
"Ternyata ada banyak sekali pendekar yang datang ke pelelangan ini, dan juga ada beberapa orang yang mewakili sakte mereka." Ucap Ling Yan yang kini sedang menatap ke sekelilingnya.
Namun saat ia tengah asik berjalan untuk masuk ke dalam gedung Asosiasi, tiba-tiba pandangan mata Ling Yan tertuju pada 2 orang wanita yang terasa begitu familiar sedang berjalan bersama seorang pendekar sakte seribu pedang.
Dapat dilihat dari perawakan pendekar tersebut yang tidak terlalu tua dan hampir seumuran dengan ayah Ling Yan.
"Jubah dan juga gambar pedang itu...., bukankah mereka adalah Xui dan tuan putri Zhu Qing, tapi... mengapa tuan putri bisa ikut dengan sakte seribu pedang?" Ling Yan bertanya-tanya di dalam hati.
Pandangan Xui dan juga Zhu Qing kini terlihat mengarah ke tempat Ling Yan berada, akan tetapi Zhu Qing dan juga Xui tidak dapat mengenali Ling Yan karena topeng yang dia kenakan.
"Pendekar bertopeng itu kenapa terus memandang ke arah kami?" Tanya Xui sambil membatin.
Flashback on
3 hari sebelumnya sakte seribu pedang.
Di depan halaman kediaman seorang tetua pedang terlihat seorang pria paruh baya yang sedang berdiri sambil mengawasi 2 orang murid perempuan yang sedang berlatih tanding menggunakan ilmu pedang yang ia ajarkan.
Pria paruh baya tersebut bernama Gao Lang yang merupakan seorang tetua sakte seribu pedang yang memiliki kekuatan seorang pendekar senior.
Gao Lang sendiri juga cukup terkenal dikalangan pendekar kekaisaran Wei, karena kemampuan ilmu pedang serta elemen petir yang sangat kuat, Gao Lang kini dijuluki sebagai si pedang kilatan petir dari sakte seribu pedang.
Sementara itu kedua murid perempuan yang tengah ia awasi tersebut tidak lain adalah Ling Xuilan dan juga putri Zhu Qing yang belum lama ini bergabung dengan sakte seribu pedang.
Xui sendiri bergabung dengan sakte seribu pedang sekitar 2 minggu yang lalu bersama dengan Ling Mei beserta beberapa anggota Klan Ling lainnya.
__ADS_1
Karena saat ujian masuk Xui berhasil menarik perhatian Gao Lang dengan elemen petir serta kemampuan yang ia miliki, Gao Lang tanpa ragu lagi langsung merekrutnya menjadi muridnya dan membuat Xui secara langsung menjadi murid dalam sakte seribu pedang.
Sebenarnya Gao Lang juga ingin sekali merekrut Ling Mei yang juga memiliki tingkat kekuatan yang setara dengan Xui, namun ia mengurungkan niatnya setelah mengetahui bahwa Ling Mei melatih elemen angin.
Meskipun sebagai seorang pendekar senior Gao Lang juga melatih elemen angin sebagai elemen keduanya, akan tetapi ia lebih memilih menyerahkan Ling Mei pada seorang tetua pedang lainnya yang mempunyai kemampuan elemen angin yang lebih hebat darinya.
Gao Lang berpikir akan lebih baik kalau Ling Mei dilatih oleh orang yang tepat agar bakat yang ia miliki tidak menjadi sia-sia di masa depan.
Sementara Zhu Qing sendiri, ia bisa menjadi murid Gao Lang karena token yang diberikan ayahnya beberapa waktu lalu, dibawah bimbingan Gao Lang serta sumberdaya yang diberikan padanya, Zhu Qing kini sudah menjadi lebih kuat dan dalam waktu dua minggu terakhir ia sudah berhasil menerobos ke tingkat pendekar perunggu bintang 9.
Meskipun Zhu Qing juga melatih elemen angin yang sama dengan Ling Mei, akan tetapi Gao Lang merasa memiliki tanggung jawab yang besar kepada anak dari kawan lamanya itu dan memilih untuk melatihnya sendiri.
Saat Gao Lang masih berada di posisinya, seorang pemuda berpakaian merah dengan pedang di pinggangnya terlihat sedang berjalan mendekat ke arahnya.
Paras pemuda itu cukup rupawan dengan kulit putih serta hidungnya yang mancung. Dengan langkah normal, ia menghampiri Gao Lang dan langsung mengepalkan tangannya ke depan.
"Hehehe, murid ku Han Li, sebenarnya kau datang kemari untuk memberitahu ku sebuah pesan atau sebuah tugas?" Gao Lang sedikit terkekeh dan menjawab dengan sebuah pertanyaan.
Mendengar perkataan gurunya itu, Han Li kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tebakan guru yang sangat tepat.
Sama seperti Zhu Qing dan Ling Xuilan, Han Li juga merupakan salah satu murid Gao Lang yang bisa dibilang paling jenius. Dengan bakat beladiri yang ia miliki serta bimbingan dari gurunya, Han Li saat ini menjadi seorang jenius termuda paling berbakat di sakte seribu pedang dan sudah mencapai tingkat kekuatan seorang pendekar emas bintang 4 di usianya yang masih 17 tahun.
"Emmm sebenarnya ini adalah sebuah tugas dari tetua Ye Qiu padamu guru, tetua menyuruhmu untuk menghadiri acara lelang asosiasi lelang harta di kota Bufeng kekaisaran Feng." Ujar Han Li.
"Oh kekaisaran Feng, itu tempat yang lumayan jauh, memangnya barang berharga seperti apa yang dilelang hingga aku yang ditugaskan ke sana?"
__ADS_1
"Murid juga tidak mengetahuinya begitu detail guru, tapi sepertinya tetua Ye Qiu pasti juga memiliki alasan yang kuat untuk menugaskan guru ke sana."
"Hmm baiklah, kalau begitu bisakah kau ikut denganku ke sana? selain itu aku juga ingin mengajak kedua adik seperguruan mu."
"Hmm jika guru memperbolehkan, maka aku akan ikut dengan anda." Han Li menjawab dengan senyuman.
Flashback off.
Zhu Qing dan Xui terlihat masih memperhatikan pendekar bertopeng tersebut yang juga masih mengarahkan pandangan ke arah mereka berdua.
Namun tak berselang beberapa lama kemudian, Han Li yang tadinya pergi untuk mengambil token masuk ke dalam gedung Asosiasi Lelang Harta kini telah kembali.
"Guru Gao, ini token masuknya." Ucap Han Li pada gurunya itu.
Han Li yang baru datang dan melihat kedua adik seperguruannya sedang memperhatikan seorang pendekar bertopeng sontak bertanya kepada keduanya.
"Xui, Zhu Qing, kalian sedang melihat siapa?" Tanya Han Li kepada kedua adik seperguruannya.
Pertanyaan Han Li tersebut sontak membuat keduanya tersadar dan kini mengalihkan pandangannya ke arah Han Li.
"Ah tidak kak Han, hanya saja kami melihat pendekar bertopeng itu dari tadi memperhatikan kami." Jawab Zhu Qing yang kembali mengarahkan pandangan ke arah Ling Yan, akan tetapi saat ia melihat ke tempat Ling Yan berdiri tadi, ia sudah tidak ada di tempatnya.
"Eh, kemana pendekar bertopeng itu? Xui apakah kau melihatnya pergi?" Tanya Zhu Qing yang kini mengedarkan pandangannya mencari Ling Yan.
"Tidak, pandanganku juga teralihkan saat kakak seperguruan Han Li datang." Jawab Xui yang juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
"Ada apa Han? Apa ada masalah?" Tanya Gao Lang pada muridnya.
"Eh tidak ada apa-apa guru Gao, mari kita masuk." Ajak Han Li yang kini berjalan masuk di ikuti oleh Gao Lang beserta kedua adik seperguruannya.