yang lebih penting yang harus kita bicarakan." Ling Yan menyadarkan Zhao Zhang dari lamunannya.
"Sebenarnya ini masih berhubungan dengan api pembakar jiwa, tapi sepertinya ini lebih serius karena aku menemukan perkemahan sekte Tengkorak iblis tidak jauh dari kota heihan."
Zhao Zhang dan Shen Yu nampak mengerutkan dahinya mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Yan.
"Apakah yang kau maksud adalah rekan dari kedua tikus kecil itu." Sambut Zhao Zhang.
__ADS_1
"Tidak, yang aku maksud adalah bukan sekedar rekan, tetapi pasukan dari sekte Tengkorak iblis yang sepertinya bersiap untuk menyerang sekte seribu pedang, dan ada kemungkinan besar kalau kalau Jin Fan menginginkan api pembakar jiwa." Jawab Ling Yan.
Shen Yu lalu mengingat kalau tadinya sesaat sebelum menarik Ling Yan, ia memang terlihat baru saja menggunakan teknik tubuh ilusi.
"Apakah tubuh ilusimu yang memberitahumu sebelumnya." Tanya Shen Yu memastikan dan disambut anggukan kepala dari Ling Yan.
"Selain itu Jin Fan juga berada disana bersama 7 tetua dengan kekuatan pendekar senior serta puluhan pendekar raja dan ratusan pendekar jiwa kebawah." Sambung Ling Yan lagi.
Zhao Zhang kembali mengerutkan dahinya tapi tetap pada ekspresi wajah tenang,
"Dengan kekuatan sebanyak itu ia sepertinya menggunakan seluruh kekuatan sektenya, tetapi itu masih jauh dari kata cukup untuk mengimbangi kekuatan sekte seribu pedang dan pastinya ia tidak akan berani."
"Tapi itu bisa saja terjadi jika serangan tersebut terjadi saat api pembakar jiwa mengamuk dan melepaskan diri dari segel." Ucap Zhao Zhang.
Zhao Zhang sedikit berpikir sejenak sebelum kembali berbicara. "Itu benar, karena pada saat itu kita akan disibukkan untuk menyegel roh api itu dan dia akan memanfaatkannya sebagai kelemahan kita."
Zhao Zhang tidak membantah hal tersebut karena perkataan Ling Yan memang ada benarnya, akan tetapi untuk saat ini Zhao Zhang tidak merasakan jika ada penyusup lain yang masuk ke area sekte seribu pedang selain Long Ya dan Yi Rui.
"Sepertinya kita harus mengintrogasi kedua tikus kecil itu." Ucap Zhao Zhang.
"Ugh...." Ling Yan sedikit melenguh merasakan tubuh ilusinya sedang memberikan kode padanya untuk kembali.
"Ada apa Ling Yan?" Tanya Shen Yu.
"Maaf sepertinya tubuh ilusiku ingin aku kembali, kalau begitu aku akan menggunakan tubuh ilusi lagi nanti untuk mencari keberadaan markas sekte Tengkorak iblis yang sepertinya sudah berpindah tempat." Jawab Ling Yan.
"Kalau begitu, ku serahkan semua itu padamu." Zhao Zhang mengangguk.
"Aku mengerti senior." Ling Yan memberikan hormat sebelum akhirnya pergi meninggalkan Shen Yu dan Zhao Zhang.
__ADS_1
Setelah kepergian Ling Yan, Zhao Zhang kini menatap Shen Yu dan bertanya.
"Tetua Shen, apakah anak itu benar-benar adalah pewaris api semesta?" Tanya Zhao Zhang.
Shen Yu hanya tersenyum tipis lalu mengatakan kalimat yang membuat Zhao Zhang tersedak nafasnya sendiri.
"Bahkan api pembakar jiwa akan menjadi miliknya nanti, karena dalam ramalannya, anak itu akan memiliki 99 api spiritual dan menjadi pendekar pembawa kedamaian." Jawab Shen Yu.
"Uhuk." Zhao Zhang terbatuk-batuk.
"Mengapa ia tidak memiliki keseratus api spiritual itu saja sekalian." Zhao Zhang mengumpat kesal karena sepertinya ia tetap tidak akan bisa menyimpan api pembakar jiwa itu di sekte seribu pedang.
Setelah itu Shen Yu dan Zhao Zhang akhirnya berjalan kembali menuju tempat dimana Yi Rui dan Long Ya ditahan.
*****
Beberapa waktu sebelum percakapan Shen Yu, Ling Yan dan juga Zhao Zhang.
"Kak Ling Yan, apakah ini benar-benar kau." Tubuh ilusi Ling Yan yang terkejut sontak juga membuat tubuh aslinya tersentak di kediaman Zhao Zhang.
Shuyang sedikit terkejut melihat seorang gadis cantik dengan pedang dipunggungnya sedang menyebut nama saudaranya yang baru saja ia angkat.
"Xui!!" Tubuh ilusi Ling Yan yang melihat wajah Xui sepontan mengucapkan namanya dan membuat Xui semakin yakin dengan orang yang ada di hadapannya saat ini adalah Ling Yan.
Xui dengan cepat langsung saja memeluknya erat karena rasa rindunya pada pemuda itu dan membuat Shuyang yang ada di sebelah Ling Yan menggerutu di dalam hati.
"Sial!!! belum saja ia menjadi anggota sekte ini, ia sudah mempunyai murid wanita yang menyukainya." Gerutu Shuyang dalam hati.
"Heiii bisakah kalian bermesraan di tempat lain, kalian pikir ini adalah tempat untuk kalian berdua saja." Shuyang yang sudah tidak tahan langsung melontarkan sebuah kalimat yang membuat keduanya tersadar hingga melepaskan pelukan satu sama lain.
__ADS_1