LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 82. Temuan Harimau Kecil


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan dengan jarak yang lumayan jauh, akhirnya Ling Yan kini sudah sampai di tepi jurang tempatnya menemukan gua peninggalan Shen Long.


Di tepi jurang tersebut, Ling Yan saat ini sedang melihat ke bawah dan mendapati pohon yang menyelamatkan nyawanya waktu itu masih tumbuh subur di tebing jurang tersebut bahkan kini sudah tumbuh semakin besar.


"Hmm untung saja pohon itu masih ada, jadi aku tidak akan kesulitan untuk mendarat di depan mulut gua." Ucap Ling Yan sambil menatap lekat ke arah pohon itu.


Ling Yan lalu bersiap mengambil ancang-ancang sebelum melompat ke dalam jurang. "Bagaimana harimau kecil, apakah kau sudah siap?" Tanya Ling Yan.


"Miao.." Seakan mengerti perkataan Ling Yan, anak harimau ekor api itu bersuara sambil menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kalau begitu... lompat." Ling mundur beberapa langkah sebelum kembali melangkahkan kakinya ke depan dan melompat ke dalam jurang.


"Hap." Setelah itu Ling Yan sontak dengan cepat bereaksi dan bergelantungan di pohon yang tumbuh di tebing jurang tersebut, setelah itu ia lalu mengayunkan tubuhnya ke kanan dan kemudian mendarat di mulut gua tempat Ling Yan menemukan mayat Shen Long beserta harta yang ia miliki.


Ling Yan lalu menatap kedalam gua yang masih terlihat terang karena pancaran energi cahaya yang ditinggalkan oleh Shen Long.


"Hmm rupanya keadaan gua ini masih sama seperti dulu." Ujar Ling Yan sebelum berjalan masuk ke dalam gua tersebut.


Ling Yan kini berjalan ke arah makam Shen Long yang dulunya ia tandai dengan sebuah batu yang telah ia ukir bertuliskan "Sang Pendekar Pedang Api."


Ia kemudian berlutut di depan makam Shen Long dan berdoa sambil menatap lekat makam itu. Setelah itu, ia lalu menyampaikan semua rasa terima kasihnya.


"Senior Shen Long, ini aku Ling Yan, orang yang telah menemukanmu serta mendapatkan harta peninggalanmu, terimakasih telah mengizinkanku memiliki seluruh harta peninggalan yang kau miliki, berkat itu semua, sekarang aku sudah tidak lagi dicap sebagai sampah oleh anggota klan ku."


"Miao.." Anak harimau ekor api yang masih berada di dalam pakaiannya Ling Yan kini mulai bergerak dan keluar dari sana.

__ADS_1


"Eh, harimau kecil, apa yang kau lakukan, cepat turun dari sana." Ling Yan berkata sambil menegur anak harimau putih kecil itu yang saat ini malah naik dan membaringkan tubuh kecilnya di atas batu nisan di makam Shen Long.


Bukannya turun dari atas batu nisan itu, anak harimau putih kecil itu malah semakin memperbaiki posisinya dan hendak tidur di atas batu nisan itu.


"Hehehe sepertinya binatang ini menyukai batu nisan milik tuan Shen Long." Roh api kehidupan berkata di dalam pikiran Ling Yan.


Belum berselang 2 menit kemudian, tiba-tiba anak harimau ekor api itu langsung membuka matanya dan menatap ke arah ukiran yang bersinar pada dinding gua.


Anak harimau ekor api itu sontak turun dari atas batu nisan Shen Long dan berjalan ke arah ukiran di dinding gua itu. Ling Yan yang melihat apa yang dilakukan oleh kawan barunya itu sontak mengerutkan keningnya sejenak, pasalnya ia melihat anak harimau ekor api itu seperti sedang membaca ukiran di dinding tersebut.


"Hei roh api kehidupan, ini hanya perasaanku saja atau memang saat ini anak harimau ekor api itu sedang membaca ukiran di dinding." Ucap Ling Yan kepada roh api kehidupan.


"Entahlah tuan Ling Yan, tapi memang harimau ekor api ini bukanlah seekor siluman biasa melainkan seekor binatang gaib." Jawab roh api kehidupan.


Mendengar perkataan api kehidupan, Ling Yan sontak terkejut bukan main, pasalnya setahu Ling Yan, seekor binatang gaib adalah binatang dalam legenda yang akan terlahir seribu tahun sekali, itu pun jika ia berhasil selamat dari induknya yang sontak akan kan memakannya jika mengetahui anaknya adalah seekor binatang gaib.


"Tidak tuan Ling Yan, yang aku katakan ini murni kebenaran, lihatlah harimau ekor api itu, apakah kau pernah menemukan siluman harimau ekor api yang memiliki surai dan ekor api yang berwarna biru." Jawab roh api abadi.


Ling Yan yang mendengar itu sontak tersadar dan membenarkan perkataan api kehidupan.


"Hmm sepertinya kau memang benar, tapi kenapa ia terlihat seperti bisa membaca ukiran di dinding gua." Tanya Ling Yan lagi.


"Tuan Ling Yan, binatang gaib adalah makhluk legenda yang memiliki kemampuan khusus dapat berbicara layaknya seorang manusia jika ia sudah mencapai tingkat 5, jadi bukan tidak mungkin harimau ekor api ini memang mengerti apa arti dari ukiran peninggalan tuan Shen Long." Roh api sakral surgawi juga ikut berbicara.


"Benarkah?" Ling Yan berkata sambil terus memperhatikan anak harimau ekor api yang baru saja ia temukan beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Awalnya Ling Yan merasa tidak begitu percaya dengan apa yang di katakan oleh kedua roh kobaran api spiritual di dalam tubuhnya, tapi setelah kembali melihat harimau kecil itu yang membaca ukiran di dinding gua, Ling Yan kini akhirnya mulai mempercayai semuanya.


Tak lama kemudian harimau kecil itu lalu mengalihkan perhatiannya ke sudut gua dan sontak langsung berjalan ke arah sudut gua itu.


Nampak ia sedang mencakar-cakar ke tanah seakan ia sedang menggali lubang yang kecil,


"Ahaha sepertinya ia ingin membuang hajat." Ucap Ling Yan sambil tersenyum tipis.


Akan tetapi sepertinya dugaan Ling Yan salah, tak lama kemudian, dari sudut ruangan tersebut, harimau putih kecil itu nampak membawa sebuah gulungan yang terlihat sudah sangat kusam di mulutnya.


Ling Yan yang tidak terlalu memperhatikan hal tersebut karena mengira hewan itu ingin membuang hajat sontak dibuat terkejut kala harimau kecil itu membawakan sebuah gulungan di hadapannya.


"Miao..."


Ling Yan yang melihat itu sontak terkejut dan berkata. "Eh harimau kecil, dari mana kau dapatkan gulungan ini?" Tanya Ling Yan.


Harimau putih kecil itu kini hanya memiringkan kepalanya sedikit dengan wajah yang masih menghadap ke arah Ling Yan.


Sontak Ling Yan meraih gulungan yang sudah kusam itu dan mulai membukanya.


"Hmm sepertinya ia mendapatkan ini di sudut ruangan tadi, tapi mengapa saat pertama kali aku datang ke sini aku tidak menemukannya?" Batin Ling Yan.


Ling Yan lalu membuka gulungan itu dan tanpa pikir panjang langsung melihat apa isi di dalam gulungan tersebut, dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati isi dari gulungan itu adalah sebuah gambar tubuh manusia dengan banyak sekali titik-titik yang menghiasi gambar itu.


Terlihat juga titik-titik tersebut di hubungkan oleh sebuah garis tipis yang terus terhubung dari titik yang satu ke titik yang lain.

__ADS_1


"Ini... bukankah ini adalah titik meridian kecil pada manusia!!" Ucap Ling Yan dengan nada sedikit tinggi karena terkejut.


__ADS_2