LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 37. Sakte Petir Hitam


__ADS_3

Keesokan harinya Ling Yan kini kembali berada di tanah lapang di dekat gubuk tua bersama Yu Fei dan Yu Qian.


"Baiklah pertama-tama aku akan membantumu membuka 7 meridian kecil pada tubuhmu." Ucap Ling Yan sambil menyuruh Yu Fei untuk duduk bersila.


"Yu Qian selama aku membantu Yu Fei, kau jangan pergi kemanapun ok." Ucap Ling Yan.


Yu Qian hanya mengangguk mengiyakan perkataan Ling Yan, Yu Fei kini sudah berada dalam posisi duduk bersila membelakangi Ling Yan yang mengalirkan tenaga dalam untuk membantu membuka meridiannya, sedangkan Yu Qian hanya duduk manis memperhatikan keduanya.


Sebenarnya di dalam tubuh manusia terdapat 3600 meridian kecil, tetapi untuk menguasai sebuah elemen yang dimiliki sejak seseorang lahir, ia harus membuka 7 buah meridian kecil pada tubuhnya.


Dengan kata lain jika Yu Fei ingin mengendalikan kedua elemen yang ia miliki, ia harus membuka 14 meridian kecil yang ia miliki.


Berbeda dengan Ling Yan yang hanya memiliki satu elemen sejak lahir yaitu elemen api, jika ia ingin menguasai elemen selain elemen miliknya, ia harus berusaha keras untuk membuka minimal 50 meridian kecil pada tubuhnya agar dapat melakukan perubahan bentuk elemen.


Selain itu Ling Yan juga harus berusaha untuk mencari dimana letak meridian kecil pada tubuhnya sebelum membukanya.


Ling Yan lalu mengalirkan tenaga dalam miliknya dan membantu Yu Fei untuk membuka meridian kecil yang sudah timbul.


Yu Fei merasakan tenaga dalam Ling Yan mulai mengalir kedalam tubuhnya, dan saat Ling Yan berhasil membuka salah satu meridian kecil itu, Yu Fei merasakan ada sebuah energi yang sedikit meluap dari dalam tubuhnya.


Setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan berhasil membantu Yu Fei membuka 6 meridian kecilnya, tinggal 1 meridian kecil tersisa.


"Yu Fei, fokuskan pikiranmu pada elemen petir yang kau miliki." Ucap Ling Yan.


Yu Fei memfokuskan diri pada elemen petir miliknya dan setelah Ling Yan berhasil membuka meridian Yu Fei yang ketujuh aura elemen petir milik Yu Fei langsung menyeruak keluar.


Yu Fei merasakan sebuah energi terus keluar dari dalam tubuhnya dan berangsur normal hingga dan Ling Yan berhasil menekan aura petir itu dengan tenaga dalamnya.


Yu Fei lalu membuka matanya dan bangkit dari posisinya, "Kakak, aku merasakan ada kekuatan yang keluar dari dalam tubuhku." Ucap Yu Fei.


Ling Yan hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Yu Fei, "Untunglah sebelum membantu Yu Fei membuka meridian kecilnya tenaga dalamku sudah terisi penuh, jika tidak, mungkin aku tidak akan bisa menahan semua energi yang keluar dari dalam tubuhnya." Batin Ling Yan.

__ADS_1


Ling Yan lalu mengeluarkan gulungan teknik ilmu halilintar bumi dan menyerahkannya pada Yu Fei, "Ini adalah kitab peninggalan kakekmu, dengan berlatih teknik ini pengembangan ilmu bela dirimu akan meningkat dengan cepat, tetapi kau harus berjanji satu hal padaku." Ucap Ling Yan.


"Apa itu." Yu Fei bertanya.


"Kau harus berjanji untuk tidak memberitahukan gulungan ini pada orang lain karena jika gulungan ini jatuh di tangan orang yang salah maka akan terjadi malapetaka yang sangat besar." Ucap Ling Yan.


Yu Fei menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan dan pesan yang disampaikan oleh Ling Yan padanya.


"Dan juga aku ingin kau berjanji setelah menjadi seorang pendekar yang hebat gunakanlah kekuatanmu untuk melindungi yang lemah dan dan tidak menggunakannya untuk menindas orang lain." Sambung Ling Yan.


"Aku mengerti Yan gege, aku akan mengingat pesan yang kau katakan." Ucap Yu Fei.


"Kakak aku juga ingin berlatih bela diri seperti kakak." Ucap Yu Qian imut.


Mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Yu Qian, Ling Yan kembali tersenyum manis dan mengusap kepala Yu Qian pelan.


"Yu Qian, jika kau ingin berlatih beladiri seperti kakakmu, kau harus menunggu hingga usiamu mencapai 7 tahun." Ucap Ling Yan.


*****


Terlihat bangunan itu saat ini tengah dijaga oleh 2 orang pendekar perak bintang 3 dan menggunakan pakaian yang sama dengan pendekar itu.


Tanpa pikir panjang pendekar itu melangkahkan kakinya ke dalam dan mendapati seorang pria sepuh berpakaian hitam sedang duduk di kursi kebesarannya.


Pria sepuh itu itu tidak lain adalah ketua sakte petir hitam yang memiliki kekuatan setara dengan seorang pendekar suci bintang lima bernama Yu Lao.


menyadari seseorang memasuki kediamanya, pria sepuh itu membalikkan badan dan mendapati salah satu anggota saktenya tengah berdiri di hadapannya dengan wajah yang tergesa-gesa.


"Lapor ketua sakte, aku tidak berhasil mendapatkan gulungan teknik ilmu halilintar bumi itu, kami dikalahkan oleh seorang bocah yang memiliki kekuatan pendekar emas bintang 1." Ucap nya.


"Apa katamu kalian dikalahkan oleh seorang bocah!! Bagaimana bisa, dasar tidak berguna." Ucap pria sepuh itu sambil mengeluarkan aura pembunuh yang cukup pekat dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Aura pembunuh dari pria sepuh itu berhasil membuatnya mengucurkan keringat dingin dan susah untuk bernafas.


"Lalu dimana keempat rekanmu itu." Ucapnya lantang.


"Me mereka semua mati terbunuh oleh serangan bocah itu." Ucapnya tergagap.


"Lalu mengapa kau masih berani menunjukkan diri dihadapanku, apakah kau juga ingin mati disini." Ucapnya marah.


"Tolong ampuni aku ketua, aku memiliki sebuah informasi yang yang sangat penting." Ucap pendekar itu dengan keringat dinginnya


"Apa itu, jika informasi ini tidak sesuai dengan perkataanmu maka kau tahu apa akibatnya." Ucap pria sepuh itu.


"Ketua bocah itu memiliki inti kekuatan api kehidupan dan juga inti kekuatan api yang lain yang tidak ku ketahui." Ucapnya.


Mendengar perkataan anggota saktenya yang membahas tentang inti arti spiritual, ekspresi wajahnya kini berubah menjadi serius.


"Apa kau bilang, inti kekuatan api kehidupan, pantas saja kalian dikalahkan oleh bocah itu." Ucapnya sambil menarik kembali aura pembunuhnya.


Pendekar berpakaian hitam itu kini dapat bernafas lega setelah ketua saktenya menarik aura pembunuh yang dia keluarkan sebelumnya.


"Baiklah, kali ini kau ku ampuni tapi lain kali jika kau gagal lagi maka kepalamu akan terlepas dari tempatnya." Ucap ketua sakte itu.


"Terima kasih ketua." Ucapnya.


"Kau boleh pergi sekarang." Ucapnya.


Tanpa pikir panjang pendekar berpakaian hitam itu langsung berjalan keluar dari kediaman ketua sakte petir hitam dengan langkah yang terburu-buru.


Iya lalu menghela nafas lega setelah keluar dari bangunan itu. "huh hampir saja kepalaku terlepas." Ucapnya.


Sepeninggal pendekar tadi ketua sakte petir hitam itu kini tertawa sinis setelah mendengar informasi yang diberikan oleh anggota saktenya.

__ADS_1


Hahaha!! ini menarik sekali seorang bocah memiliki 2 inti api spiritual, tunggu saja kau kedua inti api itu pasti akan menjadi miliku hahaha." Ucapnya sambil tertawa lepas.


"Dan juga, teknik ilmu halilintar bumi milik pak tua sialan itu (Kakek dari dua bersaudara bernama Yu Ming), dimana sebenarnya dia menyimpannya." Batin Yu Lao.


__ADS_2