LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 132. Tamu Tak Diundang.


__ADS_3

Setelah selesai menyerap inti kekuatan binatang gaib tersebut kini Ling Yan melanjutkan perjalanannya ke arah utara kekaisaran Wei yaitu sakte seribu pedang.


Namun perjalanannya kali ini sepertinya tidak akan mudah karena ditengah perjalanannya tanpa ia ketahui seekor kupu-kupu iblis hitam milik Bai Lee sudah menemukan keberadaannya.


Syut!!!


Ling Yan melemparkan sebuah pisau dari pinggangnya dan berhasil mengenai kupu-kupu hitam yang hinggap di atas ranting pohon tersebut dan membuatnya menghilang.


Dengan senyum sinis Ling Yan bergumam.


"Sepertinya posisiku telah di ketahui." Ling Yan bergumam pelan sambil berjalan santai ke depan.


Sebelumnya Ling Yan memang menghindari pertemuan dengan Bai Lee karena perbedaan kekuatan yang cukup jauh, namun kali ini Ling Yan sudah tidak ingin menghindar lagi dan malah berjalan santai menunggu Bai Lee menemukan dirinya.


"Hmp kali ini aku tidak akan lari." Baru berselang beberapa menit saat Ling Yan menghancurkan kupu-kupu hitam itu Ling Yan kini menghentikan langkahnya karena sudah merasakan kehadiran seorang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Hmm 5 orang pendekar jiwa, 2 orang pendekar emas, dan 1 orang pendekar senior bintang 5." Sepertinya tamu yang tidak di undang ini datang lebih cepat.


Syut syut syut!!!


Sama seperti yang telah Ling Yan katakan, kini beberapa pisau terbang mengarah ke padanya di ikuti munculnya 8 orang pendekar sakte kelabang hitam yang salah satunya adalah tetua ketiga sakte tersebut yakni Gui Hua.


Ling Yan menghindari pisau pisau tersebut dengan sangat mudah bahkan ia berhasil menangkap salah satu dari pisau tersebut dengan menggunakan 2 jari saja.


"Beginikah cara kalian melempar pisau sungguh lemah." Ling Yan melemparkan pisau tersebut hingga menancap di sebuah pohon.


"Biar kuajari kalian cara melempar pisau dengan benar." Ling Yan lalu bersiap dan mencabut 8 buah pisau dari pinggangnya, dan entah darimana ia mempelajari hal tersebut, 8 buah pisau yang ia genggam kini diselimuti oleh api sakral surgawi.

__ADS_1


Gui Hua yang melihat itu sontak terkejut karena api spiritual yang dimiliki oleh Ling Yan. "Ternyata benar kau yang aku cari." Gui Hua menarik pedangnya dan mengalir kan tenaga dalam dan tanpa basa basi langsung maju menyerang.


Ling Yan pun bereaksi dengan cepat dan tanpa pikir panjang langsung melepaskan kedelapan pisau tersebut dengan gerakan yang begitu cepat yang bahkan kelima pendekar jiwa itu hampir tidak dapat melihatnya dengan jelas.


Gui Hua yang melihat pisau yang mengarah padanya langsung bereaksi menghindarinya dan melanjutkan gerakannya yang disambut oleh ayunan pedang Ling Yan yang menahan serangannya.


Ting!!!!


Sementara itu salah satu pendekar jiwa yang melihat pisau Ling Yan terbang ke arah mereka langsung berteriak kepada rekannya untuk menghindar.


"Bahaya!! semuanya cepat menghindar!!!" Namun sepertinya teriakannya tersebut terlalu lama dan menyebabkan 2 pendekar emas dan 2 rekan pendekar jiwanya terlambat bereaksi dan kini berakhir tumbang ke tanah karena pisau tersebut mengenai jantung kepala dan leher mereka.


Ketiga orang pendekar jiwa tersebut berhasil menghindar dari pisau api tersebut tetapi tak lama kemudian salah satu dari mereka terdengar berdecak kesal.


"Sial pisau itu menggores lenganku." pendekar tersebut terlihat khawatir dengan luka kecil yang ia miliki karena pisau tersebut, pasalnya ia sudah tau kalau pisau tersebut sudah diolesi oleh racun yang membuat rekannya yang sebelumnya mati dengan sangat mengenaskan.


Sementara itu disisi lain, pertarungan antara Ling Yan dan Gui Hua masih terus berlanjut yang ditandai dengan dentingan pedang yang semakin lama semakin cepat dan keras.


Gui Hua sedikit merasa heran dengan kekuatan Ling Yan saat ini, pasalnya menurut informasi yang ia dapatkan, Ling Yan hanya memiliki kekuatan seorang pendekar jiwa puncak.


Namun entah mengapa saat ini Ling Yan terlihat sangat mudah mengimbangi kecepatan serangannya dan malah membuat Gui Hua berada dalam posisi bertahan.


"Apa yang terjadi, mengapa kekuatan anak ini seperti berada di atas kekuatanku." Gui Hua berdecak kesal sambil melompat untuk mengambil jarak.


"Teknik pedang iblis api!!!" Tiba-tiba pedang milik Gui Hua diselimuti oleh api yang membara dan menyerupai iblis yang sedang tertawa jahat.


"Hiah!!!! Serangan iblis api." Gui Hua mengayunkan pedangnya kearah Ling Yan dan sebuah selulet iblis api kini mengarah pada Ling Yan yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Melihat itu Ling Yan segera bergerak cepat menyarungkan pedang darah api dan dengan cepat menglirkan tenaga dalam pada tinjunya.


"Tinju Kobaran Api Sakral Surgawi!!!" Ling Yan mengarahkan tinjunya ke arah iblis api tersebut hingga kedua selulet pedang api dan tinju api bertemu dan pada akhirnya meledak.


Duar!!!!


Suara ledakan yang lumayan besar terdengar menggema ditelinga, namun tak lama kemudian dari dalam kebulan asap akibat tabrakan tenaga dalam itu selulet tinju api Ling Yan kini mengarah pada Gui Hua.


"Sial!!! Bagaimana bisa itu terjadi." Gui Hua akhirnya mengetahui kalau kekuatan Ling Yan saat ini sudah berada di atasnya dan disaat ia sudah mulai pasrah akan keadaan tiba-tiba saja serangan Ling Yan tersebut dipatahkan dengan mudah oleh seseorang yang baru saja sampai di tempat itu.


"Ternyata kau sudah bertambah kuat lagi anak muda, kau bahkan sudah naik ke tingkat pendekar senior bintang 7, entah teknik apa yang kau gunakan hingga bisa naik tingkat secepat itu."


Ya tidak salah lagi, orang tua itu tidak lain adalah pemimpin sakte kelabang hitam Bai Lee yang menginginkan ketiga api spiritual Ling Yan dan juga Xiao Hu yang saat ini sedang duduk manis di dalam jubah Ling Yan.


Miao!!


Tiba-tiba saja Xiao Hu melompat keluar dari dalam jubah Ling Yan dan merubah tubuhnya menjadi wujud aslinya yaitu binatang gaib harimau api tingkat 2.


Tatapan mata Xiao Hu terlihat sangat tajam hingga membuat Ling Yan sedikit bingung melihat tingkahnya yang tidak pernah seperti itu sebelumnya.


"Xiao Hu ada apa?". Ling Yan bertanya sambil berjalan pelan ke arahnya.


Dan betapa terkejutnya Ling Yan saat Xiao Hu tiba-tiba saja melompat ke arah 2 orang pendekar jiwa dibelakang sana yang tampak seperti sedang melakukan sebuah segel jurus yang sama sekali tidak pernah Ling Yan lihat sebelumnya.


"Sial!! Harimau api itu menyadarinya!!" Gui Hua sedikit terlambat bereaksi dan membuat kedua pendekar jiwa itu membatalkan jurus yang sedang mereka buat.


Bai Lee yang melihat itu juga berekspresi sama dan tidak menyangka harimau putih itu bisa menyadari apa yang sedang dilakukan oleh kedua anggota saktenya itu.

__ADS_1


"Hmp ternyata kalian ingin menjebakku." Ling Yan yang akhirnya tersadar langsung saja menggunakan teknik tubuh ilusinya dan menciptakan satu kloning yang memiliki kekuatan setara dengan Gui Hua.


__ADS_2