
Namun jika saat ini Ling Yan melihatnya, mungkin Ling Yan akan melihat ada perubahan yang begitu banyak dari sahabatnya itu, karena saat ini Xiao Hu sudah berubah menjadi binatang gaib bintang 3.
Salah satu pendekar aliran hitam akhirnya melihat Xiao Hu yang sedang berlari ke arah mereka dengan kecepatan tinggi.
"Sial!! Cepat menghindar, binatang buas itu akan menyerang kita." Teriak salah seorang pendekar raja dari aliran hitam.
Tapi semua peringatan itu sudah terlambat, karena Xiao Hu berlari begitu cepat ke arah mereka dan langsung menewaskan salah seorang pendekar berlian dari aliran hitam dalam sekali serangan.
Xui dan yang lainnya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang mereka dapatkan untuk menyerang balik, dan hasilnya dengan bantuan Xiao Hu mereka berhasil mengalahkan pendekar-pendekar yang tadinya mengepung mereka.
"Hihihi terimakasih Xiao Hu, kau datang di waktu yang tepat." Xui memeluk Xiao Hu tanpa ragu.
Walaupun ia memiliki surai api, tetapi api tersebut tidak akan menyakiti orang-orang yang sudah cukup dekat dengan sahabat kecil Ling Yan itu.
Grrrr
Xiao Hu sedikit menggeram seperti mengisyaratkan sesuatu pada Xui, dan entah mengapa Xui juga sedikit mengerti dengan apa yang di isyaratkan oleh binatang gaib tersebut.
Memang, selama beberapa hari sebelum pertempuran ini, Xiao Hu telah tinggal bersama Xui sehari setelah Ling Yan memasuki menara seribu pedang.
Dan selama ia tinggal bersama dengannya, Xui selalu mengajarkan harimau api itu bahasa isyarat agar bisa dapat berkomunikasi dengannya.
Tentu saja hal itu juga tidak mudah bagi Xui, karena setiap Xiao Hu selesai mempelajari satu kata isyarat ia pastinya akan meminta makanan kesukaannya yakni kristal siluman.
Untungnya pada saat menemukan Xiao Hu Xui juga menemukan tumpukan kristal siluman di dalam tempat tinggal Ling Yan, jadi ia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli kristal siluman bagi harimau api itu.
"Kau ingin kita menjauh dari area pertempuran, tapi kenapa?" Xui sedikit kaget dengan isyarat yang diberikan binatang gaib itu.
Xiao Hu kembali memberikan isyarat, tapi sepertinya teman-teman Ling Yan yang lain tidak mengerti apa yang dimaksud oleh harimau api itu.
__ADS_1
Melihat apa yang di isyaratkan oleh Xiao Hu, Xui akhirnya mengerti kalau pertempuran yang terjadi saat ini sudah menjadi pertempuran yang sangat berbahaya bagi pendekar sekelas mereka.
Akan tetapi sepertinya Xiao Hu sedikit terlambat untuk memberitahukan semua itu kepada Xui karena saat ini rombongan murid sekte seribu pedang sedang mengarah kepada mereka.
Dan yang membuat semua murid sekte berlari ke arah mereka adalah karena rombongan tersebut sedang di kejar oleh ratusan pendekar aliran hitam yang dipimpin oleh 3 orang pendekar senior.
Kini mereka semua telah terkepung oleh pendekar aliran hitam dan terlihat pula Xiao Hu sedikit ketakutan melihat aura pembunuh dari para pendekar senior tersebut.
Salah satu pendekar aliran hitam pun menyadari kehadiran Xiao Hu langsung mengenalinya.
"Bukankah Itu binatang gaib, kristal yang ia miliki pasti sangat berharga."
Yao Chi yang merupakan salah satu dari pendekar senior yang juga mengenali Xiao Hu langsung memerintahkan kepada para aliran hitam untuk menangkapnya hidup atau mati.
"Tangkap binatang gaib itu, seluruh tubuh dari binatang gaib itu adalah harta karun yang sangat berharga." Teriak Yao Chi.
Serempak para aliran hitam mengalirkan tenaga dalamnya dan bersiap untuk menyerang, sementara para murid sekte seribu pedang kini terlihat panik.
Karena seorang pendekar yang tidak mereka ketahui dan sepertinya tidak ingin mereka lihat kini baru saja tiba dan berdiri di tengah-tengah mereka sambil menggenggam pedang di punggungnya.
"Sepertinya aku baru saja mendengar ada orang yang ingin menangkap temanku hidup atau mati." Ucap pendekar itu yang masih menundukkan kepala.
Sebelum akhirnya membuat Xui meneriakkan namanya pada saat ia mengangkat wajahnya.
"Kak Ling Yan!!!"
*****
Beberapa waktu sebelumnya.
__ADS_1
Senyuman di wajah Ling Yan terukir pada saat Xiao Yi berkata jika dirinya juga ingin ikut bertarung dan pergi melihat dunia luar bersama Ling Yan.
Dengan itu Ling Yan tidak lagi membuang waktunya dan langsung saja menelan pil pelindung jiwa sebelum mulai menyerap 2 inti kekuatan api spiritual sekaligus yakni api pembakar jiwa serta api langit.
Tidak sama seperti sebelumnya, kini proses penyerapan kedua api spiritual itu berakhir dengan cepat tanpa adanya kendala sedikitpun.
Bahkan kedua roh api spiritual itu kini sudah masuk kedalam lautan akar roh surgawi milik Ling Yan bersama dengan 4 roh api spiritual lainnya serta membuat tanda api di bahu Ling Yan kembali berubah menjadi tujuh warna elemen api spiritual sekaligus.
Akar roh surgawi Ling Yan pun kembali merespon kekuatan yang baru saja Ling Yan dapatkan, walaupun dua cabang akar roh surgawi itu sempat hampir mengikat kedua roh tetapi dengan bantuan api abadi Ling Yan dapat melewati semua itu dengan mudah.
Ling Yan membuka matanya perlahan dan merasakan kekuatan yang ia miliki kembali bertambah sangat banyak, walaupun tenaga dalam dari kedua roh api spiritual tidak terlalu berpengaruh pada tingkatannya.
Tetapi saat ini ia yakin kalau kekuatannya bahkan sudah berada di atas kekuatan pendekar suci bintang 9 sekalipun.
"Sekarang waktunya untuk keluar dari segel ini." Ling Yan mulai mengalirkan tenaga dalam bersamaan dengan ke enam api spiritual yang ia miliki.
"Teknik permainan api jurus pertama, penggabungan 6 api spiritual!!!"
Teknik yang awalnya hanya setingkat dengan teknik bumi kini sudah naik ke tingkat langit berkat 6 api spiritual yang Ling Yan miliki.
Terlihat 5 sinar api spiritual yang berbeda berada di belakang Ling Yan dan membentuk lingkaran dengan api abadi yang menjadi pusat kelima api spiritual itu.
Setelah jurus itu selesai Ling Yan gunakan, kini tingkatan Ling Yan naik sebanyak 6 kali lipat membuat kekuatannya saat ini setara bahkan berada di atas kekuatan seorang pendekar bumi bintang 3.
"Hiah!!!" Tanpa pikir panjang lagi Ling Yan mulai menghancurkan segel pertama dengan sekali pukulan, berlanjut ke segel-segel selanjutnya yang juga ia hancurkan dengan sekali pukulan.
Sementara di luar menara seribu pedang, Lei Wang yang sedang bersama dengan Yuanrang kini tiba di depan menara yang sudah di tutupi oleh pelindung 7 lapisan.
"Ini dia menara seribu pedang yang dimaksud tuan, jadi apakah aku bisa mendapatkan roh api spiritual sekarang." Ucap Lei Wang dengan senyuman penuh harap.
__ADS_1
Tapi sepertinya pertanyaan Lei Wang barusan adalah awal dari penyesalan yang akan ia lakukan karena tidak mungkin seorang pendekar aliran hitam akan menepati janjinya kepada aliran putih, apalagi Lei Wang hanyalah seorang bocah ingusan yang sangat mudah ditipu.